Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Terselesaikan setahap demi setahap


__ADS_3

Alice sedari tadi melamun di ruangannya,bahkan kedatangan Nay tak membuyarkan lamunan nya.Alive benar-benar tak tau harus bagaimana, tiba-tiba saja Bobby memintanya untuk menikah, padahal Alice tau betul bagaimana Bobby mati-matian menentang perjodohan itu.Namun seketika Alice sadar bahwa Bobby pasti melakukan semuanya demi sang Mama yang sedang terbaring di rumah sakit.


"Alice....... Alice.....aku pamit pulang dulu ya, Arthur sudah menunggu di luar" pamit Nay sambil meletakkan berkas di meja kerja Alice.merasa tak mendapatkan tanggapan, Nay mencoba menelisik wajah Alice yang ternyata sedari tadi menatap ke arah lain dengan pandangan kosong.Nay yang merasa heran menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Alice, namun tak ada respon dari wanita tersebut.


"Alice.....kamu baik-baik saja kan?" tanya Nay, Alice masih diam.


"Alice!!" Nay mulai meninggikan suaranya.


"Hah??"


"Apa Nay?"


"Kamu baik-baik saja? aku pamit pulang, Arthur menunggu di depan" kata Nay


"Hemmm aku okey....... baiklah pulang lah" kata Alice


Akhirnya Nayla keluar dari ruangan Alice dengan wajah penasaran nya, kalau saja Arthur tidak sedang menunggu di depan, Nay rasanya ingin mendengar curhatan dari Alice, dia tau betul Alice pasti dalam masalah.Ariel selalu di minta pulang terlebih dahulu ketika Arthur menjemput Nay ke tempat kerja,dan dengan ceria Nay masuk ke dalam mobil yang sudah di buka pintu nya oleh Max.


"Max kita akan mampir ke supermarket bukan?" tanya Nay pada asisten suaminya itu.


"Sesuai permintaan anda Nona" jawab Max dan segera menutup pintu mobil nya, bergegas melajukan mobilnya ke arah supermarket sesuai keinginan Nona nya.


"Apa kau tau sesuatu Bee?" tanya Nay, Arthur yang sibuk dengan ponselnya nampak mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Nayla.


"Alice nampak gelisah sepulang dari rumah sakit, sebelum makan siang tadi dia pamit menjenguk Tante Aleysia...... setelah kembali dia nampak sangat gelisah" kata Nay


"Entah lah!" jawab Arthur singkat.


Arthur sebenarnya tau apa yang membuat Alice gelisah, karena siang tadi dia dan Max tak sengaja bertemu mereka di kantin rumah sakit ketika hendak menjemput sang Tante, mereka berdua yang tak menyadari kehadiran Arthur nampak berbincang berdua dengan serius, hingga Arthur bisa mendengar penuturan Bobby yang mengajak Alice menikah, tentu saja Arthur tau bahwa Bobby melakukan nya demi yang Mama.

__ADS_1


Inilah salah satu alasan Arthur yang tak ingin segera membongkar kebusukan orang-orang yang terlibat di keluarga nya, Arthur jelas tak akan tega,bila Bobby kehilangan sosok Mama nya, ada banyak rahasia di balik punggung Bobby yang sama sekali tak Bobby ketahui, bila Arthur nekat membongkar kejadian masa lalu dan mendepak orang-orang yang menimbulkan masalah di keluarga Hernandez, Arthur takut akan berimbas pada orang-orang yang jelas tak tau menahu akan banyak hal, termasuk Bobby.


"Biarkan saja Alice, mungkin dia butuh sendiri" kata Arthur sambil memeluk pinggang sang istri.


Rencananya Arthur akan mengabulkan permintaan Nay yang ingin berbelanja sendiri di supermarket, padahal itu biasa di lakukan pelayan dan Max yang bertugas membawa masuk ke dalam apartemen dan menatanya. Namun kali ini Nay ingin melakukan nya sendiri,dan dengan sedikit ancaman dari Nay, akhirnya Arthur memenuhi permintaan Nayla.


"Max.... bagaimana dengan Echa? apa ada yang mencurigakan?" tanya Nay pada Max.


"Tidak Nona, semuanya baik-baik saja, anak buah saya melakukan nya dengan sangat baik" jawab Max kemudian kembali konsentrasi mengemudi.


"Max....apa kamu punya kekasih?" tanya Nay, jangankan Max, Arthur saja sampai mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan Nayla pada Max.


"Kenapa?.....aku hanya bertanya!" kata Nay ketika melihat muka aneh Arthur dan diamnya Max.


"Kamu aneh!" saut Arthur


"Max.....aku akan menjodohkan mu dengan Echa" kata Nay ketika Max berhenti di parkiran supermarket.


"Tuan,tolong kendalikan istri Anda!" kira-kira seperti itu lah suara tatapan mata Max,dia sungguh tak akan bisa menolak keinginan Arthur bila Nay yang meminta.


"Baiklah Max!" dan kira-kira seperti itulah tatapan mata Arthur yang melihat Max memandang nya.


"Kenapa jadi kalian yang saling bertatapan? kalian tidak sedang ada main di belakang ku kan?" tanya Nayla asal.


"Aku tidak akan bisa membuat mu menjerit dan mendeesaah di bawah kungkunganku bila aku ada main dengan Max!" jawab Arthur vulgar di depan Max.


"Bee!!!" sentak Nay dengan wajah merona karena malu dengan Max, sedangkan Max sudah mulai terbiasa dengan dua makhluk hidup di depannya itu.


Karena malu, akhirnya Nay keluar lebih dulu dari mobil dan segera berjalan masuk ke supermarket.

__ADS_1


"Max....... katakan pada Ariel untuk bergerak lebih cepat!.....dan bawa dokter Andre ke lokasi!" kata Arthur.


"Kalau tidak! bisa saja Nona kecil itu akan menikahkan mu dengan saudarinya!" lanjut Arthur.


"Baiklah Tuan!" saut Max.


Arthur menyusul masuk untuk mencari istri nya, sedang Max mencoba menghubungi seseorang, Arthur bilang masalah Bobby sudah beres, tinggal bagaimana Arthur membereskan masalah Morgan dan Echa.


"Hallo Tuan!" sapa seseorang di sana.


"Ariel akan membawamu menemui dokter itu, segera cari Ariel!" kata Max.


"Baiklah Tuan!"


Max duduk di depan supermarket yang di desain seperti sebuah mini cafe, memesan kopi panas kesukaannya, akhir-akhir ini majikan sudah banyak bergerak untuk menyelesaikan masalah keluarga nya, tentu saja dia juga ikut bekerja keras untuk itu, apalagi Celia dan asisten nya,yang tak lain adalah Mama nya sendiri, sudah jarang mengurusi segala nya,mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri yang tak melibatkan perusahaan.Mata Max menangkap sesosok wanita yang sangat di kenal nya, nampak dari kejauhan wanita itu sedang bertengkar dengan seorang lelaki, Lelaki tersebut nampak mengejar si wanita sampai di depan cafe mini tersebut.


"Aku bisa jelasin semuanya sayang....." kata si pria.


"Tidak!! menjauh dari ku!! aku tidak ingin lagi bertemu denganmu!! kau menjijikkan!!" kata si wanita.


Max nampak menikmati drama tersebut dengan sesekali menyeruput kopi di tangannya. Lama kelamaan Max bisa mendengar bahwa si lelaki tersebut sudah berhianat pada wanita nya, sang wanita memergoki pacarnya sedang berpesta se*x dengan teman-temannya di salah satu apartemen temannya,Dan ternyata si wanita memergoki mereka karena tak sengaja di undang dalam acara tersebut, bahkan si wanita bisa melihat bagaimana gila nya mereka yang sedang berpesta se*x.


"Aku bisa jelaskan semuanya Baby...... please!" kata lelaki itu sambil mencekal kuat tangan pacar nya sampai pacarnya berteriak kesakitan.


"Bisa lepaskan!!! dia kesakitan!!" ucap Max dengan datar dan terlihat menyeramkan.


"Siapa kau! jangan ikut campur urusan ku dengan pacar ku!!" saut si lelaki.


"Max....." ucap wanita itu lirih, dia tak sadar kalau ada Max di sana.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2