
Setelah Celia berbicara panjang lebar,bahkan mengatakan bahwa anak nya tak akan bisa hidup tenang setelah penolak yang di lakukan Dewi tentang tawaran Celia,Dewi nampak terdiam, sungguh dia sangat dilema, kata mengubur kan anaknya terus terngiang di telinga Dewi, kalau bukan Celia yang menginginkan nyawa Nayla, pasti anggota keluarga yang lain dan Dewi tak tau siapa, yang pasti saat ini Celia menjadi sekutu nya. melihat gelagat Dewi, Celia tau Dewi tak ada pilihan.
"Arthur!" panggil Celia
"Ya Mom!"
"Kau siap melamar Nayla?"
Lelaki itu nampak terdiam sejenak sambil melihat ke arah Nayla, Nayla juga tak jauh beda, dia ingin melihat ekspresi wajah lelaki yang dia sebut penguasa itu, walaupun dia belum paham betul apa yang sebenarnya di sepakati oleh Bunda nya dan wanita cantik yang di panggil sang Bunda nyonya Celia itu, Arthur memegang lehernya yang terluka akibat aksi Nayla beberapa saat lalu, dan semuanya tak lepas dari mata lentik Nayla, Nayla membuang pandangannya ketika mengingat kejadian itu.
"Tentu Mom, akan sangat menyenangkan mempunyai istri kecil seperti nya!" ucap Arthur sambil memandang ke wajah sang Mama
"Aku menolak!" saut Nayla seketika, Celia dan Dewi diam seakan ingin mendengar kalimat Nayla selanjutnya.
"Aku tidak paham dengan semua nya? apa ini Bunda? aku benar-benar tidak paham! kenapa harus ada pernikahan?" tanya Nayla dengan heran
"Dan dengan dia? lelaki sok jadi penguasa itu? Big No Bunda!!" kata Nay mengakhiri protes nya.
"Nyonya bolehkah saya menjelaskan semuanya pada anak saya dulu?" tanya Dewi.
Dengan ijin Arthur Dewi membawa sang anak ke dalam kamar Arthur,dan Dewi mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana Dewi dan Nayla bisa terseret dalam lingkaran kehidupan keluarga Hernandez, semuanya dia ceritakan,mulai dari kedatangan Rosemary Hernandez, nyonya besar Hernandez sampai wasiat dan beberapa surat yang ada di dalam kotak yang di berikan oleh Rosemary pada Dewi kala itu. Yang membuat Dewi akhirnya juga berpikir untuk mengabulkan permintaan Celia selain demi keselamatan Nay yang sekarang menjadi salah satu pemegang saham perusahaan Hernandez corp. juga mengenai sebuah rekam suara perjanjian dari Rosemary dan Dayana, ibu kandung Nayla yang akan menyetujui satu permintaan dari Rosemary.
Dan sepertinya firasat Dayana sangat kuat, hingga dalam rekaman tersebut juga di sebut kan bahwa Dewi,sebagi adik angkat dan keluarga satu-satunya Dayana yang akan meneruskan wasiat Dayana.
__ADS_1
"Tapi Bunda, aku tidak menginginkan semua nya! aku...."
kata-kata Nayla terhenti ketika Dewi memegang tangan Nayla.
"Seperti kata ibumu, ini adalah bentuk permintaan maaf ibumu, karena tak sengaja membantu seseorang untuk menaruh racun itu di gelas tuan besar, jangan ada dendam Nay" kata Dewi
"Demo Tuhan tidak Bunda, tapi cukup kita berurusan dengan keluarga itu, sudah cukup Bunda!"
Tentu saja Nayla tak rela di persunting seorang lelaki yang dingin, cuek dan sok berkuasa itu, masa mudanya belum dia nikmati sepenuhnya, bahkan dia baru saja akan melaksanakan wisuda Minggu depan, dia tak pernah melewati fase pacaran ataupun mengenal lawan jenis, tapi sekali kenal dengan mereka, pernikahan sudah di depan mata.Nayla ingin menikah dengan momen yang sangat indah, dan dengan orang yang juga di cintai nya, seperti kisah putri yang di lamar pangeran berkuda putih, dongeng anak-anak yang pernah dia baca dulu.
"Baiklah Bunda"
Setelah cukup lama terdiam, dia melihat sorot kecewa di mata sang Bunda, akhirnya Nayla pasrah akan keputusan Bunda nya, Nay juga tau bahwa sang Bunda sangat berat mengambil keputusan untuk itu. Dewi dan Nay keluar dari kamar tersebut,dan memberikan keputusan pada Celia dan Arthur.
kata Nayla
"Jangan bermimpi Nona kecil!! tidak ada dalam kamus hidup ku,akan berakhir sebagai duda!!" saut Arthur dengan tegas.
"Aku akan memberikan saham 10% itu sebagai imbalannya!" kata Nayla.
Arthur bukannya tak mau saham itu, karena sejatinya pertemuan nya kali ini memang menginginkan Nay berada di pihaknya, Jika Arthur bisa mendapatkan saham 10% walaupun dengan jalan menikah paksa, itupun akan di lakukan oleh Arthur untuk mempertahankan harga diri sang Mama. Status nya pun tak ingin dia pertaruhan kan, Gagal dalam rumah tangga akan menjadi sorotan dunia bisnis juga, Arthur akan di anggap tidak becus mengurus rumah tangga nya apalagi bila di percaya untuk mengurus perusahaan, itu lah yang menjadi pertimbangan Arthur.
"Bagaimana Tuan Arthur?"
__ADS_1
tanya Nayla dengan penuh percaya diri.Nayla yakin Arthur akan menyetujui nya karena Nayla juga tau apa yang di inginkan ibu dan anak di hadapannya itu.
"Bangun dari tidur mu Nona kecil!! karena sampai kapanpun mimpi mu tak akan menjadi kenyataan!" ucap Arthur tak bisa di bantah.
"Well... keputusan sudah di ambil, Dan tak ada di antara kalian yang akan menjadi janda atau pun duda...... Dewi.. ikut dengan ku!" kata Celia
"Bunda aku ikut pulang!" celetuk Nayla sambil berdiri mengikuti langkah kaki Bunda nya.
Baru saja Dewi ingin mengandeng tangan anaknya, Celia kembali bersuara.
"Sudah aku bilang bukan, bila keluar dari sini, bisa saja kau akan mengubur kan anakmu!" kata Celia
"Ini tempat paling aman Dewi! toh mereka akan menikah juga,jadi biarkan mereka saling mengenal!"
kata terakhir Celia sebelum benar-benar keluar dari apartemen tersebut,dan Dewi juga melakukan hal yang sama.Nayla hanya bisa menghela nafas pelan sambil mengerutkan bibirnya ke depan tanda tak suka.
Arthur nampak melihat tajam ke arah Nayla, Nay yang tau akan tatapan tajam Arthur seketika takut meresap masuk ke dalam hatinya.Entah sejak kapan tiba-tiba dia tidur terlentang di atas sofa panjang dan lebar milik lelaki tersebut, dan kejadian beberapa saat terulang kembali, dia berada di bawah Kungkungan Lelaki tersebut.
"Mari sedikit berkenalan Nona kecil! agar saat kita sudah menikah tak canggung lagi!"
Arthur nampak memegang tangan Nay dan mengunci nya, dia tau gadis kecil itu punya pertahanan diri, dia sudah cukup melihat bagaimana Nay melawan Max saat penjemputan paksa malam itulah.Nay seakan tau apa yang akan di lakukan Arthur, dia berusaha memberontak namun tak berhasil, hingga dia merasakan sebuah sentuhan benda kenyal menabrak bibirnya dengan paksa, Arthur melumaaat bibir ranum gadis yang sedang di tindih nya saat ini tanpa peduli tubuh kecil itu nampak memberontak.
Semakin Nay memberontak, semakin Arthur terasa tertantang dan tentu saja percobaan perkenalan kali ini menjadi semakin seru untuk Arthur.
__ADS_1
bersambung