Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Lelaki Miring


__ADS_3

Arthur memijat pelipisnya sambil memejamkan matanya, dia benar-benar pusing sekarang, gadis itu terkadang terlihat lembut,terkadang sangat bar-bar, Arthur sampai susah mendefinisikan bagaimana sifat Nayla yang sebenarnya, dia galak dan pemberani namun disamping itu dia sangat lemah lembut,sepertinya Nayla mempunyai dua kepribadian, pikir Arthur! karena di saat yang bersamaan Nayla bisa menjadi gadis bar-bar dan juga gadis lembut,mulutnya juga tak semanis wanita-wanita kelas atas lainnya,namun kadangkala dia terlihat begitu anggun dan berwibawa di saat-saat tertentu nya. Arthur bener-bener akan berhadapan dengan gadis yang mempunyai sifat bercabang,menurut Arthur.


Arthur sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya,dan Alice bahkan sudah hampir jatuh karena shock, dia benar-benar tak menyangka,gadis santun dan anggun tadi berubah menjadi gadis bar-bar saat ini, dan satu catatan lagi, tak ada yang seberani itu menghardik seorang Arthur Hernandez, dan segera Arthur mematikan panggilan telepon nya.


ceklek........ pintu terbuka


"Kau tau bagaimana cara mengetuk pintu bukan?" ucapnya pada sepupunya yang selalu seenaknya sendiri itu.


"Ckc.....Aku sudah berulang kali melakukan nya! Max tak ada di tempat, jadi aku kesini!" ucap Bobby dengan santainya.


"Dia sedang mengurus sesuatu!" kata Arthur sambil berdiri dari kursinya.


"Kau mau kemana? aku baru saja datang! bagaimana kalau makan siang? kita sudah lama tak melakukan nya!" kata Bobby berusaha mencegah Arthur.


"Aku ada urusan yang lebih penting dari sekedar makan siang!" kata Arthur sambil melempar sebuah kunci mobil pada Bobby.Bobby dengan cepat menangkap nya.


"Jadilah sopir ku kali ini" lanjut Arthur.


"Kau selalu menyusahkan!" gerutu Bobby,namun dia tetap menuruti permintaan Arthur.

__ADS_1


Arthur meminta Bobby untuk menjadi sopirnya hari ini dan Bobby benar-benar menjadi sopirnya, karena Arthur tidak mau duduk di depan di sebelah kemudi, Bobby yang tahu betul bagaimana watak sang sepupu hanya bisa mengerucutkan bibirnya saja karena merasa dikerjai oleh Arthur, Arthur yang melihat Bobby sedang cemberut merasa masa bodoh, Arthur berpikir ini adalah kesalahan Bobby kenapa dia harus datang ke ruangannya dan itu yang membuat Arthur memanfaatkan Bobby untuk menjadi sopirnya kali ini. Bobby memang lebih dekat dengan Arthur dari pada dengan Morgan sepupunya yang lain karena entah mengapa Bobby merasa Arthur lebih tulus padanya walaupun Arthur sangat galak dan jarang tersenyum tapi di matanya ada ketulusan untuk dirinya, berbeda dengan Morgan dan juga Syahnaz yang masih terlihat ramah dengannya, namun hatinya benar-benar tidak tergerak untuk dekat dengan Syahnaz dan juga Morgan.


Bobby lebih cemberut lagi ketika Arthur memerintahkan dia untuk menuju ke butik Alice, Bobby benar-benar tidak menyukai Alice,wanita itu di nilai Bobby memakai berbagai cara menurutnya untuk bisa dijodohkan dengan Bobby, Alice teman Arthur dan juga Max, seorang wanita yang sangat disukai oleh Aleysia mamanya, wanita yang digadang-gadang mamanya sebagai calon menantunya atau sebagai calon istri Bobby,namun Bobby tetap melihat bahwa Alice tidak pernah tulus padanya, menurut Bobby Alice sama dengan wanita-wanita kelas atas yang lainnya yang hanya mementingkan martabat dan kekayaan serta di nilai hanya ingin masuk keluarga Hernandez melalui dirinya, Karena Arthur bener-bener tak pernah tersentuh oleh wanita dan Alice rasanya memang tidak pernah mencintai Arthur.


"Bisa kah aku pergi setelah mengantar mu? aku malas masuk ke sana!" kata Bobby yang berhenti di depan parkiran Butik.


"Masuk!! aku butuh supir untuk kembali" kata Arthur berlalu masuk ke dalam Butik.


Bobby akhirnya mengikuti langkah sepupunya itu, di sana Arthur mengedarkan pandangannya, sampai dia menemukan Alice yang sedang berdiri di depan ruang ganti.Alice melihat Bobby ikut berjalan di belakang Arthur, Alice hanya diam saja karena dia tau betul lelaki itu tak menyukainya.


"Di mana dia?" tanya Arthur.


Arthur duduk di kursi yang ada di sana, di ikuti oleh Bobby, Bobby sebenarnya heran siapa yang di tunggu oleh Arthur, namun pada akhirnya dia tak mempedulikan Arthur, dia hanya fokus pada ponsel nya saja.


Hingga sebuah suara mengejutkannya.


"Rupanya Tuan penguasa datang juga!! sekarang katakan!! mana yang harus aku pakai? hemmm?!"


Suara wanita mengalun lembut melewati gendang telinga Bobby, dia terpana sejenak dengan gadis yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Waahh cantik!" ucap Bobby dengan gaya genitnya, dan Nayla hanya menatapnya sekilas.


"Pakailah! aku ingin melihat nya!" kata Arthur


"Tidak! aku menolak nya! Alice akan memajangnya di manekin dan kau akan memilih nya!" kata Nay terlihat tenang sambil duduk di depan Arthur.


"Berani kau menolak ku???!" ucap Arthur dengan penuh penekanan.


"Kau yang sudah membuat ku menolakmu tuan Arthur!!" saut Nay seakan tak mau kalah.


Bobby yang ada di samping Arthur pada akhirnya tertawa terbahak, dia benar-benar merasa mendapatkan tontonan yang langka.


"Luar biasa Nona!! boleh tau siapa Anda? Anda benar-benar membuatku tertawa kali ini!" tanya Bobby.


"Aku?" tanya balik Nay dan di angguki oleh Bobby.


"Aku calon istri lelaki miring di samping Anda!"


"Apa??????!!!

__ADS_1


bersambung


__ADS_2