Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Tentang Syahnaz....


__ADS_3

KEMBALI KE MASA KECIL


Abigail merasa buruk, ketika Dokter yang menangani nya mengatakan dia tak bisa mempunyai anak, bukan hanya dirinya,namun juga suami tercinta nya, yang terkena sakit, hingga tak bisa menghasilkan keturunan di pernikahan mereka.Untungnya Abigail menikahi seorang duda yang telah menyelamatkan diri nya kala itu. Dan akhirnya, setelah menjalin hubungan beberapa waktu, Abigail memutus kan menerima pinangan dari lelaki tersebut.


Karena status nya, tentu saja Tuan besar Hernandez, sangat menentang nya, apalagi suaminya hanya seorang anak angkat dari kolega bisnis nya.


Tuan besar Hernandez yang menjunjung tinggi bebet,bibit dan bobot calon menantunya, Dan dia menentangnya mentah-mentah. Viko nampak meyakinkan Abigail bahwa dia akan bahagia bersama nya dan putri kecilnya. Dan demi Viko, Abigail menentang sang papa untuk pertama kalinya. Pernikahan mereka di gelar mewah, walaupun tak semewah pernikahan Agam,anak sulung nya yang bahkan menikahi seorang berketurunan bangsawan, dan Celia memang menjadi menantu idaman Tuan Hernandez, selain kecerdasan otaknya, Celia juga berasal dari keluarga berada. Pada akhirnya Viko menikah dengan Abigail, dan dengan tak tau malunya, mereka tetap tinggal di kediaman keluarga Hernandez, Abigail yang memang anak bungsu,merasa berhak tinggal di sana, apalagi Rosemary, sebagai ibu nya pun merasa tak tega dengan sang anak.


"Hallo....siapa namamu?" tanya Abigail pada gadis kecil yang berusia 6 tahun itu, entah mengapa Abigail sangat senang melihat wajah Syahnaz untuk pertama kalinya, apalagi Syahnaz terlihat sangat penurut dan pendiam.


"Syahnaz Tante" jawab Syahnaz.

__ADS_1


"Lho kok Tante, Mama dong" ujar Abigail.


Ini memang kali pertamanya Syahnaz bertemu dengan Abigail setelah sang Papa menikah dengan wanita itu,lebih tepatnya satu tahun setelah pernikahan mereka, Viko baru membawa Syahnaz,yang kala itu di asuh oleh nenek dari sang ibu, namun sang nenek meninggal beberapa hari yang lalu, hal itu yang membuat Viko terpaksa harus membawa Syahnaz ke dalam keluarga Hernandez. Hari-hari Syahnaz lalui dengan sangat baik, dia menjadi gadis yang sangat penurut, Viko dengan segala tekanan nya pada Syahnaz, membuat Syahnaz tak berani menentang perintah dari Papa nya, dan Abigail yang menginginkan kesempurnaan dari Syahnaz, membuat Syahnaz makin tertekan. Namun karena tak mau lagi di tinggalkan oleh orang yang di sayangi nya, Syahnaz menjadi gadis yang penurut dan pendiam.


Segala sesuatu yang Abigail ingin kan,selalu di penuhi oleh Syahnaz, Abigail hanya tak ingin, Syahnaz di tindas oleh sepupunya yang lain karena dia bukan darah daging dari keluarga Hernandez.Tentu saja Abigail tak mau itu terjadi, jadi selin dia sayang sekali dengan Syahnaz, dia juga over protektif pada Syahnaz. Sedang kan Viko,entah mengapa tak terlalu peduli dengan adanya Syahnaz di antara mereka.


Hingga suatu ketika, Syahnaz mendengar sendiri bahwa dia bukan anak kandung dari Viko, saat itu Viko sedang berbicara dengan seseorang di telepon.Viko yang menyadari keberadaan Syahnaz, menghentikan panggilan telepon nya, kemudian menyeret Syahnaz masuk ke dalam ruangan di mana dia berada.


"Apa benar itu?" tanya Syahnaz dengan mata berkaca-kaca.


"Benar!! dan ingat! jangan sampai Mama Abigail tau! kalau tidak, Papa yakin kamu akan di buang!.....kamu tidak mau kan di buang lagi?" kata Viko, dan Syahnaz hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

__ADS_1


"Hapus air mata mu dan keluar dari sini, ingat!! kalau sampai Mama Abigail tau kalau kamu bukan anakku! maka kamu langsung akan di buang dari keluarga ini" ancam Viko, tentu saja Syahnaz kecil tak berani dengan ancaman Viko. Syahnaz akhirnya meninggalkan tempat tersebut, Syahnaz bertekad tak akan mengingat apa yang baru saja dia dengar, terus terang saja, dia tak ingin kehilangan lagi orang-orang yang menyayangi nya, bahkan Syahnaz sekarang tak peduli, bahwa mereka berdua bukanlah orang tua kandungnya.


"Semangat Syahnaz..... mereka adalah orang tua mu!"


"Semangat Syahnaz..... mereka adalah orang tua mu!"


"Semangat Syahnaz..... mereka adalah orang tua mu!"


Gumam nya sambil berjalan menuju ke kamarnya, dan di sana Syahnaz masuk ke dalam kamar mandi, menyalakan shower nya dan menguyur tubuh nya, di sana Syahnaz menangis sejadinya, paling tidak,tak akan ada siapa pun tau bagaimana perasaan nya saat ini.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2