
Masih di masa lalu
Zeno benar-benar bingung harus berbuat apa, melenyapkan gadis itu jelas tak mungkin, dia tak mau jadi seorang pembunuh, namun melihat sang Kakak yang terus-menerus mendesak nya, membuat Zeno delima sendiri.Alex sangat jarang berkunjung ke rumah besar Carter, dia mulai sibuk dengan perusahaan yang sedang terpuruk, dia sudah banyak mendapat pengalaman dari tuan besar Carter, sahabat baik sang Papa.Tuan Carter juga tak pernah tau permasalahan Serra, anaknya yang ternyata begitu mencintai Alex, Serra belum meminta sang Papa untuk menjodohkan nya dengan Alex, begitu juga dengan Zeno yang masih tutup mulut.
"Zeno... Papa ingin kamu menggantikan Papa ke perusahaan Samanta, bisa? Papa sudah bilang Kalau kamu yang akan menggantikan Papa" kata Tuan Carter ketika mereka di meja makan.
"Apa ini penting Pa?" tanya Zeno
"Hemmm, Alex juga akan pergi bersama mu, dia akan menemui gadis yang akan di jodohkan dengan nya, kalian akan berangkat nanti siang ke bandara" jawab tuan Carter.
Serra menghentikan acara makan nya, dia melirik ke arah Zeno, Zeno yang saat ini juga tengah melirik sang kakak,tau betul apa maksud dari tatapan kakaknya.Zeno nampak sangat ragu, dia tak mungkin melakukan semuanya sendiri,menjadi seorang pembunuh jelas tak pernah ada di pikiran nya.
"Kalau kamu tidak ingin melihat gadis itu terbunuh!! maka kamu akan melihat mayat Kakak mu Zeno!!" ancam Serra beberapa waktu lalu, ketika Serra meminta Zeno melenyapkan gadis yang di jodohkan dengan Alex.
Akhirnya Zeno dan Alex benar-benar bertolak ke negeri seberang, bertemu dengan klien sang Papa dan bertemu dengan gadis tersebut, mereka bahkan sekarang sedang berada di sebuah cafe bertiga dan menikmati sore mereka.
"Kenalkan, ini sahabat aku, Zeno..." ucap Alex pada gadis tersebut.
"Zeno..."
"RoseMary..."
Mereka saling berkenalan, Rose Mary merupakan gadis yang ceria dan cerdas,namun tak mengurangi keanggunan nya, dia berasal dari keluarga yang cukup terpandang.Zeno memperhatikan bagaimana interaksi antara Alex dan Mary, dan baru kali ini Zeno melihat bagaimana Alex tersenyum lepas setelah kepergian sang Papa, Mary benar-benar membawa hal positif dalam hidup Alex.Zeno yang sejatinya hendak memenuhi permintaan sang Kakak di urungkan niat nya, dia merasa tak tega dengan gadis ceria di hadapannya.
__ADS_1
Perjalanan bisnis itu bahkan berjalan lebih lama dari yang di jadwal kan, sang kakak hampir setiap hari menanyakan tentang permintaan nya.
Hari ini Alex, Zeno dan RoseMary bertolak ke negara asal Alex dan Zeno, Rosemary mengambil cuti kuliah karena Mama Alex ingin bertemu dengan Mary, gadis yang akan menjadi menantu nya tersebut.Mendengar kepulangan Alex dan Zeno bersama wanita lain, Serra menggila di kamarnya.
"Aaarghhh... brengsek!!!! bajiiingan kamu Alex!!! ....kamu menghianati aku Zeno!!!! aaarghhh.....!!!"
Serra berteriak sambil membanting apa saja yang ada di hadapannya, seorang pelayan yang hendak masuk tak berani karena mendengar beberapa kali suara benda di banting.
"Gak...gak...gak.....aku gak bisa diam saja!! Alex harus jadi milik aku!! Dengan atau tanpa bantuan Zeno!!"
gumamnya sambil beberapa kali mengigit kuku-kuku jarinya. Serra tersenyum kecil ketika mendapatkan ide gila di kepalanya, sedangkan Zeno saat ini sedang duduk berhadapan dengan Alex, dia menceritakan semuanya pada Alex bahwa Serra menginginkannya menjadi suami Serra, walaupun Zeno tak bercerita tentang rencana Serra menghabisi Rosemary, dia tak ingin Alex menjauhinya.
"Zen..... lalu aku harus bagaimana? aku benar-benar tidak bisa memenuhi permintaan Serra" kata Alex,
Dia nampak menunduk,dia benar-benar tak suka dengan keadaan seperti ini, dia sangat menyayangi Tuan Carter, sebagai sahabat Papa nya, juga Zeno yang berusaha mendekatkan diri padanya, sebenarnya dia juga menyukai bersahabat dengan Zeno, namun melihat bagaimana Serra,membuat Alex berniat menjauhkan diri dari mereka, Alex tak mau semakin menyakiti Serra.
"Aku mohon lepaskan aku!" ucap lirih Rosemary yang sudah nampak lemas memohon pada Serra.
"Melepaskan mu? ya... baiklah sayang...tapi setelah Alex datang dan menikah dengan ku...hahahahahaha!" saut Serra, tawanya membahana seantero gudang tersebut.Dan beberapa saat kemudian, Alex yang di tunggu datang, Serra nampak senang,namun siapa yang menyangka bahwa Alex membawa serta Tuan Carter.Serra tiba-tiba merasa gugup dan sedikit takut dengan Papa nya, dia ingin terlihat sebagai gadis yang baik dan anggun di depan Papa nya seperti sebelum-sebelumnya.
"Serra!!!" ucap Tuan Carter.
"Lepaskan gadis itu!!" lanjutnya, Tuan Carter melihat Serra mengarahkan pistol tersebut ke kepala Rosemary.
__ADS_1
"Lepaskan sayang " bujuknya lagi.
"Gak pa....gadis ini tidak baik buat Alex pa, Alex cuma punya Serra...!??" teriak Serra hampir tak terkendali.
"Iya Serra, Alex untuk Serra, sekarang lepaskan ya sayang " bujuk Tuan Carter lagi.
"Alex mau kan kamu menikah dengan ku? hemmmm" tanya Serra dengan linangan air mata.
"Ya...ya Serra... berikan pistol itu sayang, berikan " pinta Tuan Carter.
"Jawab Lex...jawab!!" bentak Serra dan semakin mendekatkan pistol yang dia pegang ke kepala Rosemary.
"Ya Serra..... berikan pada ku .." bujuk Alex juga,dia bahkan sudah mendekati Serra secara perlahan, Namun baru saja beberapa langkah, Serra nampak tak percaya dengan Alex, hingga dia bersiap menembakkan ke pelipis Rosemary.Dengan secepatnya Alex mencoba merebut pistolnya, hingga adegan saling tarik menarik pistol tak terelakkan, Tuan Carter juga mencoba mendekatinya, Namun baru beberapa langkah saja.
Dor.......
tembakan pistol tersebut melesat dan menembus dada Tuan Carter, Alex seketika melepaskan diri dari Serra,dan menghampiri tuan Carter, dia nampak menangis histeris melihat lelaki yang di sayangi nya terkapar tak berdaya.
"Maafkan..... Serra" kata-kata terakhir Tuan Carter sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dia terkena tembakan tepat di jantung nya.
"Papa!!!" teriak Zeno di ambang pintu, dia berlari ke arah sang Papa yang tidak lagi bernyawa. Kemudian dia bersimpuh di dekat Alex, pikiran Zeno kacau saat ini, dia terlambat,dia tak bisa melihatnya bagaimana kejadian tersebut berlangsung.
"Mereka membunuh Papa Zen,.....balaskan dendamku kepada mereka!!" teriak Serra, Zeno tak begitu memperhatikan sang kakak, hingga
__ADS_1
Dor..…..
bersambung......