
Warning!!!!!!
Area khusus dewasa!!!
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Nayla benar-benar tak menyadari bahwa pandangan matanya yang tertuju pada bagian bawah perut lelaki yang baru saja menjadi suami nya itu malah membuat gairah Arthur semakin naik.
"Hahahahahhaha......Kau terpesona dengan ukuran nya? aku akan membuatmu terpesona dengan rasanya Nona kecil!" ucap Arthur tersenyum tipis, sangat tipis sampai Nay tak menyadarinya. Dan dengan cepat Arthur mencekal pergelangan kaki Nay yang hendak turun dari ranjang.
"Lepaskan!!! jangan mendekat!!!" teriak Nayla
Namun sayangnya Nay yang memang mempunyai perawakan tubuh kecil tak mampu melawan tubuh kekar sang suami, padahal Arthur hanya memegang pergelangan kakinya dengan satu tangannya. Nayla yang sibuk melepaskan cekalan tangan Arthur tak menyadari bahwa sekarang Arthur sudah berada tepat dia atas tubuhnya, kesadaran Nay segera kembali ketika kedua tangan nya di naik oleh Arthur sampai ke atas kepalanya.
"Masih mau melawan Nona kecil?" tanya Arthur sedikit menyinggungkan senyuman nya.
"Lepaskan aku!!! tidak ada dalam perjanjian pernikahan kita kalau aku harus melayani mu tuan Penguasa!!" ucap Nay dengan tegas.
"Memang!! dan ingat kita tidak punya perjanjian pernikahan!! Aku tak akan membiarkan mu menjadi janda! apa lagi aku? cerai bagai kan aib buatku!!" saut Arthur
"Dan aku.....akan melakukan berbagai cara agar kau jatuh cinta padaku!! jatuh sampai sejatuh-jatuhnya Nona kecil!" bisik Arthur selanjutnya.
Nayla yang masih kaget dengan ucapan Arthur tak menyadari bahwa Arthur sudah menyatukan bibir nya dengan bibir ranum sang istri, satu tangannya menahan tengkuk belakang Nayla, Arthur dengan lum@atan lembutnya membuat Nayla sedikit terbuai, entah mengapa naluri kelelakiannya mengarahkan Arthur menjadi lelaki profesional dalam mencumbu sang istri, padahal bisa di pastikan bahwa keperjakaan bibir nya hanya Nay lah yang menikmati nya, apalagi rudal tempur milik Arthur yang baru pertama kali di lihat secara langsung oleh wanita, dan itu adalah sang istri.
Arthur bukanlah seorang Pemain, lelaki itu cukup menutup diri dari banyak wanita karena ambisinya menumpuk harta kekayaan tanpa bantuan sepeserpun dari keluarga Hernandez,dan itupun sudah tercapai dengan baik, walaupun tak satupun dari keluarga nya yang tau perusahaan milik nya yang berada di luar negri dan di kelola oleh orang kepercayaan nya.
Lum@tan lembut Arthur berubah menjadi lebih menuntut, merasa Nay sudah bisa sedikit rileks, Arthur melepaskan cekalan tangan Nay, Arthur benar-benar membuat Nay terbuai, bahkan tanpa di sadari wanita tersebut, tubuhnya sudah sama-sama polos seperti sang suami.Tangan Arthur pun tak mau kalah, dengan sigap dia menurunkan belaian nya hingga ke bagian dada Nay, meremas sesuatu yang tangan nya tanggap.
__ADS_1
"Aahh....." rintih Nay ketika benda kenyal di dadanya di remas dengan pelan oleh Arthur, sedangkan dia juga merasakan gigitan kecil di sepanjang lehernya. Nay yang sibuk dengan rintihan-rintihan kecilnya, tak pernah membayangkan bahwa secepat kilat mulut Arthur sudah mendarat di dadanya, memainkan sesuatu di sana secara bergantian dengan tangan dan mulut nya.
"Nikmat... Baby?" tanya Arthur sambil melirik ke arah wajah Nay yang terlihat merona dengan mata tertutup.Arthur tersenyum kecil ketika melihat sang istri mulai menikmati permainan nya.
"Aku akan membuatmu lebih melayang...." bisik Arthur sebelum dia *****@* bibir ranum sang istri.
Arthur benar-benar memperlakukan Nay bagaikan Boneka porselen yang tak boleh pecah sedikit pun, dia sudah mengabsen setiap jengkal tubuh sang istri, hingga jeritan kecil terdengar dari mulut Nay ketika lidah Arthur dengan ganasnya bermain di antara pangkal paha Nay.
"Ar-thur!!... a-apa yang .....ahhh!" jerit Nay yang tak bisa dia teruskan, jelas kenikmatan yang belum pernah sama sekali Nay rasanya. Di area yang begitu sangat di jaganya selama ini, nampak berdenyut ketika dengan lincah dan ganas nya Arthur bermain dengan lidah dan mulutnya.
"Ar-thur hentikan!!" kata Nay namun jelas sekali bertolak belakang dengan tubuhnya yang menikmati setiap sentuhan sang suami.
"a.aku...... Arthur... a-aku..."
"Tumpahkan Baby......"
"Sekarang kita akan mengarungi lautan kenikmatan bersama sayang" bisik Arthur
Arthur nampak memegang rudal tempur milik nya,dan membuka lebar kedua kaki Nay, dengan segera dia mengarahkan miliknya yang sudah siap tempur sedari tadi dengan semangat 45 nya.
"Arthur!!! brengsek!!" bentak Nay, entah mengapa tiba-tiba gadis ini menjadi bar-bar, Arthur tersenyum tipis mendengar nya.
"Sakit!!!" kata Nay
"hemmmmm....kemana gadis pemberani ku hemmm..
.begini saja sakit?" bujuk Arthur, dia sebenarnya tau bahwa untuk pertama kalinya seorang gadis pasti akan kesakitan jika melakukan hubungan sekz untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Hentikan.......ini sakit!" ucap Nay lagi
"Tidak akan setelah beberapa menit sayang!"
Jleb........
Rudal itu akhirnya benar-benar masuk pertempuran dengan sempurna, Arthur mencium bibir istri nya untuk membantu nya menetralkan rasa sakit di bawah sana.Setelah di rasa istri nya mulai tenang, Arthur memaju mundur kan pinggul nya dengan pelan.Arthur mengambil kedua tangannya Nay dan saling menautkan dengan tangannya, meremas nya pelan, bisa di rasakan nya tangan Nay mengenggam tangan Arthur dengan sangat kuat.
"Sudah..... berhenti!! ini sakit!" kata Nay
"Bukan begitu cara mainnya Baby.....kita harus melintasi cakrawala dan merasakan di atas puncak kenikmatan" ucap Arthur di akhir dengan kecupan di setiap jengkal wajah Nayla.Melihat Nayla yang mulai terbiasa, Arthur tak bisa Langi bermain pelan, hentakan demi hentakan di lakukan oleh Arthur, bahkan sesekali Nayla mendes@h keras bila Arthur melakukan hentakan dengan sedikit cepat.
"Ar... Arthur....aku......."
"Sedikit lagi sampai Baby......kita bersama" ucap Arthur memotong perkataan Nay,dan dengan sedikit mempercepat hentakan, dirinya dan Nay mengerang bersama menandakan mereka sudah sampai pada puncak kenikmatan nya.
Arthur memandang ke wajah wanita di bawah Kungkungan itu dengan nafas yang masih tersengal sambil membelai rambut Nay yang sedikit berantakan menimpa wajahnya, begitu pula dengan Nayla. Arthur benar-benar tak menyangka akan berada di posisi ini, menjadi suami dari seorang wanita yang baru saja dia kenal, Namun dia tetap akan berusaha menjalin hubungan yang harmonis dengan istrinya itu.
"Aku mau lagi!" ucap Arthur ketika merasakan Rudal yang masih berada di lembah pertempuran itu tiba-tiba mengeras kembali.
"Tidak....tidak....tidak!! Arthur......aku lapaaar" rengek Nay seperti anak kecil.
"Dear..... panggil aku dengan benar!...cup....." kata Arthur kemudian menghentakkan senjata nya untuk bertempur sekali lagi.
"Setelah ini aku akan menyuapimu" rayu Arthur.
Dan malam ini benar-benar menjadikan Arthur sebagai penguasa atas diri Nayla sepenuhnya.
__ADS_1
bersambung