
Seorang suster memangil Echa karena ada pasien yang terluka, Echa yang sudah selesai memeriksa salah satu pasien pun bermaksud untuk membantu pasien tersebut,karena memang suster yang memanggil nya sedang buru-buru, dan di sana hanya ada mereka berdua selain pasien.
"Di mana sus?" tanya Echa
"Di balik tirai itu Dok!" kata suster sambil menunjuk ke arah Morgan terbaring.Echa bergegas menuju ke sana.
Sreeekk.......suara tirai terbuka.
"Maaf bisa saya lihat lukanya?" tanya Echa yang belum menyadari bahwa itu adalah Morgan karena sibuk membetulkan peralatan dokter nya.
"Ini hanya luka kecil" saut Morgan
Deg......
Echa seketika berhenti dari kegiatan nya, bohong jika dia tak mengenali suara pasien yang sedang terluka saat ini.Dengan gerakan pelan, Echa memastikan benarkah yang ada di hadapannya adalah Morgan. Dan benar saja, Morgan duduk di ranjang rumah sakit sambil memperlihatkan tangannya yang masih mengeluarkan banyak darah, suster tadi tak sempat memberikan pertolongan pertama kepada Morgan, dia sudah berteriak memanggil Echa untuk menanganinya, dan saat ini,dengan berbagai perasaan di hatinya, Echa mulai meraih tangan kiri Morgan, membersihkan tangannya yang terlihat banyak mengeluarkan darah, Dengan telaten Echa menanganinya membalutnya dengan kain kasa, memberikannya sedikit obat untuk menghentikan darah yang keluar terus dari telapak tangan Morgan.
"sudah selesai Tuan saya sudah membalut luka ditangan Tuhan sekarang Tuhan bisa pergi ke administrasi untuk pembayarannya dan dan saya akan menuliskan berapa resep obat" kata Echa terlihat sangat formal.
"Aku merindukan mu Cha" ucap Morgan.
Echa yang sudah berbalik hendak meninggalkan Morgan berhenti seketika dia nampak meremas ujung baju dokternya terus terang saja Echa juga sangat merindukan lelaki itu, namun penyerangan yang dialaminya beberapa waktu yang lalu menyadarkan dia bawa dia tak boleh kembali ke masa lalu, bukan hanya dirinya yang akan terluka, tetapi Morgan juga, orang yang selama ini mengawasinya pun mengatakan akan menghabisi Morgan bila Echa kembali lagi untuk merajut kasih dengan Morgan.
__ADS_1
5 tahun yang lalu mereka sudah berhasil membuat Echa benci dengan Morgan, walaupun pada kenyataannya bukan Morgan yang salah dalam hal ini, Namun saat itu Echa sangat membenci Morgan karena dianggap sebagai lelaki yang tidak tegas dan telah berkhianat dari nya,hingga beberapa bulan berlalu akhirnya Echa tahu apa alasan mereka berpisah, karena beberapa bulan setelahnya dia kerap mendapatkan teror ketika dia masih berusaha untuk meladeni Morgan yang masih menghubunginya.ketika Morgan masih berusaha untuk menghubungi Echa kerap kali mendapatkan sebuah ancaman dilayangkan kepadanya dan dan itu membuat Echa pada akhirnya bener-bener menutup rapat akses Morgan untuk menemuinya.
mendengar kata rindu dari Morgan Echa hanya memejamkan matanya, perlahan butiran air bening dari matanya nampak keluar,namun dia tak berusaha untuk menghapusnya,Karena bila dia menghapusnya maka Morgan akan tahu bahwa dia menangis, Echa berjalan cepat meninggalkan Morgan dan masuk ke dalam ruangannya, dia benar-benar ingin menyendiri saat ini.Morgan berjuang untuk mendapatkan cintanya lagi walaupun Echa sama sekali tidak menghiraukannya, namun Morgan tak mau kalah, dia mengejar aja masuk ke dalam ruangan.
Di sisi lain, Arthur baru saja mendapat laporan dari Ariel bahwa Morgan bergerak lebih dulu untuk kembali mendapatkan kekasihnya, Arthur bahkan meminta Ariel untuk lebih mengawasi pergerakan Morgan melalui Praz,kekasihnya dan setelah itu Arthur memintakan Max untuk mengurus tindakan selanjutnya untuk mengurus kelanjutan dari tindakan Morgan.
"Ingin masak apa?" tanya Arthurl pada Nay yang sedang sibuk menata bahan makanan diatas meja dapur
setelah acara belanja bulanan mereka yang diminta oleh Nayla sekarang Nayla memasak masakan kesukaan sang suami malam ini mereka akan melakukan makan malam bersama. Nella banyak banyak membaca buku tentang merencanakan kehamilan sesuai dengan janjinya kepada Arthur dia sudah melepaskan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dan mulai hari ini dia akan memakan makanan yang cukup bergizi untuk perencanaan kehamilan nya.
"Lihat lah....aku akan memasak beberapa menu, bagaimana?" tanya Nay.
"Kau tidak suka?" tanya Nayla.
"Hemmm...bukan! hanya saja, itu daging domba..... hormon testosteron ku akan cepat naik Baby!Aku tak ingin menggempur mu malam ini, aku ingin mengistirahatkan tubuh mu malam ini" ucap Arthur seakan tanpa beban.
"Dasar Mr. mesum!!" ucap Nay dengan sangat sengit.
Cup.......Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Nay.
__ADS_1
''Duduklah! aku yang akan membuat makan malam" kata Arthur.
"Benarkah? kamu bisa?" tanya Nayla dengan nada sedikit mengejek mana mungkin si tuan besar yang apa-apa Max! apa-apa Max, ini bisa memasak pikir Nayla.
"Tentu saja Nona kecil! aku pernah hidup sendiri saat sekolah dulu" kata Arthur sambil memakai apron warna merah muda di meja.
"Sejak kapan ada apron merah muda di dapur milikku?" lanjut Arthur bertanya.
"Dapur ini bukan lagi milikmu tuan Arthur..... jadi diam dan masaklah!" kata Nay yang duduk di dekat meja dapur, Arthur hanya tersenyum tipis.
"Apa aku boleh menjodohkan Max dengan Echa?" tanya Nay, entah mengapa Nay berpikir bahwa Echa akan aman dengan Max, walaupun lelaki itu sebelas dua belas dengan suaminya, cuek, datar dan lebih sering tanpa ekspresi.
"Ku rasa Echa tak akan tahan dengan Max" kata Arthur berusaha untuk membantu Max, karena jelas sekali Max menolak nya beberapa waktu lalu.
"Kan belum di coba!" saut Nay.
"Lagian,kita berdua lama-kelamaan cocok juga!" lanjut Nay.
Arthur mematikan kompor nya, masakan nya sudah selesai, tinggal dia letakkan di piring nya saja.Arthur mengangkat tubuh Nayla dan mendudukkan nya di meja serta mengungkung nya dengan kedua tangan nya.
''Kita cocok karena aku yang terbaik Baby...." ucap Arthur dan di akhiri lumaatan lembut di bibir istri nya itu, entah mengapa Arthur begitu menyukai berdekatan dengan istri mungil nya itu, Arthur yang selalu meminta Nay untuk mencintai nya, namun seperti nya benih-benih cinta lebih dulu tumbuh di hati Arthur, hanya saja Arthur tak menyadari semuanya.
__ADS_1
bersambung.....