Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Masih tentang kehidupan Syahnaz dan Bella


__ADS_3

Max dan Sam datang ke apartemen setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Di apartemen bawah mobil Sam dan Max sama-sama baru saja sampai, dan mereka turun dari mobil masing-masing.


"Kenapa kau meminta mereka tinggal satu apartemen?" tanya Sam ketika mereka berjalan bersama menuju ke arah lift.


"Apa kau pikir Syahnaz mau meninggalkan Bella bersama mu??.... jelas dia tak akan percaya padamu!" saut Max bahkan tanpa memandang ke arah Sam.


"Ckc...dasar....!" seru Sam yang tak suka.


Mereka berjalan masuk ke dalam lift dan beberapa saat kemudian mereka sampai di unit apartemen yang ditempati oleh Syahnaz dan juga Bella, karena mereka tahu akses masuknya, mereka berdua langsung masuk ke dalam, Namun sepertinya samar-samar mereka mendengar percakapan antara Syahnaz dan juga Bella,Max tersenyum tipis mendengar penutupan Bella, sedangkan tangan Sam mengepal kuat-kuat mendengar apa yang dikatakan oleh Bella.


"Atau...... jangan-jangan...dia hanya menginginkan tubuhku saja!!...oohh tidak!! aku harus bagaimana??!!"ucapnya semakin panik sambil meletakkan kedua tangannya di dadanya.


"Bagaimana kalau iya?"


Suara Sam tiba-tiba menyela percakapan mereka dengan penuh penekanan dan sedikit nada marah.Secara spontan mereka menoleh ke arah suara tersebut.


"Ooh...mati aku Nazzz....!!" ucap Bella berbisik

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa membantu mu" saut Syahnaz yang juga berbisik.


Max yang mengetahui gelagat Sam, tiba-tiba melangkah dan menarik tangan Syahnaz, dia akan memberikan waktu dan tempat pada Sam, untuk menyakinkan Bella tentang hubungan mereka, Jangan kan Bella, Max sendiri juga merasa heran, bagaimana bisa secepat itu Sam menyukai Bella.


"Syahnaz!!" pekik Bella ketika melihat Max menarik Syahnaz ke arah pintu apartemen.


"Max....kita mau kemana?" tanya Syahnaz, jujur dia merasa khawatir meninggalkan Bella bersama dengan Sam, apalagi di dalam satu apartemen, bagaimanapun juga Syahnaz benar-benar menganggap Bella sebagai adiknya sendiri, sebagai kakak,Jujur saja dia tidak bisa meninggalkan Bella dengan seorang laki-laki yang baru saja mereka kenal, bahkan sebelumnya mereka tak pernah dekat dengan Sam, Sam hanya dianggap sebagai kliennya saja selama beberapa minggu terakhir ini.


"Tenang lah, Sam sudah jinak" saut Max yang terus menarik tangan Syahnaz walaupun secara lembut.


"Tapi Max...." Syahnaz masih tetap bersikukuh.


"Syahnaz!! jangan pergi!" pinta Bella, dia merasa tak nyaman dengan tatapan mata Sam yang sangat tajam pada nya.


"Pergilah Max!" pinta Sam yang sudah tak tahan dengan drama dia wanita tersebut.


Syahnaz akhirnya mengikuti Max keluar dari apartemen tersebut. Namun hatinya tetap merasa khawatir dengan Bella yang dia tinggalkan bersama Sam,dapat dia lihat bila Bella hendak menangis ketika Syahnaz benar-benar meninggalkan dia. mendengar suara pintu yang sudah tertutup Sam memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, kemudian berjalan menuju Bella dengan perlahan, Bella yang merasa takut pun sedikit demi sedikit melangkah mundur menjaga jarak dengan Sam, namun sayangnya semakin dia ke belakang, punggung Bella malah menabrak dinding apartemen tersebut.

__ADS_1


"A-apa mau Tuan?" tanya Bella dengan gugup.


"jadi kau menilaiku seburuk itu Bella?" tanya Sam sambil terus berjalan ke arah Bella yang terjebak di dinding apartemen.


"Bukan seperti tu-tuan!!" sanggah Bella.


"Lalu seperti apa?" tanya Sam sambil berbisik di telinga Bella,.entah sejak kapan Sam sudah merapat kan tubuhnya ke tubuh Bella.Dan sekarang dengan jahilnya lidah Saya menyusuri lahir dan telinga Bella.


"Hiks.... hiks....hiks.... tolong lepaskan aku Tuan Sam!! jangan ganggu aku! aku tidak menjual tubuh ku!!" ucap Bella yang malah membuat Sam merasa heran, jadi benar kalau Bella benar-benar takut kepadanya takut kalau hanya menginginkan tubuhnya saja.


Sam sedikit menjauhkan tubuhnya dari Bella, dia bisa melihat bahwa perempuan tersebut sedang menangis sambil menunduk, Sam perlahan mengulurkan tangannya ke pipi Bella,menghapus air mata yang jatuh karena perbuatanya sendiri. sebenarnya Sam sudah sering melihat Bella dari kejauhan, Entah mengapa saat memandang wajah Bella untuk pertama kalinya, Sam merasa jantungnya berdetak lebih kencang, yang selama ini belum pernah ada seorang wanita pun yang bisa membuat dia merasa deg-degan, namun berbeda dengan Bella, bahkan kala Sam melihat Bella untuk pertama kalinya pun, Sam tak pernah mengetahui siapa Bella sebenarnya, hingga akhirnya dia mencari tahu siapa Bella dan ketika Arthur memiliki misi untuk mendekatkan Syahnaz dengan Max, dengan cara menjadikan Sam sebagai umpannya, dengan senang hati Sam melaksanakan tugas tersebut.


dalam benaknya kala itu, dia bisa melihat Bella wanita yang dia lihat itu ternyata menjadi adik angkat dari Syahnaz salah satu bekas penghuni rumah besar keluarga Hernandez tanpa membuang waktu Sam akhirnya melakukan pendekatan kepada kedua gadis tersebut Namun visinya yang diperintahkan oleh Arthur, Sam harus lebih bersabar untuk tidak terlihat menginginkan Bella.


"iya Isabella Aku menginginkan tubuhmu!!" ucap Sam sambil ma mengelus pipi Bella yang penuh dengan air mata tangisnya bukannya berhenti namun semakin sesenggukan.


"Aku menginginkan tubuhmu dan juga hatimu Isabella?! jadi maukah kau menikah denganku?"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2