Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Menuju pernikahan Alice


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja, Balqis dengan semakin gencar mengejar dan membuat situasi seolah-olah dia dan Arthur secara kebetulan berada di dalam satu tempat, tak jarang dia dan Arthur bertemu di tempat proyek yang mereka bangun.Sedangkan kabar mengenai Alice dan Bobby, akhirnya menemukan titik temu, dua keluarga itu akhirnya mengadakan pertemuan dan menentukan tanggal pernikahan mereka.Dan saat ini Alice tengah mencoba gaun pengantin baru yang di buat oleh Nayla, Alice sengaja ingin memakai desain baju pengantin dari Nayla.


Dengan senang hati Nayla mengabulkan permintaan dari Alice. Dia sangat senang karena akhirnya Alice dan Bobby menikah, walaupun Nayla tau dengan segala kisah mereka. Nayla berharap Bobby dan Alice akan mendapatkan nasib yang sama seperti pernikahan nya dengan Arthur, Mereka yang tidak pernah bertemu sebelumnya, tidak pernah mengenal sebelumnya, namun setelah menikah mereka bisa saling mencocokkan diri dan jadi lebih cocok, walaupun tak jarang perdebatan sering terjadi di antara mereka.


"Bagaimana? Kau suka?" tanya Nayla dengan antusias.


"Hemmm....ini adalah gaun impianku, walaupun ini bukan pernikahan impian ku" saut Alice.


"Please......jangan begini! kau akan bahagia, dengan atau tanpa perhatian nya" kata Nayla yang mencoba menenangkan hati Alice.


Alice tersenyum sangat manis, dia tau ini adalah pilihan hidupnya, paling tidak,ada orang yang bahagia atas pernikahan nya, walaupun itu bukan dirinya sendiri.


Seperti saat ini, sang mertua baru saja pergi karena harus kontrol kesehatan nya, Sedangkan sang Mama sibuk dengan pekerjaan nya dan juga mengurus resepsi pernikahan mereka.Alice memang selalu berbagi cerita dengan Nayla dan Echa, namun semuanya hanya sebatas nya saja, nyatanya Alice masih akan menangis sendiri di kamar nya saat malam mulai beranjak.Nyatanya Alice benar-benar tak mau merepotkan Nayla dan juga Echa.


Apalagi Echa, di ketahui oleh Alice,sedang merajut kembali tali kasih dengan Morgan, walaupun mereka melakukan nya dengan diam-diam.Morgan ingin segera memperkenalkan Echa sebagai kekasihnya,dia bahkan sudah tak peduli walaupun Bara nantinya akan menghancurkan hidupnya dan juga Mama nya, bagi Morgan,sudah cukup dia mengorbankan diri untuk mereka semua, toh selama ini, mereka tak sekalipun mengorbankan diri untuk nya.


"Apa Bobby tidak datang?" tanya Nay


"Menurut mu?" tanya Alice balik.


Nay hanya bisa menghela nafas nya pelan, dia tau betul, bahwa Bobby yang selalu ceria dan suka bercanda di depannya, tiba-tiba akan menjadi patung bila di dekat Nay ada Alice, mood Bobby akan anjlok begitu saja.Alice nampak tersenyum dan berputar di depan kaca, bahkan beberapa karyawan nya ikut berkerumun dan terlihat kagum dengan atasannya itu.


"Prefect!??......ini mengagumkan Nona Nayla, anda mendesain nya dengan sangat indah!......dan kau Nona Alice...... seperti seorang putri!!" kata salah satu karyawan nya dan di iya kan oleh teman-temannya.


"Terima kasih.....kalian akan mendapatkan makan siang gratis hari ini!" ucap Nayla.


"Waahhh terima kasih kembali Nona Alice, Nona Nayla" ucap mereka serentak.

__ADS_1


###########


Balqis nampak gelisah di kursi kebesaran nya, pasalnya, selama beberapa waktu ini dia tak berhasil menjerat hati Arthur, jangankan menjerat nya, mendekati nya saja Balqis tak bisa.Di dekat Arthur seperti berdiri tembok raksasa yang tak bisa Balqis tembus, siapa lagi kalau bukan Max, lelaki yang sama kakunya dengan Arthur itu, Belum lagi Nay yang sangat sulit di buat cemburu oleh Balqis, ada saja tingkah Nayla yang membuat Balqis jengkel karena tak terpengaruh sama sekali, seperti beberapa waktu lalu, Arthur yang sedang meninjau pekerjaan nya di luar kota, tiba-tiba di kejutkan oleh Balqis yang tiba-tiba muncul di hotel yang sama dengan nya.


Dengan berbagai cara, Balqis akhirnya mendapatkan foto dirinya dengan Arthur yang terlihat hanya makan malam bersama, karena dengan bantuan Fida, Balqis bisa menyingkirkan Max, walaupun hanya bertahan 15 menit saja, namun semua rencana nya telah berhasil.


"Bagaimana reaksi istri Arthur?" tanya nya pada anak buah suruhan nya.


"Dia nampak biasa saja Nona" jawab suruhannya Balqis dengan wajah yang menunjukkan kekecewaan juga.


"Brengseekk!!!!..... aku semakin yakin!! kalau wanita miskin itu hanya memerlukan harta Arthur! bukan hatinya!!" ucap Balqis penuh kemarahan.


Balqis sangat yakin, bahwa Nayla istri sang pujaan hati nya itu, hanya memanfaatkan Arthur untuk menumpuk pundi-pundi uang nya, bagaimana dia tidak yakin! kalau semua foto bahkan sebuah video yang memperlihatkan kedekatan nya dengan Arthur tak mempengaruhi Nayla, jelas dari sikap dan wajahnya yang terlihat baik-baik saja. Anak buah suruhan Balqis sengaja dia tempat kan di Butik milik Alice, karena memang di sana lah hampir setiap hari Nayla menghabiskan waktu nya.


Di waktu yang bersamaan, Alice tengah bersantai di cafe langganan mereka, Echa kali ini ikut serta,karena hari ini adalah hari libur Echa, Karena nanti malam ada janji dengan Morgan, makan makan siang ini, dia menyempatkan diri untuk berkumpul dengan teman-teman nya.


"Bagaimana perkembangan hubungan kalian?" tanya Nay,


"Kami masih sembunyikan, Morgan juga perlu menanganan khusus dari dokter.......Oh Tuhan.....aku sama sekali tak tau, kalau apa yang terjadi pada kami,akan berakibat fatal seperti ini!" kata Echa dengan sendu.


"Ayolah sayang....jangan bersedih!" kata Alice


"Kalian bisa berjuang bersama sekarang! bukan saling menyerah seperti dulu" lanjutnya.


"Oohh terima kasih Alice..... Nay....kalian yang terbaik!" kata Echa sambil menautkan tangan mereka bertiga di atas meja.


Dan beberapa saat kemudian makanan datang, mereka segera makan dan setelah nya mereka memilih untuk berbincang dengan secangkir kopi setelah makan siang.

__ADS_1


"Nay... bagaimana si ulet bulu itu?" tanya Echa, sedangkan Alice hanya mengerutkan keningnya mendengar kata-kata dari Echa.


"Ulet bulu?" tanya Alice


"Hahahahahaha Nona cantik.... maksud aku si bibit perebut suami orang itu!" saut Echa.


''Ooh.....iya Nay,apa kamu masih mengerjai Arthur?" tanya Alice.


"Hihihihihi....." Nayla malah cekikikan sendiri.


"Iya...malah kemarin aku dapat foto mereka lagi berduaan! si perempuan genit itu mengira aku bakalan cemburu buta!!" lanjut Nay.


"Ada yang aku lewatkan?" tanya Echa.


Akhirnya Alice tak sabar bercerita pada Echa, tentang Nayla yang pura-pura ngambek pada Arthur, bahkan karena ulah Nayla, selama hampir 3 hari, Arthur tidur di apartemen Max.


"Jadi kau hanya mengerjai Arthur?" tanya Echa pada Nay


"Ya....dan aku jamin Arthur akan menghukum nya habis-habisan kalau sampai ketahuan!!" dan kali ini Alice yang membalas ucapan Echa.


Sedangkan Nayla sudah menatap ke arah depannya dengan penuh ketakutan.


"Mampus aku!!" gumamnya lirih sekali.


Seetika Echa dan Alice berbalik badan, mereka berdua juga sangat kaget dengan keberadaan Arthur, Lelaki yang jadi bahan gosip mereka.


"Cha.... bukannya kamu tadi minta di antar ketemu temen kamu, ayoo sekarang aja!" kata Alice sambil berdiri dan mengandeng tangan Echa,dan Echa yang masih ngeblank hanya bisa mengikuti langkah Alice.

__ADS_1


"Hallo Nona kecil!!" sapa Arthur dengan penuh penekanan, niat hati ingin mengejutkan istri nya, tapi sayang nya, dialah yang malah terkejut .


bersambung


__ADS_2