Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Pernikahan Alice dan Bobby


__ADS_3

Pernikahan Megah antara keluarga Hernandez dan keluarga Kartajaya akhirnya di selenggarakan, duduk di pelaminan sepasang manusia yang baru saja mengucapkan janji suci pernikahan mereka, Bobby nampak tenang dan sesekali mengulas senyum pada teman dan klien bisnis yang memberinya selamat, tak beda jauh dari Bobby, Alice juga sama, namun saat melihat Nay dan Echa datang, wajah Alice mendadak sendu, mereka tau betul bagaimana perasaan Alice.


Echa datang bersama dengan Amer sang Ayah, karena Bunda nya tak bisa menghadiri acara besar tersebut, karena baru saja sembuh dari sakitnya setelah 3 hari di rawat di rumah sakit.Echa dan Morgan sengaja tak hadir bersama, Morgan bahkan sudah meminta ijin pada Echa untuk datang bersama Balqis, sesuai permintaan sang Mama, karena bagaimanapun, Ananta belum tau perihal pertengkaran Morgan dengan Bara, dan Bara sekarang tengah di sibukkan dengan pernikahan Bobby.Echa dan Morgan memilih merendam terlebih dahulu, sampai kesembuhan Praz, karena Praz baru beberapa hari yang lalu bangun dari koma nya.


"Selamat atas pernikahan mu sayang...." ucap Echa sambil memeluk Alice.


"Terima kasih Cha" ucap Alice lirih, sungguh dia sekarang sedang menahan mati-matian agar tangisan nya tidak pecah.


"Kami selalu ada untuk mu" kata Echa lirih saat memeluk Alice .


"Terimakasih..."


Kini Echa beralih ke Bobby, Dia memberikan ucapan selamat pula pada pengantin lelaki tersebut.


"Selamat Tuan Bobby, aku harap hari ini akan menjadi awal yang baik dan membahagiakan bagi kalian" ucap Echa memberikan selamat.


"Terima kasih Nona Echa,....semoga doa'mu terkabul!" ucap Bobby di akhiri dengan senyum yang penuh dengan arti.


Akhirnya Echa turun dari pelaminan, karena sang Ayah sudah menunggu nya untuk segera pulang, Amer baru saja berpamitan dengan Bara dan Aleysia,sang pemilik acara, karena dia tidak bisa meninggalkan istrinya sendirian di rumah.


Nampak dari kejauhan Morgan memperhatikan Echa, malam ini wanita yang terus-menerus menari-nari di atas kepalanya itu, nampak begitu anggun dan cantik.Tanpa sepengatahuan siapapun, seorang pelayan di minta Morgan untuk memanggil Echa, dan ketika sampai di sebuah lorong yang sepi, Morgan menarik tangan Echa.


"Hei.....apa yang kamu lakukan??" tanya Echa dengan kaget,karena Morgan tiba-tiba menariknya.


"Kamu cantik sekali sayang..." puji Morgan sambil menarik pinggang Echa, hingga di antara mereka tak menyisakan jarak sama sekali.

__ADS_1


"Bukankah kau juga bersama wanita cantik tadi?" kata Echa, dia bukannya marah,namun dia hanya ingin menggoda Morgan saja.


"Sayang.....jangan bilang seperti itu!!" rengek Morgan.


"baiklah... baiklah tuan Morgan, Ayah ku sedang menunggu di luar, jadi lepaskan aku...aku harus pulang sekarang" kata Echa yang berusaha untuk lepas dari dekapan Morgan.


"Beri aku satu ciuman!"


tanpa menunggu lama, Echa pun memberikan ciuman singkat di bibir Morgan, namun Morgan tak terima dengan itu semua, dia menahan tengkuk belakang Echa, lalu memperdalam ciuman mereka, Morgan melepaskan ciuman nya dengan Echa,dan saat nya mereka untuk berpisah, namun mereka harus tetap waspada, karena mereka tahu, kalau yang melakukan penyerangan pada Praz itu bukanlah Bara, melainkan orang lain,secara otomatis Morgan tahu bahwa mereka pasti ada di dalam pernikahan ini dan memperhatikan kedekatan Echa dan juga dirinya. Morgan hanya tak mau Echa dalam bahaya, Karena siapakah mereka Morgan sendiri pun tak tahu.


Meninggalkan Echa dan Morgan yang mencari jalan keluar, Balqis dan Zelin nampak mencari perhatian dari Arthur, dengan gerakan pelan dan terlihat anggun, di mana Nayla sedang duduk manis di samping suaminya, mata elang Nay tak pernah luput mengamati kedua calon pelakor tersebut.


"Selamat malam tuan Arthur" sapa Balqis terlebih dahulu.


"Selamat malam tuan Arthur" dengan tak mau kalah, Zelin juga mengungkapkan selamat malam pada Arthur.


"OH....maaf saya bahkan lupa menyapa Nona Nayla" kata Balqis.


"Tidak apa Nona Balqis, saya cukup paham, terkadang konsentrasi kita bisa saja terganggu karena usia" kata Nayla dengan gaya polosnya.


"Hah??" ekspresi kaget nampak terlihat jelas di wajah Balqis.


"Oh....apa aku salah berbicara? maafkan aku Nona Balqis, maksud ku, semakin tua, konsentrasi seseorang semakin menurun, sama halnya dengan suamiku ini,.... bukankah kalian seumuran?" Nay mencoba menjelaskan, dia tak mau terlihat menghina Balqis, walaupun dalam hati nya sudah sangat girang melihat ekspresi tak suka di wajah Balqis.


"Ah anda benar Nona Nay, memang....umur tak bisa di bohongi, walaupun terlihat cantik, tapi nona Balqis nyatanya masih lebih tua dari kita" kali ini Zelin yang seakan menabur garam di hati Balqis.Zelin merasa satu langkah lebih maju dari rivalnya ini.

__ADS_1


Balqis mengeratkan genggaman tangan nya pada tas yang dia bawanya, sungguh dia tak suka jika Nayla menyinggung tentang usianya, karena tak bisa di pungkiri, istri Arthur ini lebih muda dan terlihat lebih segar dari pada dirinya, walaupun Balqis tak kalah cantik dari Nayla.


"Bee...... badanku terasa pegal-pegal, apa kita tidak bisa menginap di hotel ini saja?" bisik Nayla, namun sengaja volume suara nya di buat sedikit lebih keras dari bisikan biasanya.Arthur jelas tau,ini adalah akal-akalan dari istrinya untuk menyingkirkan dan membuat iri dua wanita di hadapannya itu, dan Arthur dengan senang hati mengikuti permainan sang istri.Dan benar saja, Zelin menunjukkan wajah tak suka nya, sedangkan Balqis lagi-lagi hanya bisa meremas tas di tangannya, dia tetap ingin terlihat anggun dan tak terpengaruh di hadapannya Arthur.


"Tentu Baby.....aku akan memijit mu nanti" saut Arthur.


"Max, pesankan kamar untuk kami" lanjut Arthur.


"Baik Tuan" kata Max sambil berlalu dari sana.


Balqis dan Zelin yang merasa tak di hiraukan oleh sepasang suami istri yang sedang sibuk bermesraan merasa sangat kesal, apalagi,setiap Balqis atau Zelin bertanya pada Arthur, Nayla selalu menjadi juru bicaranya, alias orang yang menjawab pertanyaan dua wanita genit tersebut.Karena merasa jengkel, Zelin meninggalkan tempat tersebut tanpa berpamitan, sedangkan Balqis masih dengan sopan meninggalkan mereka karena melihat Morgan berjalan sendirian.


"Huh!! akhirnya pergi juga!....aku heran... wanita terhormat seperti mereka bisa menjadi tak berharga untuk mendapatkan seorang Arthur!!" ucap Nayla dengan ketus


"Jangan cemburu Baby....." saut Arthur.


"Tidak akan!!" ucap Nayla dengan datar, dan Arthur hanya bisa menghela nafas nya pelan.


"Ayo...." ajak Arthur sambil berdiri dan meminta tangan Nay untuk menggenggam tangan nya.


"Mau kemana? pulang?.......aku belum berpamitan dengan Alice dan Bobby" kata Nayla sambil menyambut tangan sang suami,dan berdiri mengikuti langkah suaminya.


"Aku akan memijit mu, biar kamu rileks dan tidak marah-marah" bisik Arthur di telinga Nayla dengan seringai licik nya yang tak bisa di lihat Nay.


"Mampu$ aku!!!" Batin Nay menjerit seketika, rasanya dia terperangkap dengan sandiwara nya sendiri di depan dua calon pelakor tadi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2