Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Dua surat wasiat Rosemary


__ADS_3

Perjamuan makan malam keluarga Hernandez di adakan malam ini, dengan gaun yang nampak elegan, Nayla sudah siap dan sedang menunggu Arthur menjemput nya, dia juga sudah menelpon sang Bunda, karena Dewi juga harus datang dalam acara perjamuan makan malam yang sejatinya akan membahas tentang isi wasiat dari Rosemary yang di berikan pada Nayla, serta mengesahkan Nayla sebagai pemilik saham tersebut, Celia juga meminta Dewi membawa surat wasiat Rosemary yang menyatakan bahwa Dinayla dan Arthur harus menikah sebagai rasa terima kasih keluarga Celia kepada ayah Nayla yang bersedia menemani dan mengabdi kepada Agam suami Celia sampai ajal menjemput mereka berdua secara bersamaan dalam kecelakaan mobil yang menimpa Agam dan sopir pribadi nya yang tak lain adalah ayah kandung Nayla.


Celia hanya tak ingin Arthur semakin terpojok dan di tuduh memanipulasi keadaan atau memaksa Nayla demi saham 10% yang di berikan Rosemary sang mertua pada Nayla, walaupun pada kenyataannya Celia memang menginginkan posisi Arthur aman dalam perusahaan.


"Kau sudah siap!"


tanya Arthur ketika dia masuk ke dalam apartemen nya.


"Seperti yang kamu lihat!" kata Nayla dengan lembut.


Arthur melihat sekilas ke arah Nayla, entah mengapa hormon testosteron selalu meningkat tajam saat melihat Nayla, dengan cepat Arthur melangkah dan menarik pinggang Nayla, secepat kilat tanpa di sadari Nayla bibir Arthur dengan mudahnya menabrak bibir ranum Nayla, Arthur meluuumat bibir ranum tersebut dengan sedikit menuntut, bahkan dia sudah menarik pinggang Nay sedikit menempel padanya, bahkan untuk menggerakkan tangan nya memukul dada Arthur saja, Nay tak mampu.


Arthur bermain begitu lihai dan bersemangat, dia sampai lupa sudah janjian dengan Max untuk menjemput nya ke acara perjamuan makan malam tersebut.Max yang sudah terbiasa masuk apartemen Arthur tanpa mengetuk pintu pun sedikit tercengang melihat pemandangan panas di hadapannya, seumur dia mendampingi Arthur, tak pernah sekalipun Arthur dekat dengan seorang wanita,apa lagi ini adalah peristiwa paling intim yang Max lihat.


"ehem.... ehemmm.... Tuan saya rasa kita akan sedikit terlambat,kalau anda tidak bisa berhenti" Ancam Max.


hosh..... hosh.....hosh..... suara tarikan nafas panjang Nayla yang terlihat tersengal-sengal.


"Kau keterlaluan!!!" sungut Nay, dia bahkan sampai memukul dada Arthur dengan tas tangan yang di bawanya.


"Berhenti menganiaya aku Nona kecil!"


"Max......kita berangkat!" kata Arthur namun dia mengandeng pinggang ramping Nayla


"Aku bisa jalan sendiri Tuan Arthur!!" pekik Nayla ketika Arthur dengan posesif nya memeluk pinggang Nayla.

__ADS_1


"Diam Nona kecil!! kau menyulitkan berjalan!" kata Arthur sambil mengeratkan pelukannya.


Nayla yang tak mau berdebat lebih lanjut dengan Arthur pada akhirnya diam dan mengikuti ke mana Arthur membawanya. Max dengan siap siaga membuka pintu mobil untuk Arthur dan juga Nayla, dan segera melajukan mobilnya ke arah kediaman keluarga Hernandez. Nayla hanya diam,namun begitu takjub dengan kemewahan dan kemegahan rumah tersebut.


Begitu turun dari mobil seperti tadi, Arthur memeluk pinggang Nayla dengan posesif seakan mengatakan pada dunia bahwa Nayla hanya milik nya seorang.


"Bersikap lah biasa dan tangguh seperti saat kau melawan ku Nona kecil!" bisik Arthur, dana seketika Nayla melihat ke arah Arthur.


"Kalau kau tak mau menuruti keinginan ku, aku pastikan kita akan bercinta di apartemen malam ini!" ancam Arthur, karena dia tau betul bahwa Nayla tak mau melakukan itu semuanya.


"Ya....tuan penguasa!!! mari kita lihat apa acting ku patut mendapatkan piala Oscar kali ini" bisik Nay balik ke telinga Arthur.


Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah besar keluarga Nanny's kebetulan sekali semua orang sudah berkumpul di ruang tamu utama rumah tersebut, bahkan di sana Nayla bisa melihat Dewi bundanya duduk manis,ingin sekali rasanya Nayla mendekati sang Bunda dan masuk ke dalam pelukan bundanya tersebut karena jelas sekali terlihat di mata sang Bunda dia tak ingin berada di rumah besar Hernandez, Namun isyarat gerakan dari bundanya tersebut membuat Nayla tetap tenang di samping Arthur.


"Tentu saja Tante!" jawab singkat Arthur


Hanya ada pembicaraan singkat di sana, semuanya nampak memandang ke arah Nayla, banyak yang bertanya-tanya siapakah gadis yang di bawa Arthur saat ini, dan banyak dari mereka tak menduga bahwa gadis inilah yang di beri wasiat akan harta kekayaan Rosemary Hernandez, tampilan Nayla malam ini membuat mereka yang sudah tau perihal Nayla sampai tak mengenalinya.


Setelah menunggu beberapa saat pengacara keluarga datang dan acara makan malam segera di mulai, karena setelah acara makan malam mereka akan membicarakan tentang Surat Wasiat dari Rosemary.


"Baik lah, saya akan membacakan dua surat wasiat dari nyonya Rosemary" kata si pengacara


"Dua? maksud anda tuan Adam?" tanya Abigail yang tak tau kalau ada dua surat wasiat, bukannya kemarin hanya ada satu? pikir Abigail.


"Ya nyonya Abigail, ada dua surat wasiat dan di jamin keasliannya Nyonya!"

__ADS_1


pengacara tersebut nampak membacanya surat wasiat yang mengatakan bahwa nyonya Rosemary Hernandez memberikan 10% saham perusahaan nya kepada Nayla, dan juga membacakan surat wasiat dari Dewi yang mengatakan bahwa Arthur harus bersedia menikah dengan Dinayla Saraswati, keputusan tersebut sontak membuat Aleysia, Abigail dan Ananta mengepalkan tangannya, mereka benar-benar tak menyangka bahwa Arthur menang telak dari mereka semuanya.


"Arthur, bawa Nayla ke kamar mu, malam ini kalian menginap saja di sini!" perintah Celia tanpa bisa di bantah oleh Nayla maupun Arthur.


"Max...antarkan Nyonya Dewi sampai ke kediaman nya dengan selamat!" lanjutnya


"Baik nyonya!"


Setelah semuanya pergi,tinggal Aleysia Abigail dan para suami mereka, di tambah Ananta yang juga setia ada di sana.


"Seperti nya Kakak ipar menang telak kali ini?!" kata Aleysia


"Apa maksud mu Ale?" tanya Celia


"Bukankah benar kata Ale, kakak ipar menang telak! mendapatkan seorang menantu dengan bonus saham 10%!" kata Abigail yang nampak santai. Celia nampak terdiam, senyum licik nampak terpampang jelas di wajah Ananta walaupun dia tak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Kalian benar!" akhirnya Celia buka suara.


"Anggap saja, aku dan Putraku mendapatkan kompensasi dari kematian suamiku,Agam Hernandez!" lanjut Celia sambil berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


"Beristirahat lah kalian, aku yakin kalian sangat capek hari ini!"


kata terakhir Celia sebelum benar-benar keluar dari ruangan tersebut, dan nampak tatapan mata tak suka dari orang-orang yang masih ada di dalam sana.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2