Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Max dan Sam


__ADS_3

Arthur tengah berada di kantor nya,Sang asisten memberikan beberapa berkas yang perlu dia pelajari ketika Joy, asisten dari Sam datang.Seorang sekertaris wanita nampak mempersilahkan Joy untuk masuk ke dalam ruangan Arthur.Hari ini Joy sengaja datang sendiri ke kantor Arthur untuk menyampaikan informasi bahwa Sam akan absen dari kantor beberapa hari. Sam memang tak lagi memegang perusahaan pusat milik Arthur seperti dulu lagi, namun dia masih di percaya Arthur untuk memimpin perusahaan Arthur yang lain, yang bergerak di bidang lain. Dan tentu saja, Joy berniat meminta bantuan Kay untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan nya selama beberapa hari ini.


"Lali bagaimana keadaan Zio Joy?" tanya Arthur yang menghentikan sejenak pekerjaan nya.


"Tuan muda Zio,sudah bisa melewati masa kritisnya Tuan, dan sekarang sudah di pindahkan ke kamar rawat" jawab Joy.


"Maaf tuan Arthur, tuan Sam belum bisa menghubungi Anda, jadi beliau meminta saya untuk datang ke sini secara langsung" lanjutnya.


"Tidak masalah, biarkan Max yang akan membantu mu nanti, Kay masih banyak urusan yang harus dia selesai kan" kata Arthur.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pintu di ketuk dari luar, dan ternyata Max yang masuk ke dalam, mereka sedikit membicarakan soal pekerjaan Sam yang di limpahkan sementara pada nya, dan bagi Max, semuanya tak masalah, dia akan membantu Joy di kantor yang di pegang oleh Sam.


"Berikan nomor kamar rawat Zio Joy, Al perlu tau kalau sahabat nya sakit" pinta Arthur.


"Baiklah Tuan, akan saya kirim ke Anda" saut Joy.


"Dara siapkan Al, kita akan ke rumah sakit" perintah nya pada asistennya, Asisten yang di pilih oleh Arthur secara langsung menggantikan Ariel beberapa tahun lalu.


"Baik nyonya"

__ADS_1


Setelah menyiapkan diri dan juga sang anak, Nayla segera keluar dari rumah. dan benar saja,begitu Nayla keluar dari pintu utama,sebuah mobil nampak menghampiri pekarangan rumah besar tersebut,dan detik berikutnya Syahnaz keluar dari mobil tersebut dan menghampiri Nayla, mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk memakai mobil Nayla menuju ke rumah sakit sana menuruti apa yang dikatakan oleh Nayla. setelah melakukan perjalanan beberapa menit,akhirnya mereka sampai di rumah sakit,dan Nayla yang sudah mendapatkan nomor kamar rawat Zio segera berjalan menuju ke sana, Nayla kali ini tak membawa anak keduanya,karena dia meninggalkannya di rumah bersama dengan baby sitter nya.


"Bella....." panggil Syahnaz ketika melihat Bella keluar dari ruangan tersebut.


"Nana!" pekik Bella senang, kemudian dia memeluk Syahnaz dan Nayla bergantian.


"Aku sangat takut Naz, dia hampir saja......." ucap Bella bahkan tak bisa meneruskan kata-katanya. Syahnaz kembali memeluk Bella dan mencurahkan segala isi hati dan ketakutan nya pada sang kakak angkat.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2