
Arthur menatap bayi nya dari balik kaca, bayi mungil tak bersalah itu terlihat tertidur lelap, Arthur memang belum memerintahkan anak buahnya untuk mencari tau siapa yang telah berbuat hal tersebut pada anak dan istrinya.Dia fokus pada Nayla dan salah satu anak kembar nya yang masih bertahan.Namun demikian, walaupun Arthur diam saja, Max tak tinggal diam, dia mengumpulkan semua bukti dan kemungkinan siapa yang tega melakukan semuanya pada wanita yang beberapa waktu lalu menjadi adik angkatnya.
Max juga terlanjur menyayangi Nayla, Max yang tak pernah tau siapa orang tua kandungnya,merasa senasib dengan Nayla dan akhirnya kedekatan mereka pelan-pelan terjalin walaupun dengan kecemburuan Arthur yang menggunung, tapi entah mengapa kadangkala Max dan Nayla tak peduli, Max yang kaku juga sedikit melunak,sama halnya dengan Arthur, Max hanya melunak jika berhadapan dengan Nayla.
"Ar ...." panggil Max, jam sudah melewati jam kerja, dan memang mereka tidak lagi bekerja, Max lebih menganggap Arthur sebagai sahabat nya.
"Lihat Max, dia sangat tenang" kata Arthur dan terus menatap ke arah bayi mungil nya,
"Dia sama seperti mu Ar, dia akan kuat!" kata Max.
"Aldric....bayi yang kuat" lanjutnya.
Ya sudah seminggu lamanya, Nayla koma, namun perkembangan Aldric,bayi nya yang selamat semakin menunjukkan hal yang baik, Dokter bahkan berkata ini sebuah keajaiban dan bukti sayangnya Tuhan pada bayi Aldric, karena bisa melewati masa-masa sulit setelah lahir.
"Maaf Tuan Arthur....mengangu Anda" tiba-tiba seorang suster datang menemui Arthur dan Max.
"Ada apa suster?" tanya Max.
"Nyonya Nayla......"
"Ada apa dengan istri ku?" Potong Arthur dengan nada cemasnya.
"Nyonya bangun...dan......"
Belum juga si suster menyelesaikan kata-katanya, Arthur dan Max sudah berjalan cepat menuju ruang rawat Nayla, mereka terlihat senang mendengar kabar Nayla terbangun.
"Sayang......" kata Arthur ketika melihat wajah Nayla, dia menggenggam erat tangan sang istri.Max tak mau ketinggalan, dia berada di sisi lain di ranjang rawat Nayla.
__ADS_1
"Bee" ucapnya lirih.
Para dokter yang baru saja memeriksa Nayla masih berdiri di sana juga.Max dan Arthur terlihat lega, Nayla memanggil nama suaminya.
"Oh God! terima kasih.....sayang... terima kasih kau telah kembali, terima kasih telah berjuang" ucap Arthur sambil memeluk tubuh Nayla erat.
"Mohon maaf Tuan Arthur, sebaiknya tidak terlalu erat memeluk istrinya" tegur seorang dokter, karena tubuh Nay masih terlalu lemah,dan untung saja Arthur menuruti nya.
"Nay..." sapa Max
"Kak..." sapa balik Nay, dia mengangkat kedua tangan nya meminta Max untuk memeluk nya, baru juga Max akan mendekatkan tubuhnya,suara Arthur sudah membuat Max berhenti bergerak.
"Berani memeluk istri ku!! akan aku mutasi kau ke luar angkasa Max!!" ucap Arthur penuh penekanan.
Nay tersenyum tipis sedang Max hanya mengangkat bahu nya saja dan menjauh kan tubuhnya dari Nayla, namun tiba-tiba Nayla teringat dengan kedua anak kembar nya, Nayla menangis begitu mengingat bagaimana perempuan itu menendang perut nya.Arthur yang langsung tanggap dengan keadaan Nayla, langsung naik ke atas ranjang dan membawa istri nya ke dalam dekapan nya, Max mengiring para dokter untuk meninggalkan ruang rawat Nayla setelah memberikan penjelasan akan keadaan Nayla.
"Bee..... mereka" tanya Nay
Di luar kamar rawat, nampak Celia dan Fila asisten nya datang hendak berkunjung setelah mendapatkan informasi dari Max kalau Nayla sudah terbangun dari komanya.
"Bagaimana keadaannya Max?" tanya Celia
"Nona Nay sedikit terguncang Nyonya" jawab Max.
"Tapi saya rasa dia akan baik-baik saja, silahkan Nyonya masuk" lanjut Max mempersilahkan Celia dan Fila masuk.
Celia masuk terlebih dahulu, dan Fila masih berhenti di depan pintu.
__ADS_1
"Apa kau tidak pulang berhari-hari?" tanya sang Mama, yaitu Fila melihat anaknya nampak lelah.
"Aku kurang nyaman tidur di apartemen Ma, Arthur butuh aku" saut Max.
"Ya... Mama tau.... pergilah makan, Mama akan di sini bersama Nyonya besar untuk menemani tuan muda" perintah Fila pada sang anak, dia tau betul anaknya pasti belum makan.
Max akhirnya memutuskan untuk makan di kantin rumah sakit seperti biasanya, bahkan dia juga menyewa satu kamar rawat yang dijadikan nya sebagai ruang ganti atau ruang tidur di malam hari selama Nayla koma di rumah sakit, sedangkan Arthur tak mau meninggalkan ruang rawat sang istri.Di siang hari Ariel yang akan bertugas menjaga Nayla, kadang kala Echa juga melakukan nya, karena bagaimanapun Arthur punya tanggung jawab besar juga di Perusahaan, walaupun tak sehari di perusahaan,paling tidak Arthur datang berkunjung dan melakukan meeting seperti biasa.
"Max" sapa seseorang ketika melihat Max sedang duduk makan di kantin rumah sakit.
Max langsung menoleh pada suara yang di kenal nya.Dia nampak memicing mata ketika melihat Syahnaz berada di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Max dengan datar nya.
"Bi Mery masuk rumah sakit, aku baru saja menjenguk nya" kata Syahnaz yang tiba-tiba duduk di depan Max tanpa Max persilahkan.
"Masih ingat pak Robert?" lanjut Syahnaz, Max nampak mengangguk,dia ingat si pemilik perkebunan bunga itu.
"Nah... istrinya di rawat di sini, jadi aku berkunjung, bagaimana keadaan Nayla?" tanya Syahnaz,karena dia memang hanya sekali berkunjung dan itupun saat Nayla baru saja mengalami bencana.
"Dia baru saja terbangun" jawab Max.
"Benarkah?" kata Syahnaz berbinar, dia memang tak dekat dengan Nayla, namun dia merasa senang, istri dari sepupunya itu tersadar dari komanya.selanjutnya hanya keheningan yang melanda, Syahnaz hanya memandang ke arah Max yang sibuk dengan ponselnya, entah apa yang ada di layar ponselnya hingga wanita secantik Syahnaz tak mampu mengalihkan perhatian nya.
"Max......" panggil Syahnaz, sejenak Max memandang ke arah Syahnaz.
"Bolehkah kau mengantar aku pulang?" tanya Syahnaz, entah mengapa setiap bertemu dengan Max, Syahnaz benar-benar memanfaatkan kesempatan itu, dia hanya ingin berdekatan dengan lelaki yang telah lama mencuri hati nya itu.Bagi Syahnaz,tidak apa-apa jika dia tak bisa mendapatkan Max, Lelaki yang selalu dingin dan cuek padanya, tapi paling tidak dia bisa berdekatan dengan Max, sebelum sang Mama kembali menjodohkan nya.
__ADS_1
"Tidak!!"
bersambung......