
Setelah seharian kemarin Max di buat pusing dengan tingkah Baby Al, dan tentu saja Nayla di buat pusing dengan tingkah Arthur, hari ini keduanya nambah terlihat lega di meja makan saat sarapan pagi ini, ya Max membuat sarapan untuk semuanya,dan ikut sarapan bersama dengan Arthur dan Nayla.Dan mereka berencana berangkat ke kantor pagi ini, ada beberapa meeting pagi sampai siang nanti, hanya karena Arthur seharian kemarin tidak masuk kerja, pekerjaan sudah menumpuk di sana.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Arthur melimpah kan segala pekerjaan nya pada Bobby dan Morgan, karena setelah menyelesaikan permasalahannya dengan pengacau keluarga Hernandez, Arthur berencana melepaskan perusahaan ke tangan Morgan dan Bobby, di dalam keluarga Hernandez,sejak dulu para tante-tante nya menginginkan kekuasaan tertinggi untuk anak-anak mereka, dan setelah beberapa kesalahan pahaman dan perselisihan di selesaikan dengan perlahan, kini hubungan antar saudara di antara mereka semakin baik.
Aleysia dan Ananta khususnya, mereka terlihat semakin dekat, Aleysia juga yang selalu menasehati Ananta, untuk memberikan kebebasan Morgan memilih pasangan nya, walaupun Raka, sang Papa, sepertinya belum begitu ikhlas merestui hubungan antara Morgan dan Echa.Sedangkan Celia, menantu tertua keluarga tersebut, sekarang benar-benar sudah berhenti mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Hernandez, dengan kasus Bara atau sekarang lebih sering di panggil Raka, nama sebenarnya, membuat Celia yakin sepenuhnya akan kekuatan dan kekuasaan Arthur anaknya.Celia sesekali berkunjung ke apartemen Arthur untuk menemui sang cucu, dan bahkan beberapa kali membujuk Nayla untuk membangun rumah, Karena tak mungkin bila mereka terus tinggal di apartemen.
"Apa kita ada pekerjaan lebih lama di luar Max?" tanya Arthur ketika sudah berada di dalam mobil.
"Kita akan mengumpulkan mereka besok Tuan! bukti semuanya sudah terkumpul, seorang mata-mata kita yang mereka pembicaraan mereka" lapor Max, karena semalam salah satu anak buahnya yang menjadi mata-mata di rumah keluarga Viko.
"Bagus!!"
"Kumpulkan juga semua keluarga Hernandez, aku ingin mereka menyaksikan sendiri siapa dan apa alasan mereka menghancurkan keluarga Hernandez!!"
__ADS_1
Di sisi lain......
Syahnaz nampak merangkai bunga sambil melamun, dia sebenarnya sudah memprediksi bahwa Max tak mungkin bertahan di samping nya, apalagi pertemuan terakhir mereka beberapa Minggu yang lalu, di mana Syahnaz menceritakan tentang jati diri nya tanpa terkecuali.Hal itu yang membuat Max menjauhinya, setidaknya begitulah menurut Syahnaz. Tanpa terasa air mata nya mengalir,bahkan duri dari bunga mawar yang ada di tangan nya sudah tertancap hingga darah segar mengalir dari jarinya, namun dia tak menyadari nya.
"Nona!!" pekik Irene, salah satu pegawai nya.
"Aarrg!" setelah tersadar dari lamunannya, Syahnaz merasakan jarinya nyeri, Irene segera membawa kotak obat dan membersihkan darah di tangan Syahnaz.
"Irene hiks.....hiks......!"
Syahnaz berkata sambil memeluk Irene, dia sungguh tak tahan lagi, ingin rasanya menangis sekeras-kerasnya.Irene hanya membiarkan Syahnaz menangis tanpa bertanya, dia hanya ingin Syahnaz merasa lega saja,bagi Irene,sosok Syahnaz terlalu pendiam, terlalu banyak hal yang dia pendam seorang diri, dia sudah lama bekerja dengan Syahnaz, hingga memahami betul bagaimana sifat Syahnaz.
"Kenapa aku sangat merindukan dia Ren hiks.....hiks......aku sangat rindu padanya hiks...hiks....."
__ADS_1
sekali lagi Irene hanya terdiam sambil mengusap punggung Syahnaz,dia tahu betul bagaimana perasaan Syahnaz saat ini,karena beberapa minggu yang lalu Syahnaz terlihat sangat bahagia ketika seorang laki-laki datang untuk menjemputnya, atau dia kadang berpamitan pada Irene untuk bertemu dengan seseorang,dan tidak di pungkuri oleh Irene, bahwa beberapa minggu akhir-akhir ini,Syahnaz terlihat sibuk di toko bunga tanpa ada seseorang yang menghubunginya, atau yang datang untuk mengunjunginya seperti sebelum-sebelumnya.
"Aarghh..... ssstttt....." Max meng-aduh sambil mendesis.
"Ada apa?" tanya Arthur mendengar suara Max.
"Hanya luka kecil" saut Max.
Jari tangan Max terkena pisau tajam karena dia mengupas apel untuk Arthur, mereka sedang makan siang di ruangan Arthur sambil membahas pekerjaan yang menumpuk.Dan Max sedang menyiapkan makanan penutup untuk mereka berdua,Max nampak menekan luka dengan tisue agar darahnya tidak keluar lagi, pandangan matanya kosong ke depan, entah apa yang sedang dia pikirkan.
Kata orang,kita akan merasakan sesuatu bila ada seseorang yang tengah membicarakan kita, mungkin itu yang tengah di pikirkan oleh Max.
bersambung
__ADS_1