Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Kehidupan Syahnaz dan Bella


__ADS_3

Syahnaz dan Bella kini sudah berada di sebuah apartemen, mereka berdua nampak bingung dengan apa yang mereka alami sendiri, baru kemarin mereka terpisah karena Syahnaz yang di seret Max masuk ke dalam kamar hotel, dan Bella yang di bawa Sam ke rumahnya,karena anak Sam yang sedang rewel.Syahnaz dan Bella saling pandang, tentu saja mereka bingung tiba-tiba saja Max mengantar Syahnaz ke apartemen dan saat itu juga berbarengan dengan Bella yang diantar ke sana oleh Sam,tanpa berbasa-basi apapun, dua lelaki tersebut segera meninggalkan mereka di apartemen dan mengatakan kepada masing-masing, bahwa mereka akan tinggal di sini untuk beberapa saat,bahkan barang-barang yang ada di hotel di mana mereka berdua menginap pun sudah berada di apartemen.


"bisa kamu jelaskan tentang apa yang kamu tahu Bella?" tanya Syahnaz pada Bella setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Entahlah.....aku bingung.....tapi tunggu... bagaimana dengan mu dan tuan Max?" tanya Bella sambil meluruskan tubuhnya ke arah Syahnaz.


"Dia mengajak aku menikah" ucap Syahnaz.


"Oh astaga!!!....kenapa mereka sama!" gumam Bella lirih, namun masih jelas di dengar Syahnaz.


"Apa maksud mu? apa Tuan Sam juga melamar mu?" tanya Syahnaz dengan rasa penasaran nya.Bella dengan lesu mengangguk, dan hal itu jelas membuat Syahnaz membelalakkan matanya tak percaya.


"Lho?? kok bisa??"


Bella menerawang, memandang langit-langit apartemen yang terlihat sangat mewah bagi nya, tak pernah terbayangkan dia akan sampai ke tahap kehidupan seperti ini, dia hanya seorang anak yatim-piatu yang di terima baik oleh Robert, istrinya dan juga Syahnaz, bahkan dia di jadikan alat pembayar hutang, untung saja, Robert yang membelinya,hingga dia di jadikan anak angkat nya sama seperti Syahnaz, bukan sebagai wanita penghibur. Bella mulai menceritakan tentang dirinya saat di rumah Sam pada Syahnaz.


Saat menemani Zio makan, seorang wanita cantik masuk tergesa-gesa menghampiri mereka.


"Zio... Anne!!" panggil nya namun pandangan matanya tertuju pada Bella dengan penuh kewaspadaan.


"Nyonya!!"


"Mommy!!"


Zio nampak berlari ke arah wanita tersebut, dan Anne berdiri dari kursinya dan menundukkan kepalanya tanda hormat, Bella juga mengikuti apa yang Anne lakukan.Wanita tersebut memandang Bella dari ujung rambut hingga ujung kaki, merasa di pandang i, Bella terlihat salah tingkah.


"Jangan mengintrogasi tubuh nya!!"


Suara Sam,mampu membuat ketakutan di hati Bella berkurang,entah mengapa Bella merasa berada di tempat yang salah, Dia merasa sedang menjadi orang ke tiga di antara mereka.


"Ckc......aku hanya heran....Sam, dia siapa?" tanya wanita tersebut.


"Dia Mama baru Zio Mom" pekik Zio senang.

__ADS_1


"Kau yakin Zio?.... sepertinya Papa mu tidak menyukainya!" saut wanita itu, dia tau betul bagaimana sifat Sam, tidak mungkin Sam membawa wanita ke rumah tanpa alasan, bertahun-tahun Sam tak pernah serius dengan wanita, apalagi setelah kegagalan nya dengan pasangan dulu, walaupun dia juga tak begitu mencintai pasangan nya dulu.


"Benarkah Papa tidak menyukai Mama?" tanya Zio dengan raut wajah sendu.


"Wait...wait....wait....drama apa ini!!" pekik Bella dalam hati.


"ehemmm....maaf Tuan Sam, nyonya, Zio... Nona Anne, sebaiknya saya kembali...." kata Bella karena mereka sudah tak enak hati di sana, dia berasa akan di jadikan istri kedua oleh Sam.


"Tuan Sam, kita akan melanjutkan kunjungan kerjanya besok hari, tentu saja bersama dengan Nona Syahnaz juga" lanjutnya.Tepat ketika melewati Sam, tubuh Bella seakan di tarik seseorang,dan benar saja ,saat ini Bella sedang berada di pelukan Sam.


"Tu-tuan Sam " ucap Bella sambil melirik ke arah wanita tersebut, sungguh dia merasa tak enak hati.


"Jangan pergi!" pinta Sam.


"Kenapa tiba-tiba kau ada di sini Riel?" lanjutnya.


"Kenapa? apa ada yang salah aku menjemput anakku?" tanya wanita tersebut.


"Ckc.....Bawa dia dan segera kembalikan!" saut Sam,dan kini beralih ke arah Bella.


"Mom.... bagaimana kabar adek bayi di sini?" tanya Zio sambil mengelus-elus perut mommy nya yang masih terlihat rata.Bella semakin kaget, dia tak tau kalau wanita yang di panggil Mom oleh Zio sedang hamil.


"What!!!! oh God!!....apa aku benar-benar jadi orang ke-tiga? bahkan di saat istri nya hamil dia masih berani memelukku!!" batin Bella semakin gundah.


"Kenapa kau pucat?" tanya Ariel, wanita yang sedari tadi di perhatikan oleh Bella dan di anggap sebagai istri Sam.


"Hah??ti-tidak.....tidak apa-apa " saut Bella cepat


"Kau terlihat sangat muda, berapa umurmu?" tanya nya lagi.


"Aku?....24....24 tahun nyonya" jawab Bella.


"24 tahun?...ckc.... Sam benar-benar menyukai daun muda!...apa menurut mu Sam tidak terlalu tua untuk mu?" tanya Ariel.

__ADS_1


"Ya??!!!" ucap Bella yang sepertinya tak paham situasi.


"Sudah aku bilang jangan buat dia takut!! dan jangan mengintrogasi nya!!" ucap Sam yang tiba-tiba di antara mereka.


"Apa salahnya? aku hanya menyeleksi calon ipar ku!!!" saut Ariel sengit.


Setelah selesai menceritakan kisah nya pada Syahnaz, Bella tengkurap di sofa yang sedang dia duduk i, menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Syahnaaaaaaz..... bagaimana ini??" serunya.


"Jadi dia adiknya Tuan Sam?" tanya Syahnaz.


"Ya......"


"Dan Zio ternyata keponakan Tuan Sam yang memang tinggal dengannya?" tanya Syahnaz yang masih penasaran dengan kehidupan Sam.Syahnaz tak pernah tau bahwa Sam, adalah anak buah Arthur dan Max.


"Menurut mu aku harus bagaimana?... tiba-tiba dalam perjalanan ke sini tadi dia melamar ku di dalam mobil?" tanya Bella secara tiba-tiba duduk kembali di depan Syahnaz.


"Menurut ku? terima saja!" jawab nya enteng.


"Syahnaz!!!!! apa kau benar-benar akan memberikan adikmu pada Lelaki yang tidak pernah kau kenali?" pekik Bella, dia merasa heran dengan jawaban Syahnaz.


"Dengar......dia mengenal Max dan Kak Arthur, jadi kemungkinan besar, dia baik seperti mereka" kata Syahnaz dengan bijak.


"Aku yakin dia itu seorang pemain!!lihat saja, begitu nyamannya dia memperlakukan aku, itu menandakan dia sering melakukan nya dengan wanita lain!! dia pasti punya tujuan yang tidak-tidak!! aku yakin itu!!" kata Bella berapi-api.


"Atau...... jangan-jangan...dia hanya menginginkan tubuhku saja!!...oohh tidak!! aku harus bagaimana??!!"ucapnya semakin panik sambil meletakkan kedua tangannya di dadanya.


"Bagaimana kalau iya?"


Sebuah suara tiba-tiba menyela percakapan mereka dengan penuh penekanan dan sedikit nada marah.Secara spontan mereka menoleh ke arah suara tersebut.


"Ooh...mati aku Nazzz....!!"

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2