
Selamat Hari Raya idul Fitri bagi yang merayakan...Othor meminta maaf bila ada kesalahan yang sengaja atau pun tidak sengaja 😁🙏🙏🙏
Dan karena lebaran Othor sudah selesai keliling ke sanak saudara....ini Othor mau fokus nerusin Novel lagi....Ampao buat Othor jangan lupa ya......kopi? bunga? apa aja boleh!!!!Kalau gak bisa vote,bisa komen....komen gak.…. bisa like aja juga boleh!.
walaupun kadang Othor gak bisa bales komen, tapi percayalah setiap komen yang masuk, Othor baca dan Othor like 🤭🤭, karena Othor tipe gak bisa basa-basi....okey terima kasih dan....
Selamat membaca!!!
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Seorang wanita dengan topi lebar dan nampak menutupi sebagian wajahnya, dan dengan gaya anggunnya nampak berjalan ke arah Nayla, hari ini Nayla tengah berjalan-jalan dengan sang Bunda untuk membeli perlengkapan bayi, Nay sudah meminta ijin pada sang suami dan juga ibu mertua nya karena memang sang mertua tidak bisa menemani nya berbelanja, walaupun kandungan Nay baru menginjak 7 bulan,namun karena bayi kembar nya membuat perut nya terlihat lebih besar dari kehamilan ibu-ibu hamil pada umumnya. Wanita itu terus saja mengamati gerak-gerik Nayla, bahkan tatapan matanya begitu penuh dengan kebencian.
"Bunda yang ini gimana?" tanya Nayla dengan memegang dua baju bayi dengan beda warna.
"Bukankah dokter bilang kembar cewek dan cowok? kenapa tidak ambil dua-duanya saja" kata Dewi menjawab pertanyaan sang anak.
"Bunda benar......tapi biru laut cukup cantik untuk cewek dan cowok, Aku pilih saja yang biru laut untuk mereka" kata Nayla,
Kemudian sang bunda mengikuti kemauan Nayla. Akhirnya mereka melanjutkan kembali acara belanja mereka.Sesekali Amer sang Ayah, menelpon bunda nya,hanya untuk memastikan keadaan Dewi, Dewi tengah hamil muda di usianya yang ke 43 tahun.Amer sangat senang dengan kehamilan sang istri, walaupun Dewi sebenarnya cukup minder di kehamilan nya disaat usianya bahkan sudah berkepala 4, namun setelah mengingat ini adalah anak kandung pertama nya,dan Amer sangat mengharapkan kehadiran anak dari pernikahan mereka,maka Dewi pun akhirnya bisa menerima dan bahkan sekarang dia begitu senang akan kehamilan nya.
"Bunda.... bagaimana kalau kita makan siang dulu, ini sudah lewat dari jam makan siang" ajak Nayla.
__ADS_1
"Oh Tuhan....kau benar Nay" kata Dewi sedikit terkejut melihat jam yang ada di layar ponselnya.
"Dan ayahmu sudah menelpon Bunda lebih dari 10 X" lanjut Dewi sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Nayla.
"Ya sudah,kita pulang saja Bun, Ariel juga gak bersama kita saat ini,dia dalam tugas yang di perintahkan oleh Arthur" kata Nayla.
" baiklah.....'' saut sang Bunda.
"Bunda..aku ke toilet dulu ya... Bunda tunggu saja di sini" kata Nayla yang meminta Bunda nya tetap tinggal,karena melihat piring milik sang bunda belum habis. Dan satu pengawal di minta Nay untuk menemani sang Bunda. Toilet nampak sepi saat Nayla mulai masuk ke salah satu bilik, dan tak berselang lama, seorang wanita masuk dan mengunci pintu utama toilet.Dia nampak tersenyum licik begitu menatap bilik milik Nayla.
Sedang di tempat lain, Morgan sedang duduk dengan mengenggam tangan Echa, Morgan dengan penuh percaya diri membawa Echa ke hadapan Bara dan Ananta, kedua orang tuanya,di rumah yang menjadi tempat pertemuan mereka. Morgan bahkan sudah bertekad akan menentang Bara dan mempertahankan Echa.
"Aku tak mau tau!! putuskan gadis itu!?" ucap Bara dengan wajah penuh emosi,
"Aku tidak peduli!.... yang aku inginkan adalah Echa, aku bahkan masih menghormati mu untuk meminta ijin atas hubungan kami!" ucap Morgan dengan tegas, Morgan memang tak berani menatap ke arah sang Mama, namun...kali ini dia benar-benar akan memilih Echa.
"Morgan!!!" bentak sang Mama, Ananta sampai berdiri dari kursinya.
"Cukup ma.....sudah cukup!! aku lelah!!" kata Morgan.
"Sudahlah.....lupakan semuanya, apa kita tidak bisa hidup berdampingan? keluarga Hernandez nyatanya sudah cukup baik dengan kita! tapi apa yang kita lakukan?" lanjutnya.
__ADS_1
"Bahkan Mama menghianati Tante Aleysia!!!"
Plaaaakk
Suara tamparan menggema di ruangan tersebut, Echa yang berada di sisi Morgan merasa kaget, sedangkan Morgan yang menerima tamparan dari sang Mama, hanya sambil memegang pipi kanannya dengan tangan satunya yang masih menggenggam erat tangan Echa.Mereka berdua sudah bertekad mempertahankan hubungan mereka apapun resikonya, dan tanggapan dari Bara dan Ananta, memang sudah di duga Morgan maupun Echa.
"Kamu tidak tau apa-apa!!! Bahkan Papa mu mengorbankan diri nya hanya untuk menjaga kita!!" teriak Ananta. Bara dengan cepat memeluk bahu Ananta, dan terus mengelus punggung wanita nya agar bisa meredam amarahnya.Morgan hanya bisa mengerutkan keningnya, mengorbankan diri? pikir Morgan, memang selama ini Bara yang selalu mendampingi nya, bahkan bisa dia rasakan bagaimana Bara lebih menyayangi nya dari pada Bobby, tapi mengorbankan diri rasanya terlalu berlebihan.
"Sudah lah...... kontrol emosi mu" ucap Bara menenangkan Ananta.
"Papa tidak mau tau Morgan!! segera putuskan hubungan kalian,dan aku akan segera mengatur tanggal pernikahanmu dengan nona Balqis!!" ucap Bara bersikeras dan tak mau di bantah.
"Kalau kalian tetap memaksa!! Maka....aku akan membongkar hubungan kita bertiga!!!, kita lihat bagaimana reaksi Tuan besar Patterson!!" ancam Morgan yang berniat membongkar hubungan sang Mama dan dirinya dengan Bara.
"Morgan!!!" bentak Bara, dia yang merasa di ancam anaknya sendiri merasa geram.
"Dasar anak tak tau di untung!!!" lanjutnya.
"Apa pengorbanan ku selama ini tidak cukup membuatmu menjadi penurut!!!.....Aku hanya ingin kau dan Mama mu hidup bahagia tanpa bayang-bayang keluarga Hernandez!!! aku hanya ingin anakku hidup dengan tenang!!!" ucap Bara selanjutnya dengan nafas yang bahkan terlihat memburu karena amarahnya.
"Tapi aku tidak bahagia dengan caramu!!....lalu aku harus apa?" ucap Morgan lirih.Bara yang tadinya meledak-ledak,lemas seketika mendengar apa yang di katakan Morgan, dia duduk perlahan kembali di kursi nya.Bara merasa usahanya selama ini sia-sia, Anak yang di banggakan nya, nyatanya tak pernah sejalan dengan dirinya.
__ADS_1
Echa diam-diam merasa prihatin dengan keluarga sang kekasih, hubungan mereka nyatanya memang sangat berantakan, tersembunyi dari khalayak ramai, bahkan bila hubungan ini terkuak ke masyarakat pun, mereka bertiga akan sama-sama hancur, bahkan ada beberapa hati lain yang ikut tersakiti.
bersambung