Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Derita Bobby dan kemarahan Bara.


__ADS_3

Bobby nampak berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke ruangan sang sepupu, sungguh dia ingin sekali marah pada Arthur, siapa yang menyangka,bahwa Bobby yang begitu enggan berhubungan dengan gadis-gadis ganjen dari kalangan atas, tiba-tiba di sodorkan pada dua buaya betina sekaligus. Pekerjaan yang seharusnya ditangani oleh Arthur tiba-tiba saja Arthur melemparnya kepada Bobby, Bobby yang tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan dua gadis yang menurutnya sangat ganjen, 2 gadis yang memanfaatkan pekerjaan dan kerjasama mereka dengan Arthur hanya untuk menggoda Arthur,padahal seluruh pembisnis tahu bahwa Arthur sudah menikah, Namun dua gadis itu seakan tak tahu malu dan menyodorkan diri mereka sebagai penggoda Arthur.


Ceklek..... suara pintu terbuka dengan tergesa-gesa Bobby masuk dengan tatapan tajam kearah sang sepupu atur hanya melihat sekilas kemarahan Bobby kemudian dia tersenyum tipis ketika kopi benar-benar terlihat ingin menerkamnya.


"Kau benar-benar menyerahkan pekerjaan itu padaku??'" tanya Bobby.


''Hemmmm"


"Kau sungguh tak bisa di percaya Arthur Hernandez!!" pekik Bobby.


"Kau tahu betul Arthur Aku tidak suka bekerjasama dengan gadis-gadis ganjen seperti itu!! Kenapa kau malah menyodorkan aku dan memasukkan aku ke kandang buaya betina itu!!!.... Oh.... ini sungguh-sungguh membuatku sangat marah padamu Arthur!!" lanjut Bobby.


"belajarlah menghadapi mereka Bobby! karena sebentar lagi kau akan menikah, dan belum tentu istrimu tidak akan pernah cemburu jika kau sedang meeting di luar dengan seorang wanita, jadi belajarlah dari sekarang, karena membuat istrimu cemburu sungguh tidak akan enak rasanya!!!" kata Arthur, tentu saja dia membayangkan bagaimana dia di bodohi di oleh sang istri.


"Aku tidak tertarik dengan pernikahan itu!"


Entah Mengapa Bobby tiba-tiba sangat kesal mengingat pernikahannya dengan Alice, pernikahan mereka hanya berselang dua minggu lagi, dia bener-bener tak ingin menikah dengan wanita yang penuh ambisius itu, menurut Bobby.


"Alice gadis baik" kata Arthur.


"Kau menilai nya baik karena dia berteman dengan istri mu!" kata Bobby.Perdebatan mereka berlangsung cukup lama, bahkan Arthur terus berusaha membela dirinya sendiri, dan sang penguasa itu tetap lah sebagai pemenang nya.

__ADS_1


Di tempat lain, Morgan sedang berada di sebuah ruangan yang terlihat sangat asing baginya, Morgan terlihat sangat gelisah, beberapa kali dia mengigit kuku-kuku jari tangan nya, namun dengan cepat Echa menggenggam tangan tersebut, wajah Echa benar-benar terlihat sendu, Morgan saat ini sedang mendapatkan perawatan dari seorang psikiater, bahkan Praz ikut serta dalam penanganan Morgan saat ini. Dengan sedikit tipuan, Praz akhirnya bisa membawa Morgan keluar dari kantor,dengan alasan peninjauan proyek.


"Bagaimana Don?" tanya Echa pada kenalan nya itu.


"Dia sudah lama mengalami ini? apa dia tergantung pada obat-obatan ini?" tanya Doni pada Praz.


Doni tidak menjawab pertanyaan Echa, namun Doni bertanya kepada Praz karena dia yakin Praz tahu semua tentang keadaan Morgan. Doni baru saja melakukan hipnoterapi untuk mengetahui trauma apa yang dialami oleh Morgan dan saat ini Morgan sudah terlihat tenang, karena ada Echa yang masuk ke ruang konsultasi yang mereka lakukan beberapa waktu yang lalu, Praz juga tak mau ke hilangan informasi, dia ikut masuk bersama dengan Echa.


"sudah lama dokter! saya mengetahui traumanya 1 tahun setelah saya bekerja menjadi asisten Tuan Morgan, dan itu berarti lebih dari 5 tahun yang lalu" jawab Praz.


"Apa kau membelinya dengan resep dokter Tuan Praz?" tanya Doni.


"kita hentikan saja pengobatan ini sepertinya,kamu Cha yang sangat dibutuhkan oleh Tuan Morgan,jadi sebisa mungkin Tuan Morgan harus menghindari obat ini,kita akan mencoba pengobatan secara alami bagaimana Cha?" tanya Doni pada Echa.


"Baiklah....lalu ....apa yang harus aku lakukan?" tanya Echa.


"Kenapa kalian tidak tinggal bersama saja? itu akan memudahkan Tuan Morgan untuk mengatasi traumanya, sepertinya Tuan Morgan benar-benar tidak ingin merasa kehilangan seseorang,mungkin itu adalah kamu Cha, jadi bagaimana caranya agar kamu bisa mengawasi Tuan Morgan 24 jam!" kata Doni.


"Tapi......" kata Echa namun di potong oleh Praz.


"Baiklah!! akan aku usahakan kalian tinggal bersama" kata Praz dengan yakin.

__ADS_1


"Praz....." ucap Echa lirih.


"Sudah saatnya dia bahagia Nona!"


ternyata perbuatan praz memicu kemarahan Bara, beberapa barang-barang yang ada di ruangannya nampak dilempar oleh Bara kepada asistennya,yang tahu tentang kepergian Praz dan juga Morgan ke mana, walaupun mereka tak tau lokasi pasti nya.


"Aku tak mau tau!!!! bawa asisten sialan itu padaku!!!" teriak Bara


"Rupanya dia sudah mulai berani bertindak!!" Teriak Bara.


"Lihat saja!! aku akan hancurkan orang-orang yang mencoba menghancurkan semua rencana ku!!" lanjutnya.


"Baiklah Tuan, saya akan mulai bertindak" kata asisten nya sambil menundukkan kepalanya tanda hormat,sebelum dia keluar dari ruangan tersebut.


"Darren!" panggil Bara.


"Ya Tuan?''


"Habisi saja dia!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2