Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Awal siksaan untuk Bobby


__ADS_3

Dua wanita yang sangat berharap bisa bertemu dengan Arthur, nampak sedang mendandani diri mereka masing-masing, Max bahkan bisa melihat dengan jelas tingkah mereka berdua, bahkan bukan hanya Max tetapi Bobby juga.Mereka terlihat berjalan bersamaan namun berhenti ketika melihat wanita yang menurut Bobby sangat ganjen sedang berbenah diri. Bobby dan Max bisa melihat itu, ketika seorang pelayan membuka private room yang mereka pesan, lalu kemudian pelayan tersebut menuntup kembali karena sudah meletakkan pesenan dari ruang privat room itu.


"Apa duo ganjen itu yang akan aku hadapi?" tanya Bobby pada Max.


"Benar Tuan Bobby" saut Max dengan jelas.


"Ckkc.....dasar sepupu gak ada akhlak!! beraninya memasukkan ku ke kandang buaya betina!!!" umpat Bobby yang di tujukan untuk Arthur, sedangkan Max,hanya bisa mengangkat ujung bibirnya sebelah.Dia benar-benar juga tak habis pikir, bagaimana bisa, tuannya itu menyerahkan semuanya pada Bobby, sepupunya.


Ceklek....


"Selamat siang Nona-nona" sapa Max ketika membuka pintu


"Selamat siang tuan Max!" jawab mereka serempak ,lalu berdiri menyambut Max, tentu saja mereka berharap ada Arthur di belakang tubuh Max.


"Silahkan duduk Nona-nona! perkenalkan.... beliau yang akan menangani kerja sama kita!" kata Max.


Seketika mereka berdua menoleh ke arah lelaki tersebut,dan hilanglah senyuman manis yang tadi ingin mereka perlihatkan pada Arthur.


"Senang bertemu kalian Nona-nona!! kenalkan......aku.. Bobby Hernandez!!" sapa Bobby dengan mode cuek dan dingin.


"Tuan Max, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Tuan Bobby Hernandez,bukankah Hari ini jadwal meeting kami bersama dengan Tuan Arthur, Ceo perusahaan Hernandez, Tuan Max?" tanya Zelin, dia nampak sangat kecewa,bukan Arthur yang datang, melainkan Bobby, sepupunya.


"Nona Zelin, maafkan kami, karena harus menjadikan Tuan Bobby sebagai wakil dari tuan Arthur saat ini,Namun Tuan Bobby adalah direktur pelaksana dari proyek kerjasama kita, jadi sebenarnya tidak ada yang diubah sama sekali Nono, karena siapapun diantara kami yang datang maka itu sah-sah saja" saut Max.

__ADS_1


"sudahlah Nona Zelin, bukankah sama saja? bagaimanapun juga, Tuan Bobby juga salah satu petinggi dari perusahaan Hernandez dan kita tidak perlu mempermasalahkan itu semuanya,mari kita mulai meetingnya" kata Balqis.


Dia tetap bersikap harus bersikap anggun dan juga tanpa cela, karena dengan siapapun dia berhadapan asalkan dengan keluarga Hernandez,dia akan tetap bersikap anggun dan juga sabar dengan penuh ketenangan. Zelin nampak menatap tajam ke arah Balqis,dia tahu betul bahwa Balqis melakukannya hanya untuk mencari perhatian Max dan juga Bobby agar dinilai lebih baik daripada dirinya,dan dengan terpaksa Zelin akhirnya berbesar hati untuk memulai meeting kerjasama mereka tanpa Arthur yang di gadang-gadang sebagai calon suaminya sendiri, walaupun dia harus menyingkirkan istri Arthur terlebih dahulu.


Setelah beberapa waktu melakukan perbincangan tentang kerjasama mereka, akhirnya mereka mencapai kesepakatan bahwa proyek akan ditinjau oleh mereka bertiga atau bila memang Zelin ataupun Balqis tidak bisa ikut dalam peninjauan tersebut,maka mereka boleh mengganti nya dengan pimpinan perusahaan langsung.Begitu juga dengan Bobby, jika Bobby sibuk, maka Arthur yang akan turun tangan sendiri. mendengarkan nama Arthur disebut, mereka berdua nampak berbinar.


"dasar wanita gila!!aku sangat yakin semua wanita-wanita kaya hanya berpura-pura anggun dan baik kepada kami semua!!mereka selalu mempunyai tujuan untuk mendekati kami!!" batin Bobby,Seketika dia teringat dengan Alice, Bobby sangat yakin bahwa Alice sama ambisius nya dengan mereka berdua,dan itu adalah hal yang paling di benci.


"Oh Tuhan!! kalian belum tau bagaimana ganasnya Nona muda Nayla, belum beraksi saja, dia sudah membuat darah tinggi Nona Balqis selalu naik!!" batin Max juga.


"Ngomong-ngomong Tuan Max, dimana Tuan Arthur?" tanya Zelin yang begitu penasaran dengan keberadaan Arthur.


Max nampak mengerutkan keningnya sejenak, kemudian dia mulai membuka suara untuk menjawab pertanyaan Zelin.


"Maksud nya?" tanya Zelin nampak bingung, sebenarnya Balqis juga bingung, namun jiwa sok tenang dan anggun nya membuat dia diam seribu bahasa


"Saat ini mungkin tuan Arthur sedang memanjakan istri tercinta nya" kata Max.


"Di atas ranjang!!" lanjut Bobby, ya....kali ini Bobby melanjutkan perkataannya Max.


Seketika kedua mata wanita tersebut membelalak, jelas sekali wajah tak suka mereka berdua.


Sedangkan apa yang dikatakan oleh Max memang benar adanya,dengan diantar Ariel, tiba-tiba saja siang itu, Arthur pulang ke apartemen miliknya, dia benar-benar menepati janjinya kepada sang istri bahwa Arthur benar-benar akan menghukum Nayla sampai dia benar-benar puas, untuk menghindari agar Max tidak tahu isi dari apartemennya, Arthur mematikan seluruh CCTV yang tersambung di apartemennya.Kali ini Arthur sudah duduk santai di ruang tamunya,dengan posisi Nayla jongkok di bawahnya,dan memanjakan Rudal tempur milik Arthur dengan lidah dan mulutnya.Nayla di paksa Arthur untuk melihat tutorial bagaimana cara memuaskan miliknya dengan cara lain oleh Nayla dan dengan terpaksa Nayla melakukannya.

__ADS_1


"Ahh ..... Ohh baby.....lebih cepat....yaach.....ini hebat baby!!" ranjau Arthur, sambil terus menikmati apa yang di lakukan istri nya.


Bahkan sesekali Arthur masih sempat menyentuh dua bola empuk yang berada di hadapannya,membuat Nayla sesekali mendeesaah. Sedangkan Arthur nampak mengeluarkan suara errangan dan rintihan kenikmatan dari permainan sang istri.


"Oohhh baby sedikit lagi!!" ucap Arthur dengan suara serak nya.


"Yach...... thanks sayang....!" ucap Arthur setelah melepaskan hasrat nya di dada sang istri, karena jujur saja dia tak rela bila Nayla menelan sisa-sisa kenikmatan yang dia keluarkan.Dengan cepat Nayla naik ke pangkuan Arthur, dia melingkarkan tangannya di leher sang suami, dia terlihat sangat malu, Karena ini adalah hal pertama yang dia lakukan semenjak menjadi istri Arthur.


"aku suka servisnya baby!" bisik Arthur semakin membuat Nayla semakin tersipu.


"Kenapa hemmmm?'' tanya Arthur ketika sang istri menyembunyikan wajahnya di bahu sang suami.


" Malu tau!! dasar suami gila!!" umpat Nayla lirih, namun Arthur hanya tersenyum tipis.


"Mandilah!! aku akan mengantarmu ke rumah Bunda, aku harus kembali ke kantor" ucap Arthur di akhiri kecupan manis di kening sang istri.


"Aku boleh ke Bunda?" tanya Nay dengan wajah berbinar.


"hemmmm.....boleh.......nanti sore aku akan menjemputmu, kita akan meninjau hotel yang ada di pinggir kota" kata Arthur.


Seketika wajah berbinar Nayla lenyap, entah mengapa, pikiran nya langsung traveling ke atas cakrawala.Hotel? Sebuah tempat yang ingin sekali di hindari oleh Nayla.


"Hilangkan pikiran mesum mu!!" ucap Arthur seolah tau isi kepala sang istri.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2