
Nayla menatap bayi mungil yang ada di di gendongan nya, ya..sejak dua hari yang lalu, bayi Aldric sudah di perbolehkan menginap di ruang rawat Nayla. Nayla pun sudah mendengar kabar tentang bayi kembar yang satunya yang tak bisa di selamat kan. Karena harus mengalami koma selama satu minggu an, air susu Nayla tak bisa keluar, dan akhirnya Baby Aldric harus minum susu formula, dokter bahkan merekomendasikan susu yang kandungan nutrisi nya cukup bagus.
"Ooh Dia tampan sekali Nay" kata Echa yang saat ini tengah mampir ke ruang rawat Nayla.
"Iya...... bukankah seharusnya, Alana juga sangat cantik Cha?" tanya Nay mengingat anak kembar nya yang ternyata berjenis kelamin perempuan. Dan mereka memberi nama Alana Hernandez.
"Ya...dia pasti secantik kamu" kata Echa
"Sudah lah, kau berjanji untuk tidak mengingat kesedihan nya kan?,ingatlah Alana sudah tenang dan bahagia di surga'' lanjut Echa.
"Hemmm.... baiklah, bagaimana hubungan mu dengan Morgan?" tanya Nay, Mereka mencari topik pembicaraan yang lain.
"Lebih baik, setelah kejadian naas beberapa hari lalu, tuan Bara tidak terlalu menganggu kami, sepertinya dia sibuk mengurus nyonya Aleysia dan Bobby" kata Echa.
"Semoga kamu dan Alice bahagia, sepertinya...sejak hamil Alice juga di perlakukan baik oleh Bobby,tapi....." Nayla menghentikan perkataan nya.
"Tapi sayang mereka masih merahasiakan kehamilan Alice dari nyonya Aleysia?" Echa meneruskan kata-kata Nayla,dan Nayla pun mengangguk.
"Jangan khawatir....aku sudah memberitahu nyonya Aleysia" lanjut Echa.
"Serius?" tanya Nay nampak kaget.
"Hemmmm..... itu menjadi obat ampun saat nyonya Aleysia mendengar kenyataan yang mengubah hidupnya, dan hampir saja dia mengalami serangan jantung" kata Echa.
"Maksud nya?" tanya Nayla heran bercampur penasaran, sepertinya dia sedang berpikir bahwa dia terlalu banyak kehilangan informasi.Echa mengambil baby Aldric dan meletakkan nya di box bayi, karena bayi mungil itu telah tertidur di pangkuan Nayla.
"Aku akan menceritakan semuanya" kata Echa.
Setelah menghela nafasnya perlahan, Echa mulai menceritakan tentang semua yang terjadi ketika dia dan Morgan mencoba meminta restu untuk hubungan mereka pada Bara dan juga Ananta, Mama Morgan. sebuah kenyataan yang membingungkan bagi Echa,ketika Morgan menceritakan bahwa Papa nya dan Bobby adalah orang yang sama, lebih tepatnya Ananta, Mama nya adalah selingkuhan Bara, Papa Bobby.Namun kenyataan lain terkuak,ketika Aleysia memergoki mereka sedang berkumpul di rumah persembunyian Bara dan Ananta serta Morgan saat berkumpul bersama, kenyataan yang Morgan sendiri tak pernah tau sebelumnya, dia jelas ikut shock sama halnya dengan Aleysia.
__ADS_1
"Oh My......."Nayla bahkan tak mampu meneruskan kata-katanya, dia menutup mulutnya dengan tangan kanan nya.
"Keluarga yang rumit!" lanjut Nayla
"Tapi kita sama-sama terjebak dengan keluarga rumit tersebut" saut Echa.
"Kau benar!.....bahkan aku sangat yakin, perempuan yang mencelakai aku dan anak-anak ku pasti perempuan yang sangat mencintai Arthur,atau bisa jadi dia terobsesi dengan Arthur" kata Nayla mengingat perempuan itu menendang perut Nayla sambil berkata bahwa Nay tak pantas menjadi istri Arthur.
"Hemmmmm...... sudahlah... lupakan semuanya Nay dan berbahagia lah, aku yakin Arthur akan menemukan perempuan itu dan pasti hal mengerikan akan di alami perempuan itu nantinya" kata Echa..
Echa akhirnya meninggalkan Nay di ruang rawat, dan beberapa saat kemudian sang Bunda datang beserta Amer ayahnya untuk menemani Nayla.Karena sejak tadi Nay tak melihat Ariel sama sekali, sang suami pasti sedang membutuhkan Ariel saat ini.Dan benar saja, saat ini Ariel, Max dan Arthur sedang berada di apartemen Ariel, Arthur sengaja menjadikan apartemen yang beberapa waktu lalu menjadi tempat tinggal Praz dan Ariel sebagai tempat bertemu mereka.
"Jadi bagaimana Max?" tanya Arthur dengan menahan segala amarahnya.
"Tuan..... Sam sudah bergerak dan dia berjanji kurang dari 24 jam dia akan mengetahui siapa pelakunya!" saut Max.
"Ariel!" panggil Arthur.
"Gantikan Sam sekarang juga mengatur perusahaan....dan kau Max..... perintahkan Sam kembali ke sini dan mengurus segalanya!!....aku tidak bisa menunggu lama lagi!!" perintah Arthur.
"Baik Tuan!!" jawab Ariel dan Max secara bersamaan.
Setelah itu Max dan Arthur meninggalkan apartemen Ariel, Ariel hanya memandang pintu yang telah tertutup itu, kemudian dia mulai berpikir, apa yang akan di lakukan Sam pada pelaku penyerahan Nayla.
"Oh Tuhan.....aku yakin jiwa iblis Sam akan segera bangkit!" kata Ariel,
Sam adalah Kakak lelaki Ariel,jelas Ariel tau betul bagaimana sifat dan perilaku Sam, Mantan psikopat yang pada akhirnya di percaya oleh Arthur untuk memimpin perusahaan milik pribadinya itu terkadang bisa sangat sadis, apalagi untuk membela orang-orang yang sangat dia hormati seperti Max dan Arthur, Bukan tanpa alasan dia begitu patuh pada Arthur, karena Arthur lah yang mengangkat derajat nya dan membebaskan diri nya dari kehidupan pahit masa lalu nya, dan entah kebetulan seperti apa, Max menemukan Ariel sang adik yang telah lama terpisah darinya, kedua orang tuanya yang terpisah dan tak pernah hidup harmonis membuat Sam dan Ariel hidup terlunta-lunta,hingga pertolongan dari Arthur datang dan membuatnya menjadi seperti sekarang ini.
ceklek....... pintu apartemen terbuka.
__ADS_1
"Sayang..... apa yang kau lakukan?" tanya Praz, sebenarnya Praz datang untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal.
"Aku harus pergi" kata Ariel sambil mengepak beberapa keperluan nya, tidak banyak karena pakaian Ariel sudah ada di rumah besar Sam.
"Sekarang?" tanya Praz sedikit panik, pasal nya tak ada pembicaraan sebelumnya kalau Ariel akan kembali ke rumah nya.
"Ini perintah" ucap si tomboy itu sambil mengelus wajah panik Praz.
Praz tiba-tiba saja menelpon seseorang dan mengatakan dia akan sedikit terlambat kembali ke kantor, dan dengan gerakan cepat dia membuang ponselnya sembarangan serta mengangkat tubuh Ariel seperti karung beras.
"Praz!!! hentikan!! kau akan membuat aku terlambat!!" ucap Ariel sambil berusaha turun dari bahu Praz.
"Aku mau ucapan perpisahan sementara dari mu!" ucap Praz dengan melemparkan jas dan membuka kancing kemejanya, Ariel hanya memutar bola matanya,dia tau betul apa yang di inginkan sang kekasih.Seperti biasa, Ariel tak pernah bisa menolak pesona Praz di atas ranjang, Praz berjanji akan bermain lebih cepat dari biasanya, namun tetap saja, lebih cepat yang di maksud Praz sangat jauh dari prediksi seorang Ariel.
drt.....drt.......drt.....ponsel Ariel berbunyi saat Praz memacunya dengan gerakan cepat, Ariel memberi isyarat agar Praz memelankan gerakan nya.
"'Ariel?'' sapa Sam
"I-iya Sam!" suara Ariel sambil menahan desahannya, Praz yang tau siapa penelpon nya, dengan sengaja menambah kecepatan nya di atas tubuh Ariel.
"Ahh....a-ada apa Sam"
Mendengar desaahan Ariel keluar juga dari mulut nya, Praz menampakkan wajah kemenangan nya.
"Kau sedang bersama lelaki maniak itu??" tanya Sam tak suka, dia tau Ariel sedang bersama kekasihnya yaitu Praz.
"Segera selesaikan dan berangkat Ariel!!" lanjut Sam.
"Iya..." saut Ariel lalu melempar ponselnya dan segera berpacu dengan Praz dalam mengejar kenikmatan nya bersama.
__ADS_1
bersambung....