
"Dan ...aku mohon...terima aku... Bella?"
Ucapan Sam seakan menjadi sebuah hipnotis di telinga Bella, segala ketakutan nya tiba-tiba lenyap entah kemana, melihat wajah sejuk dan penuh ketulusan membuat Bella mengangguk tanpa sadar.Sam yang melihat itu seketika mengangkat tubuh nya dan bertumpu pada lutut nya, dia memeluk tubuh gadis yang dengan susah payah dia dapat kan itu.
"Kau tidak sedang membohongi ku kan?" tanya Sam dengan menatap lekat mata Bella.
Bella yang baru saja tersadar dengan jawaban yang diberikan pada Sam, terlihat bingung.Sam yang menyadari itu, langsung menowel hidung kecil nan mancung itu.
"Kau tidak sadar sudah menerima ku?" tanya Sam sambil menahan senyumnya.Dan benar saja apa yang menjadi jawaban Bella sama dengan apa yang dipikirkan oleh Sam, karena Bella mengangguk mendapat pertanyaan dari Sam.
"Tapi maaf Bella sayang..... jawaban mu tidak bisa di batalkan!!" lanjut Sam.
"Kenapa begitu??" protes Bella.
"Di sana ada cctv yang merekam acara lamaran kita, Dan Lelaki kecil itu... diam-diam dia menjadi pengawas kita" ucap Sam, sambil menunjuk ke arah ranjang,di mana Zio ternyata terbangun dan menatap ke arah mereka berdua.
"Zio.... sayang..." ucap Bella sambil berdiri menghampiri Zio.
"Ckc.....aku selalu kalah dari lelaki kecil itu!!" kata Sam dengan wajah kesalnya. Namun pada akhirnya, Sam mengikuti langkah Bella, dia juga cukup bersyukur akan keadaan Zio saat ini. Kebahagiaan Sam saat ini, ternyata di rasakan juga oleh Max.Seharian setelah bekerja, Max di buat bahagia dengan keberadaan Syahnaz di apartemen milik nya. Dengan apron yang mengikat di pinggang nya, Syahnaz dengan cekatan meracik beberapa jenis makanan yang akan dia hidangkan untuk makan malam dengan Max.Dasar Max yang bak kulkas 300 pintu, dia hanya berjalan dengan wajah datar ketika mendapati Syahnaz, walaupun hatinya begitu sangat bahagia.
__ADS_1
"Kau memberiku kejutan?" tanya Max yang kini sudah memeluk pinggang Syahnaz dari belakang, menyembunyikan kepalanya di ceruk leher sang kekasih.
"Bagaimana? kau suka?" tanya Syahnaz sambil menoleh melihat wajah Max yang tersembunyi di lehernya.
"Hemmm.....Aku akan mandi dulu..." saut Max sambil meninggalkan kecupan singkat di pipi Syahnaz.
Perbuatan nya sangat manis, sayangnya,wajahnya tak menampakkan ekspresi sama sekali, untung saja, Syahnaz mengenal Max,bukan hanya sebulan dua bulan, melainkan bertahun-tahun,hingga dia sudah hafal betul dengan sikap dan perilaku Max. Melihat kepergian Max, Syahnaz segera menyelesaikan masakannya dan mempersiapkan di meja makan.Hidangan sudah tersaji rapi di meja makan minimalis milik Max, ya.. Max yang memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen, setelah Arthur dan istrinya beserta anak-anaknya menempati rumah besar mereka.
Sang Mama berulang kali meminta Max untuk tinggal bersamanya, Namun dengan halus Max menolak, dan dia berjanji jika suatu saat nanti pasti akan memenuhi permintaan sang Mama. Beberapa saat setelah acara makan malam mereka yang nampak hening, Syahnaz meminta Max untuk menemani nya di ruang tamu,sambil menikmati tontonan yang ada di televisi.Dengan manja Max tidur dengan kepala di pangkuan Syahnaz.
"Tadi aku bertemu dengan Bella" Syahnaz mulai bercerita
cup.....
Tiba-tiba saja Syahnaz menunduk dan mencium bibir Max sekilas,Max nampak terpana dengan tindakan Syahnaz.Syahnaz menjadi salah tingkah sendiri ketika Max menatap nya.
"A-aku ge-gemes sama kamu!!" ucap Syahnaz dengan cepat seakan tau apa yang ada di pikiran Max.
"Aku juga!" saut Max.
__ADS_1
Max langsung bangkit dari berbaring nya, kemudian dia mengangkat tubuh Syahnaz dan membawanya ke kamar, Syahnaz panik sendiri, ini kali pertama seorang wanita masuk kamar Max, dan tentu saja kali pertama Syahnaz masuk.
"A-apa yang kamu lakukan Max?" kata Syahnaz lirih.
"Aku? ....Latihan!" saut Max.
"Latihan apa?" tanya Syahnaz dengan panik, otaknya sudah traveling kemana-mana.
"Latihan di temani tidur istri!"
Setelah berkata seperti itu, Max membaringkan tubuh Syahnaz, menarik selimut dan memeluk wanita tersebut dengan erat.
"Max....jangan begini" Syahnaz mencoba memberontak.
"Sssttttt.....diam Syahnaz, aku sedang berusaha menahan sesuatu!!" ucap Max dengan ambigu, dan Syahnaz mematung seketika.
Max nampak senang karena perintah nya di turuti oleh Syahnaz, Namun percaya lah, dia mati-matian berusaha menahan hasrat nya sendiri, dia benar-benar ingin menjaga Syahnaz sampai pernikahan mereka, dia ingin malam pertama mereka begitu berkesan.
bersambung
__ADS_1