Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Acara ngidam pertama Nay


__ADS_3

Max nampak menatap pohon yang cukup besar itu, memang di sana terdapat banyak sekali buahnya, namun buah-buah tersebut jauh dari jangkauan tangan Max, dia harus naik ke atas pohon dan baru bisa mengambil nya.Max teringat sekali apa yang di katakan Nayla beberapa waktu lalu.


"Max.... sepertinya aku ingin sesuatu" kata Nay sambil mengedipkan matanya berulang kali.


Seperti itulah perkataan Nay yang di ingat Max.Max kembali menatap ke arah pohon tinggi besar di hadapannya.


"Tuan.... Tuan Arthur melakukan panggilan video" kata salah satu anak buahnya.


"heh!!" suara helaan nafas yang terlihat cukup frustasi.


"Hallo......" saut Max


"Kak Max!!" Teriak Nayla, sontak hal itu membuat Max kaget.


"Kak??" tanyanya heran.


"Ya....mulai hari ini dia akan memanggil mu Kak, kau jadi Kakak angkat nya sekarang!" kali ini wajah Arthur yang nampak terlihat di layar kaca.Dan..oh no!! jangan lupakan wajahnya yang terlihat tersenyum licik pada Max.Max memutar bola matanya sejenak sebelum melanjutkan percakapan nya dengan Nayla,Max tau betul, bahwa Arthur yang sedang di Landa cemburu hanya karena percakapan mereka beberapa saat lalu.


"memang seperti apa tipe mu?" tanya Arthur , entah mengapa Max merasa Arthur terlalu banyak bicara.


"Nona muda" kata Max.


Padahal itu bukanlah jawaban yang Max berikan, saat Arthur melontarkan pertanyaan, bertepatan dengan Nayla yang terbangunnya Nayla, dan sepertinya Arthur sekarang berubah dari si Tuan penguasa menjadi Tuan pencemburu.Lamunan Max buyar ketika Nayla menanyakan sesuatu yang sangat dia ingin kan saat ini.

__ADS_1


"Kak... bagaimana? apa dapat?" tanya Nayla berbinar.


"Aku belum mengambilnya Nona" saut Max


"Ckc..... memang ada seorang Kakak memanggil adiknya Nona!!" ucap Nayla sangat ketus, dan Max benar-benar hanya bisa menuruti kemauan Nayla.


"Baiklah.... tutup dulu panggilan telepon nya, aku akan mengambil buah yang kamu minta" kata Max.


"Tidak! aku mau melihat Kakak memanjat" saut Nayla berbinar.


"Tapi...."


"Max" suara Arthur memotong perkataan Max.


"Baiklah!" saut Max.


Dari pintu rumah Dewi nampak mengamati apa yang di lakukan Max, dia benar-benar heran ketika Max tiba-tiba datang ke rumah dan meminta ijin. mengambil buah langsung dari pohonnya yang berada di belakang rumah.Saking asyiknya memperhatikan Max yang sedang memanjat pohon,dan nampak anak buahnya merekamnya, Dewi sampai tidak menyadari bahwa Echa datang dari arah belakang nya.


"Merhatiin apa sih Bun?" tanya Echa,namun langsung mengikuti arah mata sang Bunda.


"Tuan Max, entahlah....kenapa dia bersusah payah seperti itu" saut sang Bunda,namun matanya tak lepas dari Max yang terlihat sedang mengibaskan tangannya dan beberapa kali rambutnya.


"Apa yang di lakukan nya di sana Bun? bukankah itu pohon kelengkeng?.....oh Tuhan.....dia sedang di kerubuti semut!!'' pekik Echa ketika melihat Max tengah sibuk dengan semut-semut yang mulai merangkak naik ke tubuhnya.

__ADS_1


"Oh Tuhan!! kau benar Cha.....apa dia akan baik-baik saja?" tanya Dewi sedikit khawatir, pasal nya Max secara tiba-tiba melompat dari ketinggian dan di bantu oleh anak buahnya, nampak membersihkan tubuhnya dari serangan semut-semut tersebut.Dewi dan Echa pada akhirnya yang mendekat kearah Max dan juga beberapa anak buahnya, Dewi nampak khawatir melihat beberapa kali Max nampak melompat-lompat dan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah, dia terus berusaha untuk menghilangkan beberapa atau bahkan bisa dibilang sangat banyak semut yang menggerayangi tubuhnya.


"Kau tidak apa-apa Kak?" tanya Nayla yang masih tersambung dengan panggilan videonya dengan Max,Nayla sedikit khawatir melihat Max yang nampak melompat-lompat karena banyaknya semut yang ada di tubuhnya, sedangkan Arthur nampak ingin tertawa melihat penderitaan Max,Max menderita hanya karena menuruti acara ngidam Nayla untuk yang pertama kali. Mendengar suara anaknya di sambungan telepon, Dewi langsung meminta ponsel tersebut dari tangan anak buahnya Max.


"Nay....apa yang kau lakukan pada Tuan Max?" tanya sang Bunda.


"Bunda?.....aku...'' saut Nayla namun belum selesai dia berbicara,layar ponselnya menampakan wajah Arthur sang menantu.


"Bunda....jangan salahkan Nay, ini adalah acara ngidam pertama nya, dan sebuah kehormatan pagi Max,bisa menjadi orang pertama yang mengabulkan nya! bukan begitu Max!" kata Arthur, di akhiri dengan penekanan pada nama Max.


"Tentu saja Tuan" saut Max,yang masih mendengar apa yang di katakan Arthur, walaupun ponselnya ada di tangan Dewi.


"Ngidam pertama?......" tanya Dewi nampak masih bingung.


"Oh My...... Bun!! Nayla hamil!!" pekik Echa senang, dan Dewi baru saja tersadar.


"Oh Tuhan!!! Bunda senang mendengarnya!!!" ucap Dewi senang.


"Terima kasih Bunda" saut Nayla


"apakah calon anakmu belum ingin menyusahkan Daddy nya?" tanya Dewi selanjutnya.


Max suka dengan pertanyaan itu, senyum tipis nampak tercetak di bibirnya, sedang kan Arthur, sudah menatap tajam layar ponselnya, walau pun Dewi tak dapat melihat, bagaimana wajah tak suka Arthur, sedangkan Nayla hanya bisa tersenyum melirik wajah tegang sang suami.

__ADS_1


"Belum Bun, aku akan memikirkan apa nanti yang aku minta untuk calon Daddy"


bersambung


__ADS_2