Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Sang penguasa


__ADS_3

Masih di kamar Arthur


"Arthur hentikan!!!"


pekik Nayla ketika Arthur menarik pinggangnya dan mengangkat pinggulnya dan di dudukan di atas meja wastafel yang menyatu dengan wastafelnya, Arthur mengungkung Nayla sambil tangannya bertumpu pada kaca di belakang tubuh Nay.


"Minggir!!" pinta Nayla, sungguh jantung nya sudah sangat berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


"Bisakah halus denganku sedikit Nona kecil?" kata Arthur yang semakin mengikis jarak di antara mereka, jangan lupakan tangan kokoh Arthur yang masih memegang pinggang kanan dan kiri Nayla.


"Aku bukan wanita anggun dan lemah lembut, apa kau lupa itu tuan Arthur?" kata Nayla mengucapkan kata-kata penuh penekanan.


"Dear..... panggil aku dengan itu" kata Arthur


"Bukankah Nona kecil ku ini seperti bunglon? dia bisa berbeda di berbagai situasi" lanjut Arthur.


"Jangan terlalu berharap tuan Arthur.....karena itu akan sangat sulit!" jawab Nayla


Sedetik kemudian, Arthur sudah memindahkan tangannya ke tengkuk belakang Nayla, menyesap lembut bibir wanita yang sedang dekat dengannya akhir-akhir ini, Nayla yang kaget hanya diam saja mendapatkan perlakuan Arthur.


Entah hubungan apa yang seperti mereka jalani, apakah Nay mencintai Arthur? Jelas sekali jawabannya adalah Tidak!! Namun keadaan yang di buat oleh keluarga Hernandez membuat Nay ikut alur cerita hidup keluarga Hernandez tersebut, bukan hanya karena itu, Nay bisa saja memberontak dan tak menerima isi wasiat tersebut, namun keselamatan Bunda nya juga menjadi pertimbangan dalam setiap langkah nya. Setelah mendapatkan apa yang Arthur mau, kini dia melepaskan Nayla.

__ADS_1


"Mandilah.....dan segera istirahat!" kata Arthur sambil mengusap bibir Nayla yang basah karena ulahnya dengan ibu jari lelaki tersebut.


Arthur tau betul bahwa Nayla tak pernah dekat dengan siapapun dari Max sang pencari informasi,jadi bisa di pastikan Nay akan sangat kecewa jika Arthur berbuat lebih dari sekedar bersentuhan bibir dengan gadis tersebut. Ancaman mandi bersama nyatanya memang tak pernah di lakukan oleh Arthur, masih banyak berkas-berkas yang harus dia selesai kan di ruang kerjanya,dan Max sudah menunggu lebih dari setengah jam yang lalu.


"Bagaimana Max?" tanya Arthur


"Semuanya sudah seperti yang Tuan mau, tuan Morgan mendapatkan proyek yang mereka inginkan, dan Tuan Bobby seperti biasa, dia akan menolak proyek besar yang menurut nya akan menjadi masalah bagi petinggi perusahaan" kata Max.


"Jadi saya sudah mengatur proyek biasa untuk Tuan Bobby" lanjut Max.


Arthur memang sudah mengatur semuanya tanpa sepengetahuan seluruh anggota keluarga nya, bahkan dia mempunyai perusahaan lain di luar negeri yang tak pernah di ketahui keluarga nya sejak dia kuliah di luar negri dulu. Arthur sebenarnya tak pernah menginginkan kedudukan di Perusahaan keluarga nya, namun demi menjaga keutuhan keluarga walaupun sebenarnya semuanya hanya berpura-pura baik dan tak ada perselisihan diantara mereka. Arthur bahkan sudah menutup semua informasi yang berkaitan dengan masa lalu dari masing-masing anggota keluarga.


Kini apapun yang di lakukan Arthur adalah dengan bantuan Max, dan Arthur lah yang membuat jalan Morgan sebagai Boneka seseorang menjadi selancar jalan tol tanpa di curigai siapapun.Arthur sadar betul Morgan tengah di setir seseorang yang menginginkan dan haus akan kekuasaan.Tak ada yang pernah tau, orang-orang nya tersebar di berbagai aspek dan berbagai tempat di sekitar keluarga Hernandez.


"Dan ini berkas-berkas yang harus anda tandatangani Tuan?" kata Max yang menyodorkan sebuah berkas di meja Arthur.


"Bagaimana dengan nyonya Dewi?" tanya Arthur


"Nyonya Dewi baik-baik saja Tuan, dan saya menempatkan beberapa anak buah kita di sana" lapor Max


"Bagus Max!"

__ADS_1


"Tuan... seperti nya ada ada sedikit masalah" kata Max


"Apa itu?"


Max menyodorkan sesuatu di depan Arthur dan Arthur melihat dengan seksama apa yang ada di hadapannya, terlihat jelas sekali Arthur menghela nafasnya sedikit kasar.


"Biarkan saja Max! seperti nya ini akan seru!" kata Arthur menanggapi apa yang di sodorkan Max.


"Bukankah dia juga berhak bahagia?.... walaupun akan sedikit terasa sakit!" senyum seringai nampak jelas di wajah dingin Arthur.


"Baiklah tuan!"


bersambung...


okey!!!! sekarang othor janji...akan up sesering mungkin, kemari masih kejar tayang novel othor yang berjudul


"Birendra"


kepo-in ya...


jangan lupa like,komen nya...jempol kalian sangat berharga untuk penyemangat ku😁🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2