
Nayla tengah asyik mengotak-atik laptop yang ada di depannya, dan Arthur dengan santainya memeluk pinggang sang istri yang di minta nya duduk di pangkuan nya. Arthur tengah memberitahu tentang perkembangan perusahaan pada Nay, walaupun Nayla menolak permintaan Arthur, namun Arthur tetaplah memaksa.Arthur ingin jika semua permasalahan keluarga nya selesai,dia akan memperkenalkan perusahaan nya sendiri pada keluarganya dan akan bersiap mengelolanya sendiri sedangkan Nayla yang akan bertugas untuk ikut mengawasi perusahaan Hernandez nantinya karena itu Arthur dan mempersiapkan Nayla dengan baik Bukannya ingin istrinya sibuk dengan perusahaan namun atur berpikir bahwa Nayla punya hak untuk mengelola perubahan juga Karena bagaimanapun Nayla mempunyai 10% saham di perusahaan yang dibeli diberikan Rosemary padanya.
"Aku tidak minat di perusahaan!"
tolak Nayla, dia terus melihat berbagai laporan yang di suguhkan oleh Arthur, Arthur tak menjawab dia dengan posesif tetap memeluk pinggang istri nya sambil terus menunjukkan sesuatu di laptop miliknya.
"Bee.....aku tidak mau bekerja di perusahaan! kau tau kan?! impianku sangat sederhana,bahkan dulu aku hanya penjual online dan berniat untuk membuka kedai....hanya itu impian ku" kata Nayla lagi,
Nayla benar-benar tak mau terlibat dengan perusahaan.Arthur terdiam sebentar, kemudian dia terlihat menciumi tengkuk belakang istrinya, menghirup aroma tubuh sang istri yang memang setiap saat selalu menggodanya.Sebenarnya dia juga tak ingin Nayla terlalu larut dalam pekerjaan nya nantinya bila benar-benar terjun ke perusahaan, sekali lagi Arthur berpikir bahwa Nayla juga berhak di sana, Namun melihat sang istri seperti nya sungguh tak tertarik, akhirnya Arthur menyerah juga, Dia tiba-tiba menutup laptopnya.
"Kau benar-benar tidak ingin ikut andil di perusahaan?" tanya Arthur sambil membalikkan tubuh sang istri dan mereka saling berhadapan.
"Hemmmm..... aku tidak suka" kata Nayla
"Kalau begitu hamil lah!!" bisik Arthur
Nayla yang sudah bisa menangkap sinyal kemesuman sang suami segera mengalihkan pembicaraan, dia bener-bener tak mau di hajar habis-habisan lagi oleh Arthur,semalam bahkan Arthur sudah menghajarnya beberapa kali, hingga menjelang pagi dia baru bisa tertidur dan saat ini setelah selesai makan siang Arthur sudah memperlihatkan mode kemesuman nya kembali.
__ADS_1
"Aku mau minta sesuatu padamu" kata Nayla mengalihkan pembicaraan, Arthur yang tau hanya menghela nafasnya pelan.
"Katakan!"
"Aku ingin anak buah Max memberi pengawalan untuk Echa"
"Apa yang terjadi padanya?"
"Kemarin malam dia di serang seseorang di depan ruang kerjanya, bahkan lehernya memerah karena cekikikan tangan orang tersebut" kat Nayla memberitahu soal keadaan Echa.
"Hallo Tuan!"
"Max minta anak buah mu mengawasi Echa" kata Arthur
"Baiklah Tuan!" saut Max sebelum Arthur memutuskan panggilan nya.
"Bagaimana? apa Max bisa melakukan nya?" tanya Nayla
__ADS_1
"Dia lebih dari bisa untuk di andalkan Baby" ucap Arthur sambil menggendong Nayla ala koala.
"Apa tidak sebaiknya mereka di jodohkan saja?" tanya Nayla
"Siapa?" tanya Arthur sambil berjalan menuju kamarnya.
"Echa dan Max......aku yakin mereka akan cocok!" kata Nayla tanpa sadar bila Arthur membawanya ke dalam kamar mereka
"Hemmm akan aku pikirkan nanti" saut Arthur.
"Eh.....ke--kenapa ke sini?" tanya Nayla dengan gagap karena baru menyadari bahwa dia ada di kungkungan sang suami.
"Kau bilang tidak ingin kerja Nona kecil!! jadi Hamil lah!!"
Tanpa bisa melawan Nayla akhirnya mengikuti alur yang di buat Arthur, dengan keahlian Arthur yang semakin terasah untuk memuaskan sang istri, membawanya melayang ke nirwana.
bersambung
__ADS_1