Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Max dan Sam


__ADS_3

Berulang kali Bella meremas tangan nya sendiri, dia benar-benar terlihat ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi pada Zio saat ini, Hingga perjalanan menuju ke arah rumah sakit terasa lama sekali.


"Tolong jangan menangis Anne, aku di jalan" kata Bella yang terus berbicara dengan Anne yang sedang menangis, Dia berusaha menguatkan sang baby sitter, walaupun pada kenyataannya,dia juga butuh menguatkan dirinya sendiri.


"Tuhan.... jangan biarkan dia kenapa-kenapa!" berulang kali dia bergumam kata-kata yang sama, Bella memutuskan untuk menutup panggilan telepon nya, karena tangisan Anne membuatnya semakin panik.Bella berharap masih bisa bertemu dengan Zio, dan tentu saja mengharapkan kesembuhan lelaki kecil tersebut. Setelah melalui proses perjalanan yang cukup lama menurut Bella, akhirnya dia sampai di lobby rumah sakit,.di sana dia menghubungi Anne kembali, setelah tau keberadaan Zio, Bella segera menuju ke sana.


"Anne!!" pekik Bella,


Sam yang kebetulan juga berada di sana, terlihat kaget dengan keberadaan wanita idaman nya itu, Sam sama sekali tak memikirkan untuk mengabari Bella, dia sudah nampak panik dengan keadaan Zio.Namun fokus Bella tidak pada Sam saat ini, dia langsung memeluk Anne yang tengah menangisi keadaan Zio.


"Apa yang terjadi Anne? bagaimana keadaan Zio? bagaimana bisa dia bisa mengalami ini?" pertanyaan beruntun dari Bella, nyatanya membuat Anne semakin menangis.


"Nona Bella, ini semua kesalahanku!! seharusnya aku menjaganya dengan baik hiks...hiks....hiks!!" jawaban Anne semakin membuat Bella bingung.


"Ada apa sebenarnya? ada apa Tuan Sam?" tanya Bella karena tidak mendapatkan jawaban dari Anne.

__ADS_1


"Dia melarikan diri dari rumah, dan tidak sengaja mengalami kecelakaan " jawab Sam dengan lembut.


"Bagaimana bisa!!! di mana anak buah mu??!!! bagaimana bisa kalian teledor??!! dia hanya seorang anak kecil!! seharusnya kalian tidak bisa di bodohi nya!!" Pekik Bella dengan tak terima.


Bagaimana bisa, seorang Sam, dengan pertahanan yang cukup ketat, bahkan seekor nyamuk saja akan susah masuk ke dalam rumah tersebut, Namun, dia bisa kecolongan oleh seorang anak kecil,yang bahkan belum genap berusia 6 tahun.


"Dia mencari mu!"


Sebuah kalimat yang membuat Bella menutup mulutnya sendiri, dia tak menyangka bahwa Zio akan mencarinya.Ya beberapa hari sebelumnya, Bella memang pamit pada bocah kecil itu untuk pulang ke pedesaan, Zio nampak tak suka, namun Bella tak mendengar tangisan dari Zio, Bella yakin Zio hanya shock mendengar nya, tak di pungkiri, dia dan Zio cukup dekat.Bahkan berulang kali Zio melamarnya untuk sang paman.Tentu saja Bella hanya menanggapi semua nya sebagai candaan dari Zio saja.Tapi siapa yang menyangka bahwa Zio akan senekat itu.


"Maaf..... maafkan aku" ucap Bella, tangisnya yang sedari tadi dia tahan , akhirnya pecah juga.


Sam tak kuasa melihat nya, dia membawa tubuh Bella masuk ke dalam pelukannya, sedangkan di dalam ruangan, Zio sudah selesai di tangan i oleh dokter. dokter keluarga Sam dengan segera keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana?" tanya Sam, Bella melepaskan pelukan Sam dan ikut mendengarkan perkataan dokter.

__ADS_1


"Tuan muda Zio,sudah melewati masa kritis nya Tuan, dan sekarang masih belum sadar kan diri akibat pengaruh obat" kata sang dokter.


"Apa aku boleh masuk?" tanya Bella.


Dokter tersebut nampak ragu, pasalnya dia mengenal betul keluarga Sam, dan dia belum pernah sekalipun bertemu dengan Bella, hingga dia merasa ragu menjawab pertanyaan Bella. Menyadari keheranan di wajah sang dokter, Bella nampak menatap Sam untuk meminta bantuan Sam.


"Dia calon istri ku Dok, biarkan dia masuk" kata Sam dengan santainya.


Bella tak terlalu mempedulikan perkataan Sam yang menyatakan dirinya sebagai calon istri nya, yang paling penting saat ini adalah Zio, dia ingin berada di samping Zio.


"Baiklah nona, namun hanya satu orang saja yang di ijinkan masuk" kata sang dokter.


Tanpa berpikir lagi, Bella segera masuk mengikuti seorang suster, di sudah tidak sabar berada di samping Zio.Melihat tubuh kecil itu lemah, Bella menangis seketika, dia mengenggam tangan Zio dan membisikkan sesuatu di telinga Zio.


"Bangunlah!! aku akan memenuhi permintaan mu! Apapun itu Zio sayang" bisik Bella.

__ADS_1


Bella tak peduli,jika nantinya Zio memintanya untuk tidak kembali ke pedesaan, asalkan Zio baik-baik saja.


bersambung


__ADS_2