Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Teman lama bertemu kembali


__ADS_3

Alice dan Echa duduk di sebuah bangku di depan pekarangan rumah Dewi, sedangkan Dewi sedang berada di dapur bersama dengan Nay, mereka memutuskan untuk makan siang di pekarangan depan rumah yang memang nampak asri.Pepohonan yang rindang membuat perkarangan rumah Dewi nyaman untuk bersantai.


"Berapa tahun kita tidak bertemu?"


Tanya Alice membuka suara menghilangkan keheningan sejak tadi nampak mendominasi mereka.


"Lima tahun lebih" jawab Echa.


"Kamu apa kabar? lanjut Echa


"Aku baik dan masih sama, yang berbeda hanya sedikit" saut Alice.

__ADS_1


"Apa kamu bertemu dengan nya?" lanjut Alice.


"Hmmmm" jawaban Echa sambil mengangguk.


Mereka akhirnya bercerita tentang banyak hal, Echa yang selalu ceria memang lebih banyak berbicara daripada Alice, Alice tak pernah berubah menurut Echa,dia masih sama lemah lembut dan juga berhati baik setidaknya itulah yang Echa tangkap dari beberapa menit berbicara dengan Alice, pembicaraan mereka melebar hingga ke Nay dan juga Arthur, Bahkan tak jarang mereka sedikit tertawa kecil ketika menceritakan sepasang sejoli yang terpaksa harus menikah tanpa adanya cinta diantara Arthur dan Nayla. Alice sepakat untuk menjalin lagi pertemanan dengan Echa yang sempat terputus karena lama tak berjumpa,mereka bahkan sudah berjabat tangan sambil tertawa cekikikan karena membayangkan bagaimana bisa mereka bertemu di situasi yang seperti ini.


"Apa kamu masih mencintainya?"


"Tidak! dia hanya masa lalu" saut Echa dengan senyum tipis, Alice merasa ada sesuatu yang masih di sembunyikan oleh Echa, Namun Alice tak mau banyak mengorek keterangan dari Echa. Alice hanya yakin cinta itu masih ada karena terlihat begitu nyata di mata Echa.


Beberapa saat berbincang Nayla nampak membawa dua piring makanan serta di belakangnya ada sang Bunda yang membawa mangkuk makanan.mereka memang berencana untuk makan di pekarangan depan, sejak Nayla di bawa Arthur sebelum menikah, Amer memberikan 1 pembantu untuk menemani Dewi di rumahnya karena terus terang saja Amer belum diizinkan oleh Dewi untuk tinggal satu atap dengannya. sesuai kesepakatan Dewi akan menikah dengan Amer beberapa minggu kedepan, Amer ingin pernikahannya diadakan dengan sangat mewah namun Dewi tidak mau karena itu Dewi dan Amer memutuskan untuk menikah dengan hanya didatangi oleh keluarga dan juga sahabat-sahabat dari Amer dan Dewi.

__ADS_1


Waktu terlewati begitu saja, Alice memutuskan untuk pulang sedangkan Echa juga berpamitan untuk kembali ke apartemen nya, Echa lebih memilih untuk tinggal sendiri dari pada nantinya akan menganggu keharmonisan Ayah dan calon Bunda nya, namun tetap saja Dewi menyediakan satu kamar untuk Echa agar bisa menginap sewaktu-waktu di rumahnya.Dewi dan Amer berencana tinggal di rumah Dewi sesuai permintaan Dewi dan itu bukan masalah berarti buat Amer.


Alice berjalan perlahan ke unit apartemen nya, entah mengapa sejak tau bahwa Bobby juga tinggal satu lantai apartemen dengan nya membuat Alice kurang bersemangat jika pulang ke apartemen nya,dia hanya tak mau sewaktu waktu bertemu dengan Bobby,dan melihat muka masam Bobby saat bertatap muka dengan nya.Namun rupanya Tuhan berkata lain, baru beberapa langkah berjalan, Bobby ternyata sedang berjalan di depannya tanpa dia sadari.


Alice berhenti berjalan ketika menyadari bahwa di depannya ada Bobby yang berusaha memencet tombol kunci apartemen nya.Alice sudah bersiap untuk menyapanya tapi siapa sangka, Bobby yang menyadari bahwa ada orang lain selain dirinya malah bersikap cuek dan tak peduli.


Braaak...


Suara pintu di tutup cukup keras,membuat Alice sedikit melonjak di tempat nya.


"Sepertinya aku memang harus bertindak" gumam Alice.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2