Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Persiapan pernikahan


__ADS_3

H-2 Pernikahan Arthur dan Nayla


"aaaaaaaaa......sayang!! gak nyangka banget kalau kamu bakalan nikah duluan!! padahal masih muda gini"


Kata Echa, anak gadis pak Amer, salah satu dosen Nayla dan juga Lelaki yang sedang mengincar Bunda nya.


Nayla di biarkan menginap di rumah Dewi sang Bunda, karena sebentar lagi tepatnya H-1 sebelum pernikahan nya dia juga harus kembali ke hotel di mana perhelatan akbar tersebut akan di gelar.


"Iya Cha......kok aku jadi sedih ya" saut Nayla


"Kenapa? Apa calon suami mu jelek? botak? miskin?'' tanya Echa.


"Gak semuanya! dia malah terlalu tampan! terlalu kaya! aku jadi ragu" kata Nayla


Belum juga Echa menanggapi perkataan Nayla, Dewi datang dengan membawa se nampan makanan dan minuman ke ruang tengah.


"Bundaaaa.....kangen!" kata Echa sambil memeluk erat Dewi


"Ihhh......berat tau!" ucap Dewi pura-pura marah, namun dia membalas pelukan Echa.

__ADS_1


"Bagaimana pekerjaan nya?" tanya Dewi yang ikut duduk dengan kedua gadis tersebut.


"Echa di pindah tugas di sini Bun, dan itu artinya kita bakalan sering bertemu" kata Echa riang.


"Dan Bunda harus menepati janji Bunda" kata Nay seketika


"Emang apa janji Bunda?" tanya Dewi bingung, dia melihat dua gadis tersebut secara bergantian.


"Menikah dengan tuan Amer!!" ucap Nay dan Echa bersamaan.


Dewi hanya bisa memutar bola matanya mendengar apa yang di katakan Nay dan Echa, namun dia memang berjanji akan memikirkan pernikahan bila Nayla sudah menikah, tapi tak pernah di sangka oleh Dewi bahwa pernikahan Nay akan secepat ini. Pak Amer memang sering sekali datang dan selalu berkata akan sabar menanti Dewi, wanita yang menjadi incaran nya beberapa tahun ini. Echa yang mendapatkan penempatan di rumah sakit di luar kota jarang sekali pulang, sejak 4 tahun yang lalu dia sudah meninggalkan kota ini dan melanjutkan kuliah kedokteran berlanjut bekerja di rumah sakit di sana, karena dia sudah mengajukan permohonan mutasi lama, akhirnya pihak rumah sakit memutasi dia kembali ke kotanya sebagai dokter umum.


"Apa ada hal yang mencurigakan?" tanya Celia pada Fila


"Kami sudah mengatasi nya Nyonya" saut Fila


"Jadi ada?" tanya Celia menghentikan pergerakan tangannya pada berkas yang ada di hadapannya.


"Sebuah bom kecil yang terletak di karangan bunga Nyonya, di letakkan di ujung ruang di belakang pelaminan" lapor Fila pada Celia.

__ADS_1


"Perketat lagi! gunakan orang-orang yang sama setiap hari untuk mempersiapkan semuanya,dan ingat!! awasi semua pekerja" perintah Celia.


"Baik Nyonya!" jawab Fila dan akhirnya pergi meninggalkan ruangan Celia.


"Oh Tuhan! Agam...kenapa semuanya tak bisa berhenti?" gumam Celia sambil mengingat sang suami.


Di Ruang Kerja Morgan


"Apa kau tidak ada cara lain untuk menghentikan pernikahan ini?" tanya Bara pada Morgan


"Memangnya apa lagi Om? Aku sedang menangani proyek besar, aku takut konsekuensi ku terganggu kali ini" saut Morgan


"Dia belum tentu naik ke jabatan CEO Om, apalagi dia perlu banyak dukungan untuk itu, aku akan mematahkan nya dengan peruntungan ku di dalam proyek ini" lanjut Morgan seakan meyakinkan Bara.


Bara memang lebih mendekatkan diri pada Morgan, anaknya Bobby sama sekali tak bersedia di ajak kerja sama, walaupun Bobby sangat tau jelas apa yang di inginkan sang Papa, namun dia memilih untuk tidak mendukung atau melarangnya, Bobby membiarkan saja semuanya. Asalkan hidupnya tak terusik mereka, Bobby masih menanggapi hal itu dengan santai, toh dia sudah sangat muak dengan segala aturan dan kekangan dari orang tuanya.Dari kecil Bobby adalah anak yang penurut, segala sesuatu yang ada di hidupnya adalah aturan dari Aleysia dan juga Bara sang ayah, mereka benar-benar mendoktrin Bobby menjadi anak yang bisa diandalkan suatu saat nanti, entah mengapa Bobby remaja yang kala itu berusia 16 tahun mulai memberontak dengan segala aturan yang di berikan oleh orang tuanya, Bobby yang pendiam, yang patuh dan tak banyak bicara berubah menjadi Bobby yang ceria dan terlihat slengean bahkan segala aturan dari orang tuanya dihapuskan begitu saja dari hidupnya oleh Bobby sendiri, dia dicap sebagai anak pembangkang oleh kedua orangtuanya sejak saat itu.


"Biarkan dia di atas angin Om, baru kita cari celah untuk menjatuhkan nya!" ucap Morgan menyakinkan Bara.


Entah mengapa Morgan seakan tak rela jika hari pernikahan sepupunya itu berantakan, walaupun kenyataannya dia sudah tak terlalu dekat dengan Arthur.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2