Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Waktu Eksekusi Balqis


__ADS_3

Setelah kepergian Arthur dan Max, Sam memulai aksinya, entah mengapa dia sangat senang memberikan hukuman pada Balqis.Bahkan skenario terbunuhnya seorang Balqis telah di buat dan di siapkan oleh Sam, seseorang yang akan di jamin hidup keluarga nya selama dia mendekam di penjara kelak,telah di siapkan juga oleh Sam, Sam hanya tak mau, Arthur terlibat skandal suatu saat nanti, Karena bagi Sam, Mereka semua adalah manusia, dan tak pernah tau kesialan apa yang akan menanti di masa depan. Sam hanya memastikan bahwa Arthur tak akan pernah terlibat dalam pembantaian Balqis kali ini. Dan beberapa saat lalu Sam telah memulai hukuman untuk Balqis.


"Bagaimana kalau kita angkat rahimnya dulu!!! bagaimana Nona? Kau sudah membuat seorang ibu kehilangan bayinya, jadi aku rasa kau tak pantas menjadi seorang ibu!!"" tanya Sam sambil menyeringai seram.


"Tidak!! tidak!!! jangan menyentuh ku!!!" teriak Balqis ketakutan, namun Sam tak mempedulikan nya.


"Ups......aku lupa obat bius nya habis Nona!!" ucap Sam.


"Hentikan!!! biadab!!..... terkutuk kamu!!" Teriak Balqis sambil mencoba melepaskan diri dari ikatan di tangan dan kakinya.


"Hahahaha...bersiap lah Nona Brengsek!! aku akan mengajak Anda berkelana,kita akan tamasya di dunia kedokteran! hahahahahaha..... bukankah kau menyukai nya Nona?" tanya Sam sambil memiringkan kepalanya ke arah Balqis.


Sumpah demi apapun, Balqis sangat ketakutan saat ini, tak ada wajah ramah dan manis seperti saat menjemputnya tadi, yang dia lihat sekarang, Sam nampak menyeramkan saat menatapnya.


"Kau ingin memohon ampun Nona?" tanya Sam sambil memasang sarung tangan yang biasa di pakai seorang dokter di dalam ruang operasi.Di sana Sam di temani satu orang yang akan di jadikan tersangka bila kasus kematian Balqis terungkap, jadi sebisa mungkin, seseorang tersebut harus bisa menceritakan kronologi kejadian nya.


"Hentikan!!! tidak......tolong ....tolong ....... biadab!! bangsaaat!!! aku bersumpah....aku mengutuk kalian semua!!!" kembali lagi Balqis berteriak.


"Arthur... hahahhahaha sayang......tolong aku sayang ....... Arthur...hiks ...hiks.... Arthur.. hahahahahaha!!"


Balqis semakin hilang kendali, terkadang dia tertawa dan terkadang dia menangis, gadis yang memang telah lama depresi itu,kini menunjukkan tingkat kewarasan nya.Sam hanya tersenyum tipis melihat bagaimana Balqis.Namun dasar Sam, Dengan jiwa psikopatnya, dia mulai melancarkan aksinya.


Srek....srek....srek.....Suara sayatan pisau pada kulit mulus Balqis.


Kres.....kres.....kres.....Di susul suara gunting yang mulai menyobek perut putih bersih nya.

__ADS_1


"Arrrghhh....... hentikan!!! sakit..... arrrghhh....." Teriak Balqis, namun suara Balqis seakan menjadi penyemangat bagi Sam. Setahap demi setahap Sam membuka perut Balqis bak seorang dokter yang sedang berada di ruang operasi, bahkan darah Balqis yang mengalir dan beberapa bagian nampak mengenai wajah Sam.Jeritan dan permohonan Balqis tak di dengar oleh Sam, dia asyik dengan kegiatan nya, namun rupanya, Sam tak menginginkan Balqis mati dengan mudah, dia segera menyuntikkan obat bius dan beberapa obat-obatan lainnya.Balqis yang tengah terbius,secara perlahan menutup matanya.


"Selesai!!! biarkan dia melihat rahimnya sendiri ketika dia siuman nanti!!" kata Sam sambil melepaskan sarung tangan nya ketika selesai menjahit perut Balqis.


Sedangkan di kediaman keluarga Patterson, seorang wanita tengah berada di pangkuan lelaki yang tak lain adalah Papa Balqis, dia yang baru saja mendapatkan laporan dari pelayan setianya, bahwa Balqis di jemput seseorang.


"Apa kau tidak khawatir sayang?" tanya wanita tersebut.


"Entah lah!! aku sudah terlalu muak dan menuruti semua keinginan anak itu! aku bahkan sudah berusaha membangun hubungan baik dengan dia" jawabnya.


"Bukankah akan menjadi berita baik.....kalau dia tidak berada di sini lagi?" bisik wanita tersebut,dan Lelaki tersebut nampak tersenyum.


"Ya... aku rasa penderitaan nya akan berakhir bila kita membuat nya tidak berada di sini!" jawab nya dengan ambigu,dan jangan lupa kan wajah penuh senyum liciknya.Sang Papa sudah terlalu tertekan dengan sikap Balqis, Sejak pulang dari luar negeri dan mengetahui bahwa sang Papa punya istri yang belum di ketahui masyarakat,membuat Balqis semakin membencinya, walaupun dia akan bersikap sangat baik dan manja di depan semua orang,namun tidak di rumah, harta yang memang peninggalan dari keluarga sang Mama,di jadikan Balqis sebagai senjata untuk menekan sang Papa,dan pada akhirnya sang Papa menuruti semua keinginan Balqis karena tak ingin di tendang Balqis keluar dari perusahaan.


"Ada apa? bukankah aku sudah pulang tepat waktu?" tanya Arthur pada sang istri.


"Kau bilang akan pulang dengan keperluan Baby Al! apa kau lupa? Pampers Al tertinggal di rumah sakit dan juga, dia harus minum susu formula, seharian ini ASI ku sudah tidak bisa keluar lagi!!" kata Nayla sedikit emosi ketika melihat sang suami datang dengan tangan kosong.Arthur hanya mengedip-ngedipkan matanya sejenak.


"Sejak kapan dia berpesan?"


"Apa aku harus mengurusi pembelian popok juga?"


"Susu? jadi Baby Al minum susu formula?"


Semua pertanyaan itu hanya bisa dia ucapkan di hatinya saja. Sungguh Arthur tak tau akan semua nya, dan sebenarnya biang keladi nya adalah Max, Nayla berpesan pada Kakak angkat nya itu, dan sialnya, Karena harus mengurusi Balqis, Max juga lupa, si pembuat onar itu bahkan sudah berendam di air hangat di dalam kamar mandi nya beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


"Bee??.....apa kau sudah jatuh miskin sekarang?" tanya Nay dengan sedikit menyempitkan matanya.


Bukan nya marah, Arthur malah maju dan menarik pinggang sang istri, Nayla memekik pelan karena kaget dengan tindakan tiba-tiba sang suami.dan seperti biasa Arthur langsung mendaratkan ciuman dan gigitan kecil di leher Nayla, tempat favorit nya.


"Bee hentikan!!! dasar manusia vampir!!!" ucap Nayla dengan sedikit mendorong tubuh Arthur,namun usahanya sia-sia saja, Arthur Bahkan tak bergeser sedikit pun.


"Aku akan meminta pelayan mengantar keperluan Baby Al ke sini!" ucap Arthur setelah melepaskan jeratan nya pada tubuh Nayla, hari ini memang hari pertama Baby Al di apartemen dan keperluan nya belum juga di sediakan Max karena dia harus mengurusi urusan lain.


"Memang nya kau tidak meminta Max?" lanjutnya.


"Aku bahkan sudah meminta Max hari ini,dan jawaban nya...aku akan mendapatkan nya saat kau pulang kerja!" kata Nayla sedikit ketus.


"Jadi ini ulah Max??"


"Dia tidak memberitahu mu?" tanya Nayla


Tanpa menjawab pertanyaan Nayla, Arthur mengambil ponselnya dan menghubungi Max.Max yang baru saja berganti baju merasa heran mengapa Arthur menghubungi nya.


"Hallo Ar!"


"Max!! apa yang kau janjikan pada istri ku??" ucap Arthur dengan penuh penekanan.


"Mampus aku!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2