Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Max dan Sam


__ADS_3

Meninggalkan Arthur yang sudah bahagia dengan istri dan anak-anaknya, di barengi dengan Bobby, Alice dan anak mereka, dan tidak lupa juga Morgan dan Echa yang baru beberapa waktu ini melangsungkan pernikahan nya, lain cerita dengan Max dan Sam yang masih mencoba melangkah ke arah yang baru. Max yang berusaha membahagiakan Syahnaz yang telah menerimanya sebagai calon suaminya, dan bahkan beberapa hari yang lalu, Syahnaz di minta kembali ke rumah besar keluarga Hernandez,karena mereka akan mengadakan acara lamaran dan menetapkan tanggal pernikahan Max dan Syahnaz.


Syahnaz sangat bahagia,sebenarnya Abigail sudah beberapa hari setelah pertemuan mereka, meminta Syahnaz untuk kembali bersama nya, Namun Bella menjadi alasan Syahnaz menolak nya,Karena jujur saja, Syahnaz merasa tak tega meninggalkan Bella yang hanya sendirian di apartemen.Namun saat ini, Syahnaz sudah tak bisa lagi menolak sang Mama, tidak mungkin acara pertemuan dua keluarga di lakukan di apartemen milik nya. Bella mencoba tersenyum sedari tadi, dia mencoba tenang ketika melihat Syahnaz mulai mengemasi barang-barang nya untuk di bawa ke rumah Abigail.


"Benar kamu gak mau ikut aku? Mama sendiri yang meminta Bel" ucap Syahnaz untuk ke sekian kalinya.


Abigail yang melihat Syahnaz tak tega pada Bella beberapa saat yang lalu, meminta sang anak untuk mengajak Bella tinggal bersamanya, walaupun Abigail tak yakin Bella akan mau, Tapi Abigail tetap meminta Syahnaz melakukan nya dan berpesan agar tak terlalu memaksa Bella.Dan benar saja, Bella menolaknya.


"Tidak.....aku akan kembali ke pedesaan" saut Bella, dia sudah bertekad akan kembali ke rumah Robert, dia merasa nyaman tinggal di sana.


"Lali bagaimana dengan Sam?" tanya Syahnaz.


"Naz....." ucap Bella dan Syahnaz tau betul maksud dari Bella.


Syahnaz mendekati Bella, duduk berhadapan dengan gadis yang sudah di anggap nya sebagai adik kandungnya sendiri, dia mengenggam tangan Bella, Bella hanya diam saja, Namun dia membalas dengan menumpuk tangan satunya ke atas tangan Syahnaz.


"Bisa kah berdamai dengan hati mu Bel? Sam terlihat sangat tulus " bujuk Syahnaz.


"Entah lah Naz, aku tidak bisa" saut Bella lirih sambil menunduk.


"Kenapa? Karena Roy?" tanya Syahnaz yang sukses membuat Bella mengangkat wajahnya melihat Syahnaz.

__ADS_1


"Roy masa lalu mu Bella, lupa semua rasa sakit di hati mu" kata Syahnaz dengan sangat yakin.


"Karena dia, kepercayaan mu kepada semua Lelaki hilang Bella, aku sudah bilang.... lupakan semuanya" lanjut Syahnaz.


"Naz....aku mengenal Roy dari kecil, dia sangat baik, pada ku, pada orang tua ku...pada semuanya, dia yang begitu baik dan berkorban untuk kami dulu, kemudian secara tiba-tiba menghianati aku, menyakiti hati ku! lalu bagaimana aku bisa percaya pada Sam,yang hanya aku kenal beberapa waktu!! tolong jelaskan semuanya padaku Syahnaz!" kata Bella


"Tidak semua orang sama Bel!!" saut Syahnaz.


"Tapi.... Tapi.. bagaimana mereka bisa terlihat sama bagiku Naz......lalu aku harus bagaimana?" ucap Bella lirih.


Bella memang mengalami trauma berdekatan dengan lelaki manapun, bahkan ketika mengenal Robert untuk pertama kalinya pun, Bella masih nampak ragu.Butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa menganggap Robert Lelaki yang pantas menjadi ayah angkatnya.Bahkan dia berniat untuk tidak menikah seumur hidup nya, menjalani kehidupan di pedesaan dengan mengelola usaha bunga milik Robert dan istrinya.Bella terlalu banyak di khianati oleh lelaki, mulai dari sang ayah pada diri nya dan ibunya, keharmonisan rumah tangga ibu dan ayahnya hancur, walau pun pada akhirnya mereka berdua meninggalkan Bella seorang diri di dunia, kepercayaan diri pada seorang laki-laki lebih hancur lagi ketika pamannya dan juga bibi nya menjual nya sebagai pelunas hutang, dan sayangnya lelaki yang sedari kecil menjaganya, dan di saat remaja mereka bahkan saling mengungkapkan perasaan nya, meninggalkan dia begitu saja tanpa bantuan apapun, Roy, Lelaki sempurna di mata Bella, nyatanya menjadi salah satu pemicu trauma di hidup nya.


"Sudahlah.... jangan pikirkan aku....aku bahagia dengan hidupku, dan kau tahu betul itu Nana" ucap Bella.


Bella begitu susah menerima Sam, entahlah, dia sendiri juga tidak tau, kadang kala Sam begitu terlihat tulus padanya,namun hatinya seakan mati untuk menerima cinta Sam. Walaupun Bella sudah begitu dekat dengan Zio, keponakan Sam, dan banyak mendapat dukungan serta cerita tentang Sam dari Zio, tetap saja dia masih ragu.


Drt...drt.....drt.....


"Ponselmu bunyi " kata Syahnaz.


"Zio??...."

__ADS_1


"Zio? kenapa dia menelpon semalam ini?" tanya Syahnaz ketika mendengar Bella menyebutkan nama Zio.


"Entahlah, aku angkat dulu " kata Bella sambil beranjak dari sofa.


"Hallo..."


"Nona Bella " suara di seberang sana ternyata bukan Zio, melainkan Anne, baby sitter nya.


"Anne? ada apa? kenapa malam-malam begini menelpon?" tanya Bella, sedikit cemas karena tak biasanya Anne telpon malam.


"Tuan muda Zio.....masuk rumah sakit dan.....kritis..hiks....hiks...!"


Tanpa berpamitan dengan Syahnaz,atau sebenarnya saking paniknya, Bella lupa. Bella berlari sambil menyambar tasnya, dia berlari ke arah pintu dan meminta Anne memberikan alamat rumah sakit nya.Bella memang begitu menyayangi Zio, anak itu terlihat begitu menyayangi Bella, Zio, laki-laki yang menginjak usia 5 tahun itulah yang menjadi laki-laki pertama yang di percaya Bella.


"tolong jangan menangis Anne, aku di jalan" kata Bella yang terus berbicara dengan Anne yang sedang menangis.


"Tuhan.... jangan biarkan dia kenapa-kenapa!"


Bella berharap masih bisa bertemu dengan Zio, dan tentu saja mengharapkan kesembuhan lelaki kecil tersebut.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2