
Pernikahan Morgan dan juga Echa malam ini di gelar secara besar-besaran. Di sebuah hotel mewah milik keluarga Hernandez. Dan malam ini Arthur dan Nayla akan datang beserta kedua anaknya.Asisten baru Arthur yang telah 3 tahun mengganti kan Max,telah mengatur segala keperluan dari Nayla dan anak-anaknya.
"Nyonya....Nona muda akan bersama dengan Rida saja" atur Kay,sang asisten Arthur.
"baiklah,jangan biarkan mereka jauh dari ku Kay " saut Nay.
"Baik lah Nyonya, namun Tuan muda Al,sedang bersama Nyonya besar Celia Nyonya....." sambung Kay melaporkan keberadaan Aldric, anak sulungnya Arthur.
"Biarkan saja, tetap dalam pengawasan mu Kay, aku tidak mau Mama terlalu kecapean!"
"Baik Nyonya"
setelah melaporkan semuanya, Kay akhirnya keluar dari rumah Nayla dan juga Arthur,menuju ke mobil dan menunggu mereka berdua selesai berbenah diri,karena malam ini Kay sendiri yang akan mengendarai mobil untuk mengantar sang majikan ke acara pernikahan besar Morgan Hernandez bersama sang kekasih yang tak lain juga adalah saudara nya sendiri yaitu Nayla. sepeninggalan Kay, Nayla masuk kembali ke kamar untuk melihat sang suami yang tengah selesai mandi,Arthur ternyata sudah memakai baju yang disediakan oleh Nayla hingga Nayla mendekatinya dan ikut membenahi pakaian yang dipakai oleh Sang suami.
"Kau terlalu tampan malam ini tuan penguasa!!" goda Nayla dengan sengaja.
__ADS_1
"Jangan memancing ku sayang...... kalau aku sudah terpancing,maka aku tak akan bisa berhenti!!!kau tahu aku sayang " kata Arthur menjawab godaan yang istri.
"Baiklah....."
"aku akan menggodamu ketika pulang dari pernikahan Morgan dan juga Echa, dan malam ini,aku ingin menikmati malam pertama seperti mereka" bisik Nayla dengan sedikit nakal,membuat Arthur yang memang sudah kecanduan dengan istrinya itu,mendadak meremang.
sreek...
tiba-tiba Arthur menarik pinggang Nayla, hingga tubuh mereka saling menempel dengan gerakan cepat Arthur melu-mat bibir sang istri yang sudah terlihat bermake up, tentu saja hal itu membuat Nayla sedikit kesal karena riasan di bibirnya terlihat sedikit berantakan.
"Bee!!! kau merusak lipstik di bibir ku!!" pekik Nayla ketika ciuman ganas Arthur terlepas.
Di tempat lain, Syahnaz tengah sibuk mondar-mandir tidak jelas di depan Bella, Bella yang duduk santai di sofa apartemen itu dan melihat dengan jelas bagaimana Syahnaz begitu sangat cemas, berulang kali dia menggigit kukunya yang tak panjang itu,demi mencegah kecemasan nya berlanjut,lalu tiba-tiba saja dia berhenti di depan Bella.
"Apa kau benar-benar tidak ingin pergi Bella? setidaknya kalau kau pergi bersama,kita akan bertemu di sana" ucap Syahnaz, sebenarnya dia butuh Bella di sana, sungguh dia belum siap bertemu keluarga besar Hernandez,Namun Max memaksa untuk datang ke acara pernikahan Morgan.
__ADS_1
"Tidak... untuk apa aku datang ke acara pernikahan orang yang tidak pernah aku kenali,,......sudahlah, sebentar lagi Max akan datang menjemput mu,apa kau akan terus mondar-mandir?" saut Bella.
"Bella,bukankah Tuan Sam sudah benar-benar serius padamu?Kenapa kamu tidak mengiyakan saja permintaannya?" kata Syahnaz mencoba membujuk Bella.
"Sudahlah jangan di bahas lagi!"
Beberapa hari ini Bella disibukkan dengan pekerjaannya, hingga dia melupakan bagaimana keadaan Sam saat ini.Begitu pula dengan Sam, dia berniat memberi waktu Bella untuk berpikir, Namun Sam tetap memberikan pengawasan dari jauh untuk Bella, sedangkan Bella tak pernah tahu bagaimana keadaan Sam setelah penolakannya beberapa hari yang lalu. Perbincangan Bella dan Syahnaz terhenti ketika pintu apartemen terdengar dibuka oleh seseorang,dan benar saja, mereka tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Sam dan juga baik Max secara bersamaan,Seperti biasa, Max akan segera membawa Syahnaz keluar dari apartemen disebut, sedangkan Bella yang masih duduk manis dengan baju rumahnya tiba-tiba berdiri seketika melihat tatapan mata tajam Sam yang seakan siap menguliti tubuhnya.
"kau benar-benar harus dihukum Bella!??? karena kau tidak mematuhi perintahku sama sekali!!" ucapkan Sam ketika melirik paper bag yang dibelikan nya,dan diberikan kepada Bella sejak tadi siang,paper bag itu, masih begitu rapi berada di sofa ruang tamu apartemen tersebut,apalagi melihat penampilan Bella yang masih belum siap sama sekali,hal itu membuat Sam ingin sekali marah pada wanita yang sangat dicintainya itu, Namun Sam selalu kalah dengan wajah polos Bella yang membuatnya tak tega.
"ganti baju dan berdandan Bella!!!!!! atau kalau tidak...... aku akan menghukummu dengan cara yang lebih nikmat!!!" perintah Sam yang terdengar ambigu,
Tiba-tiba saja rasa takut menyeruak di hati Bella dan dengan gerakan cepat masuk ke dalam kamarnya,sebelum bener-bener meninggalkan ruang tamu Bella mengambil paper bag yang berasal Sam tadi siang.
"hukuman lebih nikmat apa maksudnya??" gumam Bella sendiri di dalam kamar mandi dan seketika otak mesumnya bekerja secara otomatis.
__ADS_1
"oh Tuhan!!!! jangan katakan dia sudah membayangkan bagaimana menikmati tubuhku??!??? oh tidak!!!!!'' jerit Bella tanpa sadar di dalam kamar nya,dan tentu saja, Sam masih bisa mendengar jerit an Bella,dia tersenyum tipis dengan penuh kepuasan.
bersambung