Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Keadaan Nayla


__ADS_3

MAAF KARENA KESIBUKAN PUASA, NOVEL AGAK TERABAIKAN, SEMOGA KEKHILAFAN INI TAK BERLANGSUNG LAMA 🤭🤭


SELAMAT PUASA BAGI YANG MENJALANKAN, KARENA INI PUASA PERTAMA TANPA MISS.CORONA, SEHINGGA BAIK YANG MUSLIM ATAU PUN NON MUSLIM JADI ANTUSIAS....TERBUKTI BANYAK NON MUSLIM DI TEMPAT KU JADI PENJUAL TAKJIL DADAKAN,DAN ITU SANGAT MENYENANGKAN!!! RAMEEEE DEH PUASA KALI INI....!!!OK DEH...MET BACA YA...JANGAN PELIT LIKE,KOMEN N VOTE...(BULAN PUASA BANYAKIN SEDEKAH 🤭🤭).


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah mendapati Nayla yang tidak bisa bangun pagi ini,. Arthur nampak sangat cemas,dia beberapa kali membangunkan Nayla, namun Nayla tetap saja tidak bangun, dia hanya menggeliat pelan kemudian kembali terlihat lemas. Arthur segera membopong tubuh Nayla keluar dari kamarnya dia meneriaki Max untuk segera menyiapkan mobil, Max yang memang sudah terbiasa dengan tindakan dari Arthur terlihat siap siaga menerima perintah dari Arthur. Max dan Arthur segera membawanya ke rumah sakit. bahkan Max yang ikut cemas melihat keadaan Nayla yang terlihat lemas, Max seakan tak memedulikan kendaraan yang berlalu lalang di sampingnya, beberapa kali dia membunyikan klakson mobil nya untuk menghalau mobil yang ada di depannya hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah rumah sakit besar.


Arthur berlari menuju ke ruangan UGD, dia membawa istri kecilnya itu dengan sangat mudah, Arthur segera di sambut oleh seorang dokter perempuan yang sedang bertugas di sana. dengan sikap dokter tersebut segera memeriksa Nayla namun sebelumnya dokter meminta Arthur untuk kembali ke ruang tunggu karena dokter merasa tidak nyaman dengan tatapan tajam mata Arthur yang seolah-olah ingin menguliti dirinya, dokter tersebut takut bila dia salah mendiagnosa sakitnya pasien, terlebih lagi tentang masalah obat, karena itu dia minta Arthur untuk menunggu diluar, awalnya Arthur tak bersedia,namun beruntungnya Max bisa mencegah nya, dan dengan berat hati, Arthur menuruti perkataan Max.Entah mengapa Max heran melihat Arthur saat ini, pasalnya ini kali pertama Max melihat Arthur yang terlihat tak tenang.


"Kenapa memandangi ku?" tanya Arthur walaupun tak melihat ke arah Max, dia tau max sedang memperhatikan nya.


"Kau aneh Ar....tidak biasa nya kau terlihat gelisah" kata Max, dia lebih memilih berperan menjadi teman Arthur daripada asisten nya saat ini.


"Kau tau Max......aku rasa jantung ku bermasalah!! rasanya berdebar dengan cepat sedari tadi!" kata Arthur, bahkan saat ini Max sudah terlihat menganga mulut nya, dia melihat Arthur jongkok di depannya dan membawa tangan Max di dadanya.


"Haisshh!! hentikan Ar!! kau tau....semua bisa saja melihat wajah bodohmu itu!!....wibawamu seketika bisa terjun payung!!" kata Max sambil menarik paksa tangannya dari dada Arthur.

__ADS_1


"Kau tidak lupa tentang rumor kita pasangan gay bukan Ar??!!'' lanjut Max dengan penuh penekanan,dan memperingatkan Arthur bahwa mereka pernah di terpa gosip miring tersebut.


"Oh Tuhan....kau benar Max!! Nona kecil itu benar-benar membuat aku gila!" kata Arthur sambil berdiri dari tempatnya.


Arthur nampak mondar-mandir di depan ruangan.


"Apa aku dobrak saja pintu ini Max? kenapa memeriksa satu orang saja begitu lama!!" ucap Arthur dengan kilatan kemarahan,Sekali lagi Max benar-benar ingin menenggelamkan Arthur ke dalam lautan, biar dia bisa menjadi raja air di dalam laut sana.


"Diam Ar!!" ucap Max yang sudah merasa jengkel dengan tingkah Arthur.


"Dasar asisten tidak bermoral!!! Beraninya kau memerintah pada Bos mu!!" ucap Arthur.


"Bagaimana dengan istri ku Dok? apa dia baik-baik saja?" tanya Arthur,namun saat ini dia sudah kembali ke mode Arthur yang datar.


"Anda suaminya atau Anda?" tanya sang dokter sambil memandang Arthur dan Max berganti an.


"Kau kira gadis bertubuh kecil itu mampu mempunyai dua suami?'" kata Arthur nampak tak suka pada sang dokter, takut bila bermasalah, dokter tersebut menggelengkan kepalanya dengan cepat.Max nampak menepuk bahu Arthur.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaannya Dok?" kali ini Max yang bertanya sedikit sopan.


"Nona Pasien sedang istirahat, Mari bicara di dalam Tuan" Ajak sang dokter, baik Arthur maupun Max mengikuti Dokter tersebut, setelah itu dokter menyampaikan hal yang terjadi pada Nayla pada Arthur dan Max.


"Begini Tuan, Pasien hanya merasa lemas, kami sudah memberikan cairan infus padanya, karena sangat tidak mungkin kami memberikan suntikan obat lainnya, pasien sedang hamil Tuan" kata dokter menjelaskan pada keduanya.


"Oh.... Nay sedang hamil Max!" kata Arthur dengan bodoh nya, Max hanya menghela nafasnya pelan.


"Ar..... Nay hamil!! dia Hamil... Ar!!" kata Max dengan penuh penekanan sambil memiringkan kepalanya ke arah Arthur.


"H-a-m-i-l !!!" lanjut Max mengeja kata-kata tersebut.


Braaaakkk.......


Suara kursi yang di mundur kan oleh tubuh Arthur yang tiba-tiba berdiri, dan berlalu begitu saja dari ruangan dokter tersebut tanpa berpamitan terlebih dahulu. Max nampak meminta maaf pada dokter yang terlihat masih shock itu, setelah nya dia mengikuti Arthur ke ruang Nayla.Melihat tingkah Arthur, Max nampak bergumam sendiri.


"Aku tidak akan mau gila seperti Arthur!! hanya karena cinta,dia menjadi lelaki bodoh!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2