Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Max dan Sam


__ADS_3

Syahnaz di bawa masuk Max ke dalam kamar hotel.Sungguh hati Syahnaz saat ini sangat cemas, dia takut Max berbuat sesuatu seperti yang dia katakan pada Arthur, karena jujur saja, Syahnaz tau betul apa yang dibicarakan oleh Max dan Arthur beberapa saat lalu. Syahnaz masih berdiri tegak di samping pintu kamar hotel tersebut, dia benar-benar harus bersiap jika Max meminta lebih darinya, berulang kali Syahnaz menarik nafas dan menghembuskan nya pelan.Max yang tau akan tingkah dan kecemasan Syahnaz, hanya tersenyum tipis saja.


"Kenapa berdiri di sana?" tanya Max sambil melepaskan jas nya.


"Hah??? a-apa kita ti-tidak pulang saja Max" saut Syahnaz,dan dia benar-benar mencoba menetralkan rasa gugupnya.Max hanya diam saja, bahkan dia sedang melepaskan kancing lengan bajunya dan menggulung nya ke atas.


"Kenapa pulang? ini sudah malam" saut Max,dia sungguh ingin berendam di air hangat dan berdiam diri di sana berlama-lama, Rasanya, badannya cukup capek, beberapa hari sebelum acara pernikahan itu, Max banyak meluangkan waktu membantu Morgan memegang perusahaan bersama dengan Bobby.Jadi Max harus mengurusi dua perusahaan sekaligus.


"Tapi... bagaimana dengan Bella, dia pasti sendirian di apartemen,.atau.....aku pulang saja Max, kamu menginap saja di sini" ucap Syahnaz yang hendak berjalan menuju ke arah pintu keluar.


"Berani kamu melangkah satu langkah saja Naz....Aku pastikan!! aku akan memperkosa mu!!" ancam Max.

__ADS_1


"Max!!" pekik Syahnaz saking kagetnya dengan ancaman Max.


Karena merasa takut kalau Max akan membuktikan ancaman nya, Syahnaz buru-buru meletakkan tas tangan nya dan mengambil paper bag di sofa yang ada di sana, dia sedikit berjalan cepat menuju ke kamar mandi.Max tersenyum tipis mendapatkan kemenangan nya. Sebenarnya Max sama sekali tak ada niat untuk melakukan apapun seperti yang di katakan nya pada Arthur, namun melihat wajah ketakutan Syahnaz,membuat ide jahil Max tumbuh begitu saja.


Tak jauh beda dengan Max, Sam pun tengah melakukan hal yang sama pada Bella, dia sedari tadi sudah mengurung Bella di dalam kamar hotel.Bella hanya berdiri di samping pintu, tekadnya bulat, dia ingin pulang ke apartemen. Sungguh dia tak mudah percaya pada. seseorang, Sam sepertinya harus berjuang lebih keras lagi untuk menyakinkan Bella, nyatanya ketampanan dan kekayaan nya tak membuat Bella luluh begitu saja.


"Sampai kapan kau akan berdiri di sana?" tanya Sam yang sedang duduk di sofa dan memperhatikan Bella.


"Kita tak akan pulang" ucap Sam dengan tegas, kemudian berjalan ke arah kamar mandi, sudah cukup dia menunggu Bella yang bersikeras untuk pulang, rasanya kesabaran Sam sudah mau sampai ke ujungnya. Namun entah mengapa si psikopat itu masih sabar dengan tindakan Bella, bila saja orang lain yang menguji kesabaran nya, sudah bisa di pastikan, Sam akan menguliti hidup-hidup orang tersebut.


"Tuan.... setidaknya bukan kuncinya dulu!" teriak Bella ketika melihat Sam hendak masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Bella terlihat jengkel ketika Sam tak menghiraukan teriakan nya, Entah mengapa pintu kamar tersebut tidak bisa di buka dari dalam.


"Dasar manusia aneh!! jangan berharap aku akan luluh!!" pekiknya, Bella akhirnya duduk karena capek sedari tadi hanya berdiri saja.Ternyata Sam yang ada di kamar mandi tidak sedang mandi, dia sedang memantau sang pujaan hati melalu kamera cctv yang ada di kamar tersebut. Bella tak pernah tau, bahwa kamar hotel tersebut adalah kamar pribadi Sam selama menginap di hotel milik keluarga Hernandez tersebut.


Sam sengaja berlama-lama di sana, hingga detik berikutnya,dia bisa melihat dengan jelas, Bella sudah terkantuk-kantuk dan dalam hitungan detik saja, Bella sudah terlelap dalam keadaan duduk dan punggung nya bersandar di bahu sofa.


"Kau sangat keras kepala!! tapi entah kenapa aku sangat menyukainya " gumam Sam sambil meletakkan ponselnya dan dia benar-benar melakukan ritual mandi nya setelah memastikan Bella terlelap.Sam keluar dari kamar mandi, dia mendekati Bella yang tengah tertidur.


"Aku bersumpah akan mendapatkan mu secepatnya!!" ucap Sam di iringi seringai di bibirnya. Rasanya Bella benar-benar harus berhati-hati


bersambung

__ADS_1


__ADS_2