Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
kelahiran Baby Queenza


__ADS_3

Bobby sengaja mengajak bertemu Arthur dan Bara saat ini, Bobby sudah tak bisa menunggu lagi, dia ingin mencari tau tentang kebenaran dari cerita Bara, bahwa Papa kandung nya sengaja di celakai seseorang,dan bertepatan saat sang Papa bersama dengan Raka, saudara kembar nya. Bobby sangat yakin bahwa Arthur pasti sedikit banyak tau tentang permasalahan keluarga Hernandez, walaupun selama ini Bobby nampak cuek dan biasa saja, tapi dia paham betul bagaimana sepak terjangnya Arthur dan Max. Bobby yakin jika bisa mengorek sedikit saja keterangan dari Arthur,maka Bara dengan mudah akan mengenali dan menangkap orang tersebut.


"Apa yang membuat kalian datang ke sini?" tanya Arthur pada Bobby dan Bara yang ada di hadapannya,


Mereka sekarang sedang berada di sebuah private room di salah satu restoran milik keluarga Hernandez. Sebenarnya Arthur sedikit kaget ketika Bobby meminta bertemu di luar kantor, dan lebih mengangetkan lagi, ada Bara yang ikut dalam pertemuan itu, walaupun Arthur sudah bisa mengira-ngira,apa yang menjadi penyebab datangnya Mereka berdua. Bukti yang di berikan Max padanya belum begitu lengkap, dan Arthur tak terbiasa membeberkan sesuatu yang menurutnya belum cukup kuat buktinya.


"Ar aku minta tolong untuk menyelidiki kasus kematian Papa ku 17 tahun lalu!" kata Bobby.


"Apa yang ingin kamu tau Bob? bukankah Om Bara sudah menyelidiki nya?" tanya Arthur sambil matanya menatap ke arah Bara, Lelaki yang beberapa waktu lalu sempat berselisih paham dengan nya, walaupun tak secara terang-terangan.


"Aku tidak bisa mendapatkan informasi lebih Ar, dia terlalu pintar menyembunyikan diri" saut Bara, dia pun ingin tau siapa yang membunuh saudaranya.


Arthur memandang ke arah Max yang sedang berada di samping nya, Max yang peka akan tatapan Bos nya, langsung mengeluarkan suara nya.


"Saya belum bisa memberikan informasi yang berarti Tuan Bobby.. Tuan Bara....karena menyelidiki anak buah saya kurang lengkap, ijinkan saya mencari informasi lebih lagi, setelah itu saya akan memberikan informasi kepada Anda-anda Tuan" ucap Max.


"Apa orang terdekat kita yang kami curigai Max?" tanya Bobby yang amat sangat penasaran.


"Biarkan dia bekerja Bob! jangan banyak bertanya kepada nya!" saut Arthur ketika melihat Max sedikit kebingungan.


"Tapi Ar!!"


"Aku tau...kalau kita gegabah dan menimbulkan kecurigaan, aku takut... sasaran nya bukan hanya keluarga inti Hernandez, bisa jadi..anak dan istri kita menjadi sasaran nya Bob!! jadi bersabarlah" kata Arthur.


"Dan aku harap, aku sudah kehilangan satu musuh yang akan menghancurkan keluarga Hernandez!" lanjut Arthur seakan-akan menyindir Bara.


Bara yang tau betul bahwa Arthur sedang menyindir nya tiba-tiba menghela nafasnya pelan, dia tau saat inilah waktu yang tepat menyudahi ambisinya menghancurkan Arthur dan menjadikan anaknya sebagai penguasa Hernandez.

__ADS_1


"Maafkan aku Arthur atas apa yang aku lakukan selama ini, aku sungguh menyesal" kata Bara dengan menatap lekat pada Arthur.


"Aku rasa urusan kita selesai Om, bagaimana pun juga, Om sudah berjuang untuk melindungi Bobby dan Tante Aleysia, walaupun dengan melakukan banyak kesalahan" ucap Arthur yang artinya dia memaafkan segala perbuatan Bara, bagi Arthur perbuatan Bara masih bisa termaafkan.


Dan pertemuan mereka di akhiri dengan telepon dari Aleysia yang sekarang menemani Alice ke rumah sakit karena mengalami kontraksi.Dengan bergegas Bobby berlari keluar ruangan tersebut, dia meminta sang sopir untuk segera menuju ke rumah sakit yang di tujukan sang Mama, rupanya Bara mengikuti langkah sang anak, dia juga ingin tau bagaimana kondisi istri Bobby, dia tetap menganggap bahwa anak Bobby adalah cucu pertama nya.


"Ma.... Bagaimana keadaan Alice ma?" tanya Bobby sambil berjalan cepat menuju ke arah sang Mama, dia melihat Aleysia tak menemani Alice.


"Oh Tuhan Bobby, akhirnya kamu datang! Alice mengeluarkan banyak air ketuban,dan bahkan dia mengeluarkan banyak darah, dokter menyarankan agar dia di operasi saja,dan Mama menyetujui nya sayang...." ucap Aleysia dengan tangan sedikit bergetar.Bara yang melihat itu langsung meraih tangan Aleysia dan memapahnya untuk duduk.


"Duduk lah Ale.....tidak apa-apa.. semuanya akan baik-baik saja" bujuknya, ya... Bara selalu saja baik sejak dulu dengan Aleysia.


"Terima kasih Raka" saut Aleysia, sejak tau bahwa lelaki itu adalah saudara kembar suaminya, Aleysia lebih suka memanggil nya Raka, nama asli Bara.


Sedangkan Bobby sedang mondar-mandir sambil meremas tangan nya, dia sangat khawatir dengan keadaan Alice dan calon anaknya.


"Iya, maaf Mama baru bisa menghubungi mu setelah menenangkan diri... Mama sangat panik tadi" saut Alice.


"Sudahlah... semuanya akan baik-baik saja Bob, jaga dirimu Ale....ingat jantung mu" Bara coba mengingatkan mereka berdua, karena Bara bisa melihat dengan jelas kecemasan di wajah kedua nya. Bara hanya tak mau Aleysia sakit karena terlalu memikirkan keadaan menantu dan calon cucu nya.Tiba-tiba dokter keluar dari ruang operasi, melihat itu Bobby langsung menanyakan keadaan istrinya.


"Dokter!! bagaimana istri saya?" tanya Bobby.


"Selamat tuan, keadaan pasien baik-baik saja, pasien bisa melewati nya dengan baik, dan selamat sekali lagi, Anda mendapatkan seorang putri" kata dokter, senyuman lega terlihat jelas di wajah Bobby.


"Terima kasih Dok, bisa saya bertemu anak dan istri saya?" tanya Bobby dengan tak sabar.


"Biarkan pasien di pindahkan dulu ke ruang rawat,dan untuk bayinya,suster sedang membersihkan nya dulu" saut sang dokter.Setelah itu sang dokter pamit undur diri, Bobby segera berbalik menuju Papa dan Mama nya.

__ADS_1


"Ma...Pa....anakku perempuan!!" pekik Bobby senang.


"Selamat sayang.... Mama Ikut bahagia" saut Aleysia sambil memeluk Bobby.


"Selamat ya Bob" ucap Bara juga dan mereka bergantian saling memeluk.


Setelah beberapa saat......


"Sayang..... terimakasih atas perjuangannya" ucap Bobby sambil mengecup kening sang istri, Alice merasa terharu, dia meneteskan air mata bahagia nya.


"Kamu bahagia Bob?" tanya Alice


"Pertanyaan macam apa itu!! tentu saja aku bahagia!" Jawab Bobby.


"Terima kasih sudah melahirkan Queenza untuk ku" ucap Bobby


"Queenza?" tanya Alice


"Nama anak kita? kamu suka?" tanya Bobby, dan Alice menganguk sambil tersenyum, kemudian mereka saling berpelukan.


Di sisi lain, ketika hari semakin larut, Syahnaz baru saja menutup toko bunga milik nya, hari ini dia terlalu banyak mendapat pesanan,karena memang ada momen di hari-hari belakangan ini, hingga pada akhirnya dia meminta karyawan nya untuk pulang terlebih dahulu.Syahnaz memang tak pernah memakai sopir pribadi,dia selalu mengendarai mobilnya sendiri atau dia lebih sering naik taksi, dia merasa mobil pemberian sang Mama terlalu mewah.


"Eh...di mana kunci mobil ku?" gumam Syahnaz ketika menyadari bahwa dia tak memegang kunci mobil nya.Dan ternyata dia lupa kalau tadi siang,dia terburu-buru ke toko setelah makan siang bersama Mama dan Papa nya, hingga dia meninggalkan mobil di restoran dan meminta sopir Mama nya untuk mengambil mobil nya.


"Butuh bantuan?"


"Max!!" pekik Syahnaz pelan, matanya terlihat berbinar ketika seseorang menawarkan bantuan dari dalam mobil.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2