
Akhir-akhir ini Bara sedikit melonggarkan pengawasan nya pada Morgan, itu karena memang Morgan mengikuti keinginan Bara untuk bertemu dengan Balqis dan menerima perjodohan itu, walaupun belum ada pembicaraan secara resmi, Balqis adalah salah satu anak dari kolega bisnisnya yang menjadi incaran Bara.Hari ini Morgan akhirnya berencana untuk mengikuti gadis pujaan hatinya, namun dia harus terlebih dahulu pergi ke tempat persembunyian nya selama ini.
Morgan pergi ke tempat persembunyiannya dengan Praz, sebuah apartemen sederhana yang tak mungkin di perkirakan orang-orang Bara bahwa Morgan bisa tinggal di sana, Karena apartemen itu sangat sederhana, dengan satu kamar ,sebuah dapur dan ruang tamu, mereka pergi tentu saja setelah Praz berganti mobil, mereka sadar betul ada orang-orang Bara yang selalu mengawasi Morgan, walaupun Morgan tau akhir-akhir ini pengawasan nya sedikit melonggar.Setiap seminggu 3 kali, Morgan akan menyamar dan masuk ke rumah sakit, melihat Echa yang selalu sip malam dan tidur di ruangan nya, Morgan sudah mengantongi jadwal gadis itu di rumah sakit.
"Tuan, apa perlu saya temani?" tanya Praz.
"Tidak Praz, aku sendiri saja.....mana kunci motor nya biar aku berangkat sendiri" kata Morgan,
Untuk ke sekian kalinya Praz merasa cemas dengan Tuan nya itu. sudah hampir dua Minggu ini, Morgan melakukan hal gila itu. Sebenarnya Praz punya rencana tersendiri untuk menyatukan kedua insan yang sebenarnya saling mencintai itu, namun belum juga rencana berjalan dengan baik, Morgan sudah bergerak diam-diam lebih dulu. Dan pada akhirnya Praz membiarkan Morgan pergi.Selang beberapa saat kepergian Morgan,Praz menuju apartemen nya yang berada tepat di gedung apartemen persembunyian Morgan,dan tak lama seseorang datang mengetuk pintu apartemen tersebut.
"Kau sudah datang?" tanya Praz pada tamunya.
"Aku benar-benar seperti seorang penghianat,ketika menemui mu!!'' ucap tamunya tersebut, dan Praz hanya tersenyum tipis.
Ariel!! wanita yang lebih sering berpenampilan lelaki alias tomboy itu nampak menatap kesal pada Praz, dia yang selalu di perintah Praz untuk mengawasi Echa, apalagi ketika Echa sedang berkumpul dengan Nay dan Alice, hal itu memudahkan Ariel melaporkan segala nya pada Praz.Namun tanpa di ketahui Praz, tentu saja, Ariel melakukan nya atas ijin dari Arthur, dan seperti biasa Arthur hanya akan pura-pura tak tau apa-apa, walaupun dia sudah mengijinkan Ariel.
"Aku merindukan mu!"
bisik Praz yang sudah mulai menjelajahi tubuh Ariel dengan tangannya, Ariel yang sedang menyiapkan makanan yang di bawanya,hanya bisa diam sambil menikmati sentuhan tangannya. Kecupan dan gigitan-gigitan kecil mulai di layangkan oleh Praz, namun Praz selalu sadar dan dia tak akan meninggalkan jejak kissmark di bagian leher dan tengku belakang Ariel.
"Ooohh......eeggghh" errangan kecil keluar juga dari mulut Ariel.
__ADS_1
Mendengar deesaaahan yang keluar dari mulut Ariel, Praz dengan semangat mulai membuka kemeja putih yang di pakai Ariel, di balik tampilan Ariel yang tomboy, terdapat tubuh seksi yang selalu menggoda untuk Praz.Karena sudah lama menahan hasrat dan rindu pada Ariel, Praz membuka celana panjangnya tanpa melepaskan kemeja yang di pakainya, Namun Praz tetap ingin menikmati tubuh kekasihnya itu hingga membuat Praz membuka semua baju yang di pakai Ariel.
Praz meluuumat bibir Ariel yang terus saja menggodanya, dan terus bermain-main dengan lidahnya, setelah puas dia membalikkan tubuh Ariel dan mendorong nya pelan untuk membungkuk di tepi meja makan.
Jleb!
"Ohh SH*it!!! Baby.......!" umpat Praz sambil memegang pinggul Ariel.
Dan dengan gerakan yang tak sabar, Praz mulai menghentakkan dan memacu Ariel menuju kenikmatan.Sambil meremas dua bukit kembar milik Ariel, Praz terus berpacu dengan waktu, mereka memang biasa bermain agak liar, bahkan saat ini Praz sudah mengganti posisi berci*nta nya dengan menempelkan tubuh Ariel ke dinding dan menghajarnya dari depan, hingga Praz bisa melihat bagaimana wajah kenikmatan Ariel, hal itu adalah hal yang paling di sukai Praz.
"Oohh I' m coming Baby......'' ucap Praz.
"Aaaahhh.......ooohh God!!"
"Kangen banget sama kamu" bisik Praz sambil memeluk Ariel.
"Aku siapkan makanan?" tanya Ariel sambil menyisir rambut Praz dengan tangan nya.
"Hemmmm.....aku mau nambah jatahku lagi! jadi.....rasanya aku perlu tenaga!"
Meninggalkan asistennya yang tengah bercin*ta, Morgan memarkirkan motornya di dekat pintu masuk rumah sakit, dengan memasang kumis tipis dan rambut yang dibiarkan acak-acakan, tidak seperti Morgan yang selalu menyisir rapi rambutnya,kali ini Morgan beda dan sedikit slengean dengan celana panjang jeans robek-robek, kaos dan jaket kulit yang dipakainya serta kumis tipis yang sengaja ia pasang, perlahan mereka memasuki rumah sakit di mana Echa bekerja dan saat tujuan utamanya adalah UGD di rumah sakit,karena Echa seringkali bertugas di sana sebagai dokter umum.
__ADS_1
Nampak dari kejauhan Morgan bisa melihat Echa dengan serius nya menangani seorang pasien yang baru saja tiba,Pasien itu mengalami kecelakaan tunggal. karena tidak ada dokter lain yang bisa menangani,maka Echa sedikit berlari kesana kemari saat harus menangani pasien lain dibantu oleh dua orang suster yang menjadi asistennya.
hampir dua minggu ini Morgan selalu bersembunyi sambil melihat keadaan Echa,namun kali ini dia memberanikan diri untuk memperlihatkan dirinya di depan Echa, Morgan nampak melihat sebuah kaca rumah sakit yang terlihat pecah, dan sepertinya seorang OB belum menyadari jika kaca jendela tersebut pecah, Morgan meletakkan telapak tangan kirinya ke jendela tersebut, kemudian meremas sedikit kaca yang pecah sehingga menimbulkan luka robek, hingga pecahan kaca yang masih menempel di jendela itu mengenai telapak tangan kirinya, darah yang mengucur dengan deras dari telapak tangan Morgan,dan setelah dirasa ada luka di tangannya, dia datang dengan darah yang menetes di lantai menuju ke UGD.
"Oh astaga!!!"
seorang suster yang baru menyadari keberadaan Morgan dan juga luka di tangan Morgan.
"Dokternya Echa! ini ada pasien yang terluka!!" Teriak si suster, namun karena dia harus menangani pasien lagi, sang suster akhirnya meminta Echa menangani, karena hanya dia yang diam malam ini.
"Mana Pasien nya sus?" tanya Echa
"Di balik tirai itu Dok!" kata suster sambil menunjuk ke arah Morgan terbaring.Echa bergegas menuju ke sana.
Sreeekk.......suara tirai terbuka.
"Maaf bisa saya lihat lukanya?" tanya Echa yang belum menyadari bahwa itu adalah Morgan.
"Ini hanya luka kecil" saut Morgan dan...
Deg......
__ADS_1
bersambung...