
Pernikahan Alice dan Bobby nampak berjalan biasa saja di depan keluarga, bahkan saat ini keluarga besar Hernandez sedang mengadakan acara rutin keluarga besar tersebut, yaitu makan malam bersama di rumah besar.Alice datang bersama sang suami, Tak ada sandiwara kemesraan yang berarti, karena hampir semua keluarga tau bahwa mereka di jodohkan, tentu nya banyak sekali waktu yang mereka butuhkan untuk penyesuaian diri, jadi sikap tenang Alice dan juga Bobby yang tidak mau terlihat mesra di depan keluarga dimaklumi oleh seluruh keluarga, mereka semua sedang makan dengan tenang di meja makan besar di dalam rumah besar keluarga Hernandez, seperti biasanya, setelah makan malam mereka akan berkumpul di ruang keluarga tersebut, mereka semua larut dalam berbagai obrolan antar keluarga, walaupun tak jarang ada bersitegang di antara mereka, namun masih bisa dikontrol saat mereka selalu bersama.
"Morgan, bagaimana hubungan mu dengan Nona Balqis?apa semua nya baik-baik saja?" Tanya Abigail yang memang tau perkembangan perjodohan Morgan dengan Balqis.
"Tentunya semua baik-baik saja Bigail" namun jawaban tersebut bukan dari Morgan, melainkan dari sang Mama, Ananta.
"Kenapa jadi kau yang menjawab Kak Ananta? bukankah aku bertanya pada keponakan ku, Morgan?" tanya Abigail dengan santainya.
"Bukankah sama saja?" tanya balik Ananta, hal itu hanya di tanggapi senyum manis terpaksa oleh Abigail.
"Sudahlah Bigail...... bagiamana dengan Syahnaz sendiri? apa dia sudah punya pacar?" tanya Aleysia yang mencoba mengurai ketegangan yang mulai terjadi antara Abigail dan Ananta.
"Syahnaz? tentu saja.....aku akan mencarikan dia seorang lelaki yang bertanggung jawab dan dari kalangan berada!" kata Abigail dengan angguh nya,
Syahnaz sang anak hanya bisa meremas tangan nya sendiri, dia sudah berulang kali menolak permintaan sang Mama, bahkan ketika perjodohan terakhir nya yang membuat nya akhirnya jatuh cinta pada Lelaki itu, nyatanya lelaki tersebut hanya bisa menyakiti dirinya dengan perbuatan bejatnya.
"Dan ku yakin, untuk perjodohan Syahnaz,tidak akan berakhir dengan lelaki baji-ngan lagi bukan?... kita doakan saja" ucap Ananta dengan senyum kemenangan nya, tentu saja Ananta tau betul bahwa mantan kekasih Syahnaz adlah lelaki baji-ngan yang di jodohkan oleh Abigail.Abigail hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik baju sweater yang dia pakai, dia sangat tidak suka dengan perkataan Ananta.
"Biarpun lelaki itu akhirnya ketauan baji-ngan!! setidaknya anakku tidak menjadi perebut Lelaki orang!" ucap Abigail.
__ADS_1
Celia, sebagai menantu tertua keluarga Hernandez,hanya bisa menyimak perbincangan tidak bergairah mereka, Celia tentu saja masih membiarkan mereka berbicara saling menyindir satu sama lain asal masih bisa dia kontrol, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu, tak begitu saja melepaskan tanggung jawab nya begitu saja dari keluarga ini, meskipun sekarang semuanya sudah di serahkan pada sang anak Arthur.
"Permisi semuanya, saya ke dalam dulu, ada urusan pekerjaan yang belum selesai" pamit Viko, suami Abigail.
"Ayo sayang.." ajaknya pada sang istri, akhirnya Abigail hanya menuruti kemauan suaminya, padahal dia masih ingin melanjutkan perdebatan nya dengan kakak-kakak nya.Dia selalu tak suka di anggap paling kecil dan tak perlu tau apa-apa.
Akhirnya Bobby memutuskan untuk mengantarkan sang Mama masuk ke dalam kamar,karena Aleysia nampak kelelahan, penyakit jantung nya yang beberapa waktu lalu kambuh,membuat wanita ini tak banyak beraktivitas sekarang, dia juga nampak selalu terlihat letih, namun belum juga Bobby mengantarkan sang Mama, Alice lebih dulu menawarkan diri.
"Biar aku saja yang mengantar Mama" kata Alice,dan Bobby tak bisa menolak keinginan Alice,karena ada yang Mama di samping nya.
"Apa kalian akan menginap?" tanya Aleysia.
"Kita akan menginap Ma..." Bobby nampak memotong perkataan Alive yang hendak menolak.
"Bagus lah Mama senang, besok pagi temani Mama jalan-jalan ke taman ya..." ucap Aleysia sambil berjalan beriringan menuju kamar nya, Bobby hanya melihat keakraban dari istri dan Mama nya tersebut.
"Papa mau bicara sama kamu" Bara nampak menepuk bahu sang anak.
Celia juga hendak masuk setelah semuanya pergi satu-persatu,namun ketika dia melihat ke arah Nay yang sudah bersandar di bahu suami nya, nampak sekali Nayla kelelahan, akhirnya Celia mengurungkan niatnya untuk meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Apa Nay sakit Ar?" tanya Celia pada yang anak yang sejak tadi fokus ke ponselnya,bahkan tak menyadari bahwa istri kecil nya itu sudah bersandar di bahunya.
"Tidak.....dia tadi baik-baik saja" jawab Arthur sambil melihat ke arah sang istri.
"Bawa masuk, dan jangan pulang, menginap lah" perintah Celia sambil berdiri dan melangkah masuk ke dalam kamar nya.
"Baby.....bangun" kata Arthur.
Bukankah bangun, Nay malah semakin mencari tempat nyaman di dekapan sang suami, Nay nampak mencari pinggang Arthur dan memeluk nya posesif, Arthur hanya bisa tersenyum tipis melihat ulah sang istri, dengan sekali hentakan saja, Arthur membawa Nayla ke dalam gendongan nya, perlahan dia membawa sang istri masuk ke dalam kamarnya yang ada di rumah besar tersebut.
"Max, menginap lah di sini" kata Arthur sebelum benar-benar meninggalkan tempat tersebut, karena ketika melihat tempat sepi, Max segera mendekati Arthur.
"Baik Tuan" saut Max.
"Max......jangan berkeliaran malam-malam" kata Arthur dengan seringai licik nya.
Dan Max tau betul apa maksud dari bosnya itu, setelah melihat Bosnya berjalan menjauh, Max nampak berbalik badan dan sedikit kaget ketika melihat seseorang nampak menunggu nya.Dan inilah yang di maksud oleh Arthur, agar tak berkeliaran di malam hari.
bersambung.......
__ADS_1