
Sam jadi sering datang ke pedesaan tempat Syahnaz dan Bella berada, Syahnaz tampak membantu Sam untuk memilih beberapa bunga yang akan di jadikan sebagai hiasan yang di pesan Sam. jauh-jauh hari, Sam dan juga Syahnaz memang mendiskusikan tentang hal itu,karena bagaimanapun juga, Syahnaz harus mencari bunga yang masih segar ketika mendekati acara yang akan Sam selenggarakan satu bulan ke depan.Karena sepertinya acaranya sangat megah, mengingat Sam, memesannya dengan jumlah yang sangat banyak, Syahnaz juga harus memesan dari petani bunga yang lain, karena jika mengandalkan dari kebun nya, rasanya tak akan cukup.
"Kau suka bunga apa?" tanya Sam pada Syahnaz.
"Aku?......Aku suka semua bunga" jawab Syahnaz sambil membuka kembali foto-foto bunga yang ada di tangan nya.
"Untuk pernikahan? kau suka bunga apa?" tanya Sam lagi.
"Apa Anda sedang meminta pendapat ku?" tanya Syahnaz balik, dia sedikit heran, sedari kemarin Sam terus menanyakan banyak hal tentang bunga apa yang di sukai nya.
"Adik ku tidak begitu suka bunga, Tapi ini kejutan untuk dia" jawab Sam.
"Aku suka bunga aster untuk hiasan pernikahan, tentu dengan berbagai warna bunganya, pasti sangat indah " jawab Syahnaz.
"Kalau kau Nona Bella?" tanya Sam tiba-tiba, membuat Bella sedikit terkejut, pasalnya sedari tadi dia hanya sebagai pendengar saja.
"Aku?....hmmmm aku lebih suka mawar putih " jawab Bella.
"Kenapa Anda tidak suka mawar putih Nona Syahnaz?" tanya Sam yang beralih ke Syahnaz.
__ADS_1
"Entahlah,....bunga mawar melambangkan cinta, ......dan aku tidak terlalu suka untuk pernikahan " jawab Syahnaz sambil menunduk melihat ke arah album foto di tangannya.
Bella menyadari kesenduan wajah Syahnaz, dia mengambil inisiatif untuk menunjukkan secara langsung bunga yang akan di pesan Sam.
"Tuan Sam, bagaimana kalau Anda ikut saya, akan saya tunjukkan bunga aslinya " ajak Bella ,
Sam yang sedari tadi memperhatikan Syahnaz tiba-tiba beralih ke Bella, dan dia menyetujui ajakan Bella. sepeninggalan Sam dan juga Bella, Syahnaz menutup album foto itu pelan-pelan,tatapannya kosong ke depan,memikirkan bagaimana keadaan Max sekarang, kenapa setelah kejadian itu, Max sama sekali tidak pernah datang lagi ke pedesaan, Syahnaz memejamkan matanya perlahan, bener apa yang dikatakan oleh Max, setelah ciuman pertama mereka, Syahnaz sangat sulit melupakan Max, walaupun dia harus terluka berkali-kali karena Max, nyatanya, hatinya tetap mengatakan dia mencintai Max, bahkan Syahnaz mungkin tak akan bisa melupakan Max selamanya.
Sedangkan Max yang di pikirkan oleh Syahnaz, tengah sibuk dengan pekerjaan nya, dia benar-benar tenggelam dalam pekerjaan.Proyek besar yang di berikan Arthur padanya, benar-benar menguras banyak waktu nya.Hampir tiga minggu ini, Max selalu mondar-mandir keluar kota hanya untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
"Bagaimana Max?" tanya Arthur ketika mereka meeting berdua.
"Kalau begitu kita makan siang dulu,....lihat.... Nay sengaja memasak untuk kita" ucap Arthur.
"Apa yang kau pikirkan?" lanjut Arthur ketika mengetahui Max hanya diam saja, biasanya dia akan antusias mempersiapkan bekal yang di antar oleh pelayan dari Nayla, istri Arthur yang juga menjadi adik angkat Max.
"Tidak ada" elak Max kemudian menyiapkan makanan.
"Apa ini soal Syahnaz?" tanya Arthur dan sukses membuat Max menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Tidak! bukan karena siapapun, aku hanya sedikit lelah" jawab Max melanjutkan kegiatan nya.
"Ciiih kau pikir aku bodoh?.....ingat Max..aku ini Arthur !!" ucap Arthur dengan muka datarnya.
Hehhhh.....
Max membuang nafas nya ke udara, menyandarkan punggungnya ke sofa yang dia duduki.Mencoba menyelami hatinya sendiri, dia benar-benar tak tau harus bagaimana menyikapi hatinya sendiri.
"Apa yang kau rasakan?" tanya Arthur,dia paham betul bagaimana perasaan Max saat ini,karena tak dapat dipungkiri, Arthur orang pertama yang mengerti semuanya tentang Max, begitu pula dengan Max yang mengetahui segala hal tentang Arthur sebelum mereka bertemu dengan Nayla.
"Entahlah Ar......aku sendiri tidak tau!" jawab Max.
"Rasanya....aku hanya ingin melindungi nya" lanjutnya.
"Selamat Max'' ucap Arthur yang membuat Max menatap nya dengan heran. seakan tahu apa yang dimaksud dengan tanggapan mata Max, Arthur melanjutkan perkataannya.
"Selamat kamu sudah jatuh cinta Max!"
"Tidak!! itu tidak akan pernah terjadi!!!!"
__ADS_1
bersambung