
Meninggalkan Arthur yang masih merasa kesal karena perbuatan jahil Max, di kamar berbeda namun di hotel yang sama, sepasang pengantin tengah berada dalam kamar dan saling berhadapan.
"Ku sudah berhasil masuk ke keluarga Hernandez bukan!"
kata Bobby dengan pedasnya kepada Alice, Alice yang baru saja membersihkan diri, tiba-tiba di ajak Bobby untuk duduk bersama.Alice sudah menduga bahwa Bobby akan berbicara seperti itu sejak pertama Alice memutuskan untuk menerima tawaran Bobby untuk menikah dengannya, tawaran di berikan Bobby karena sakit jantungnya sang Mama yaitu Aleysia, Alice sudah memprediksi bahwa hidupnya akan benar-benar menderita bersama Bobby,namun Alice sudah bertekad, dia akan menulikan telinganya dan menuruti segala peraturan yang di inginkan oleh Bobby,atau bahkan dia juga sudah bertekad untuk tak menganggap Bobby sebagai suaminya, agar kedepannya dia tak lagi sakit hati, Bobby yang selama ini sangat baik kepadanya, tiba-tiba begitu membencinya setelah tahu sang Mama Aleysia, menginginkan Alice menjadi menantunya. Sejak saat itu Bobby benar-benar menghindar dari Alice,dia menjadi sangat membenci gadis tersebut.
"Lalu apa aku harus bahagia?" tanya Alice memberanikan diri.
"Ckck..... murahan!!" ucap Bobby lalu berlalu menuju kamar mandi.
Braaakkkkk!!
Bobby membanting pintu kamar mandi begitu keras, dia meluapkan kekesalannya pada Alice.Alice mencoba menahan amarahnya dan juga air matanya agar tidak melesat jatuh ke pipinya, Alice merasa dirinya benar-benar menjadi sebuah boneka sekarang, setelah sang Mama yang mempermainkan dan memerankan segala bentuk kehidupannya, kini Bobby yang ikut serta menjadi dalang dalam hidupnya. Alice tersenyum samar melihat dan meratapi nasibnya sendiri, tiba-tiba saja,dia teringat dengan sang Papa yang begitu sangat menyayanginya,walaupun sejak kecil sama Papa sudah tiada tapi Alice bisa mengingat dengan benar bagaimana kasih sayang Papanya dan Mamanya kala itu, namun setelah kepergian sang Papa, ambisi Mama nya begitu besar untuk bisa membahagiakan Alice, setidaknya begitulah yang selalu dikatakan oleh Nesya,sang Mama. Namun nyatanya perlakuannya pada Alice benar-benar membuat Alice tak bahagia sama sekali, segala bentuk kehidupannya pun diatur dari kecil hingga pernikahannya saat ini.
"Selamat datang di neraka Alice" gumam Alice pada dirinya sendiri.
Alice memutuskan untuk tidur di lantai kamar tersebut, karena sang Mama dan juga sang mertua,sepertinya sudah menduga bahwa mereka akan tidur terpisah, karena itu kamar yang dipesan oleh Aleysia, tak begitu dipenuhi dengan perabotan, bahkan sofa yang ada di di kamar tersebut disingkirkan oleh Aleysia.Dia meminta pelayan hotel untuk menyingkirkan sofa yang ada di kamar tersebut,Alice mencoba mencari sebuah selimut tebal untuk dipakainya sebagai alas tidur di kamar tersebut, dan beruntung Alice mendapatkannya di salah satu lemari yang ada di di kamar tersebut. Tak butuh waktu lama Alice langsung memakainya untuk tidur di lantai sebagai alas, karena jujur saja hari ini,Alice merasa sangat capek sekali, hatinya dan juga raganya benar-benar sama-sama sangat capek.
Bobby yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Alice sedang terbaring di lantai pun cuek saja, dia benar-benar tak menghiraukan Alice, Bobbyl langsung naik ke atas ranjang empuknya dan terlelap dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya,karena jujur saja Bobby juga sangat lelah.
###########
__ADS_1
Nayla nampak cemberut di atas ranjang nya, benar saja bagian bawahnya sangat tidak nyaman, Arthur yang pura-pura merasa tak bersalah, beberapa kali menawarkan sarapan untuk sang istri.
"Nona kecil,ayolah...makan dulu! aku suapi?" tanya Arthur bersikap sangat tenang.
"Keluar dari sini!" perintah Nayla.
"Kau mengusir ku?" tanya Arthur seakan tak suka dengan perkataan Nayla.
"Ya..... keluar!! kau sungguh keterlaluan!!" kata Nayla dengan ketus.
"Ok.....aku minta maaf! aku semalam......" kata-kata Arthur terhenti seketika, ketika dia ingin menceritakan bagaimana Max menjahilinya. Dia memberikan pil penambah stamina, tentu saja Arthur masih berfikir dengan waras kalau sampai Nayla tahu bahwa dia meminum pil penambah stamina, maka dia akan lebih menderita lagi, bisa saja Nayla menghentikan jatah selama beberapa Minggu, hari ini saja sebelum meminta untuk keluar dari kamar dimana mereka menginap, Nayla sudah menelpon sang Bunda untuk bisa menginap di sana selama satu minggu lamanya,dan Nayla Aku minta Arthur untuk tidak datang ke rumah bundanya, dia benar-benar begitu kesal terhadap Arthur saat ini, Karena bagian sensitif nya beberapa hari ke depan pasti masih sakit.
"keluar dari sini Tuan Arthur yang terhormat!!! sebelum kesabaranku habis!! kau keterlaluan!? Kau sangat keterlaluan, kau membuatku bahkan tidak bisa bergerak dari atas ranjang!!! seharusnya mereka Ar, mereka yang melakukan malam pertama bagi pengantin baru!!tapi apa yang kau lakukan padaku!!! Arthur Oh tidak!! aku sangat membencimu saat ini!!!keluar....Aku bilang keluar dari sini!!"
"Keluar Bee!!! sebentar lagi Alice datang,dia yang akan menemani ku!!"
"Dan jangan harap aku pulang ke Apartemen sebelum seminggu kesempatan kita!!"
"No Baby!! ini tidak adil!" kata Arthur tak mau kalah.
"Ini adil!! sangat adil!!..." saut Nayla dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Arthur yang tak mau lagi berdebat dengan sang istri, akhirnya memilih untuk keluar dari kamar hotel tersebut,sekali lagi dia menengok ke belakang sebelum membuka pintu kamar hotel, Nayla bukannya takut dengan tatapan tajam Arthur, namun dia kembali menatap tajam Arthur seakan menantang lelaki yang baru saja membuatnya bener-bener lemas tak berdaya di atas ranjangnya.
ceklek........
dan di depan pintu kamar hotel milik Arthur, Max sudah datang dengan baju yang sangat rapi,dia menyambut Arthur di depan pintu.
"Selamat pagi Tuan" sapa Max.
"Hari ini kau tidak usah ke kantor Max!" kata Arthur dengan sangat dingin.
"Ya??" tanya Max kaget.
"Berkencan lah dengan gadis pilihan ku Max!" ucap Arthur dengan seringai licik di bibirnya.
"Oh Tuhan!!! mampus aku!! senjata makan Tuan ini namanya!!!" pekik Max dalam hati.
"Bersiaplah!!! aku akan mengirimkan alamat di mana kamu harus menjemput gadis itu!! laporkan dan foto setiap kegiatan yang kau lakukan dengan nya!" kata Arthur.
"Tapi Tuan......"
"Ini hukuman untuk mu Max! dan selamat bersenang-senang!"
__ADS_1
kata Arthur dan akhirnya benar-benar meninggalkan depan kamar di mana dia dan sang istri menikah.
bersambung...