Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Kehancuran sebuah hubungan 2


__ADS_3

Viko nampak duduk sambil memeluk bahu wanita di samping nya, sedangkan wanita itu hanya terdiam tanpa berniat untuk menyela ataupun mengikuti perbincangan dari suaminya dengan Abigail, Viko mulai menceritakan bagaimana dirinya sebenarnya.Anak buah Zeno sudah menyuruh beberapa tamu yang masih berada di sana untuk segera mengakhiri pestanya, dan beberapa dari mereka sudah meninggal kan pestanya.


"Kau tidak pernah mencintai ku?"


tanya Abigail dengan sepenuh hati menahan air mata nya, pantang bagi dia menangis di depan orang-orang yang di yakini nya sedang menertawakan kebodohan nya, bertahun-tahun di tipu oleh suaminya sendiri.


"Tidak" ucap Viko dengan tegas


Air mata yang sedari tadi dia tahan, pada akhirnya mengalir juga, kebencian yang tiba-tiba muncul di hatinya terasa bagai belati yang menusuk-nusuk dadanya.Zeno yang melihat semuanya tersenyum tipis melihat kehancuran hati Abigail, salah satu anggota keluarga Hernandez.Kalaupun Zeno tak bisa memecah belah mereka, setidaknya dia membalas sakit hatinya dengan sakit hati yang sama untuk masing-masing keluarga Hernandez. dan saat ini sasarannya tepat,Abigail istri dari Viko yaitu menantunya sendiri. namun Zeno seakan tak peduli dengan hati Abigail, dia begitu sangat bahagia melihat kehancuran hati wanita yang ada di depannya tersebut.


"Bigail.....aku tidak pernah memandang mu sebagai istri ku sama sekali, kalian keluarga Hernandez, tidak pantas bahagia setelah apa yang keluarga Hernandez lakukan pada kami!!" kata Viko yang semakin menusuk hati Abigail.


"Kenapa? Kenapa harus aku??? apa salahku??" tanya Abigail dengan penuh penekanan


"Kau yang harus menanggung semua kesalahan dari keluarga mu!" kali ini bukan Viko, namun Zeno yang berbicara.


"Jadi kalian telah lama merencanakan semuanya ini? kau sangat keterlaluan Viko!!!" bentak Abigail.

__ADS_1


Zeno menantap dengan mata tajam nya, Abigail,wajah yang sangat mirip dengan Rosemary membuat nya semakin benci, menghancurkan keluarga Hernandez adalah tujuan utama hidup nya, setelah bertahun-tahun lamanya dia bisa membuat keluarga yang di masa kecil anak-anak mereka begitu harmonis, namun ketika menginjak remaja, anak-anak mereka hidup dengan persaingan.


Agam, Aleysia, Abigail dan bahkan anak dari sepupu tuan besar Hernandez yaitu Ananta yang di angkat menjadi anak di keluarga Hernandez semakin terpecah belah. Tak pernah ada yang menyadari semua nya, permainan Zeno begitu halus, hingga di mana dia memasukkan Viko ke dalam rumah tersebut sebagai menantu keluarga Hernandez, pertemuan pertama Abigail dan Viko, terlihat jelas bahwa Abigail mengagumi Viko,.dan di saat itulah,rencana jahatnya Zeno bermula.


"Apa kau tahu, rasa sakit yang di ciptakan oleh Papa mu!! belum ada apa-apanya bila di bandingkan dengan apa yang kau alami"kata Zeno.


Mata Abigail menatap lelaki tua itu penuh kebencian, di sisi lain, Arthur dan Max masih menyimak perdebatan di antara mereka, Sejujurnya, Arthur sudah tidak tega melihat sang Tante di sakiti dengan kata-kata mereka, Namun Arthur bertekad menuntaskan segala nya di sana, dan tentu saja dia harus mengumpulkan semua anggota keluarga Hernandez,agar semua nya kembali membaik.


"Apa kau tau Abigail?" lanjut Zeno, dia seolah belum puas menyakiti hati wanita tersebut.


"Dia....anak kandung Viko, suamimu!" Zeno menunjuk pada seorang pemuda yang sama halnya dengan sang Mama, hanya diam di dalam ruangan tersebut.Kebencian yang di tanam kan sang kakek membuatnya lebih memilih diam tanpa rasa iba tentu nya.


"Tidak!!" gumamnya, bagaimana bisa, Viko dan dirinya yang di vonis dokter tak akan bisa mendapatkan keturunan, secara tiba-tiba di kejutkan dengan pengakuan Zeno tentang anak kandung Viko, itu artinya, Viko tak pernah bermasalah dengan reproduksi nya.


"Apa aku di bohongi sampai sejauh ini?" batin Abigail, bahkan tangannya sudah terlihat gemetaran.


Syahnaz yang berada di samping sang Mama, langsung menggenggam erat tangan Mama nya, mencoba menenangkan wanita yang sangat dia sayangi itu.

__ADS_1


"Kau.....kau..... kenapa kau begitu kejam!" ucap Abigail pelan ke arah Viko yang masih berdiri tegak di depan nya, dia benar-benar seperti di kulit i saat ini, bahkan untuk berdiri saat ini saja, rasanya sangat berat.


"Kau ingin tau satu hal lagi?" tanya Zeno pada Abigail dengan seringai licik nya.Abigail diam, menandakan dia menunggu perkataan Zeno.


"Dia.... gadis yang sangat kau sayangi!!!" Zeno menunjuk pada Syahnaz, seketika Syahnaz menatap sendu ke arah Zeno, dia tau betul bahwa Zeno akan membongkar rahasia yang selama ini dia simpan demi sang Papa.


"Dia tau semuanya tentang kebohongan suamimu! dia tau semua tentang keluarga baru dari suami mu!...Dan dia..... bertugas menenangkan mu!" lanjut Zeno.


Abigail seketika memandang Syahnaz, Syahnaz menggelengkan kepalanya dengan cepat, bukan seperti itu kenyataan nya, Syahnaz tak mau Abigail salah paham.Syahnaz memang tau bahwasanya sang Papa menikah lagi dan punya anak, Namun Syahnaz berpikir kalau Papa nya tidak ketahuan, maka Abigail tak akan merasa sakit hati, dia tak akan kehilangan Abigail dan Viko, sungguh Syahnaz sangat takut kehilangan keduanya.


Namun kenyataannya, di sini, saat ini, dia seakan di tumbal kan untuk ke egois seseorang.


"Ma....ma.... bukan begitu ma.. cerita nya tidak seperti itu" ucap Syahnaz sambil terus memegang tangan Abigail.


Abigail memandang ke wajah Syahnaz dengan seksama, mencoba mencari kebenaran akan semua nya, benarkah gadis yang selama ini dia sayangi menghianati nya juga?.


Syahnaz terus memegang tangan Abigail,entah mengapa lidah nya sangat kaku untuk menjelaskan semuanya, melihat wajah sendu Abigail, Syahnaz hanya bisa menangis, perlahan Abigail melepaskan tangan Syahnaz dari tangan nya, hal itu membuat Syahnaz semakin sesenggukan.

__ADS_1


Viko ikut menatap ke arah Syahnaz, entah mengapa,dia merasa iba pada gadis yang selalu menyayangi nya walaupun dia selalu mengabaikan nya itu, sisi hatinya sakit melihat tatapan mata kebencian Abigail pada Syahnaz, mata yang dulu selalu memandang penuh cinta pada Syahnaz, Namun hari ini, untuk pertama kali, kebencian nampak di mata Abigail untuk Syahnaz.


bersambung...


__ADS_2