
Tap.....tap.....tap.....
Suara langkah kaki menggema di lorong menuju ke ruangan Arthur, dia datang kali ini dengan berbagai laporan dari perusahaan nya sendiri yang dibawa oleh Max, sudah tiga hari Max di tugaskan untuk menghandle perusahaan Arthur di luar negeri, itu karena Sam sedang ada urusan penting yang tidak dapat di wakilkan.
"Bagaimana Max?" tanya Arthur
"Semuanya sudah sama periksa Tuan, Tuan Sam juga sudah bekerja sama dengan perusahaan baru tersebut"
kata Max sambil menyerahkan beberapa berkasnya ke hadapan Arthur.Arthur nampak mengamati dan membaca sekilas berkas yang ada di hadapannya,kemudian dia menandatangani apa yang harus ditandatangani,karena sebenarnya dia sudah menyerahkan semuanya kepada Sam, walaupun untuk urusan lain harus ada tanda tangan langsung dari Arthur, setelah ada tanda tangannya dia menyerahkannya kepada Max.
"Perintah kan Ariel langsung untuk membawa berkas ini pada Sam" perintah Arthur pada Max.
"Baik Tuan....saya permisi" pamit Max pada tuannya.
Beberapa saat kemudian, Anna sekertaris Max dan Arthur mengetuk pintu ruangan tersebut, setelah Arthur mempersilahkan nya, Anna masuk dan melaporkan sesuatu.
"Permisi Tuan Arthur, ini ada berkas dari kantor Tuan Morgan" kata Anna melaporkan. Arthur terlihat mengerutkan keningnya.
"Ini adalah berkas kerja sama dengan perusahaan Patterson Tuan, tiba-tiba saja pihak Patterson ingin berhubungan langsung dengan Anda,dan tuan Morgan dan Tuan Bara menyetujui nya, dan setelah jam makan siang kita ada pertemuan dengan Nona Balqis sebagai penanggung jawab kerja sama ini Tuan" kata Anna seakan menjawab keheranan dari atasannya itu.
__ADS_1
"Baiklah..... letakkan di meja, aku akan memeriksa nya nanti" kata Arthur akhirnya.
Anna keluar setelah menundukkan kepalanya tanda hormat nya pada Arthur, kemudian Arthur kembali larut ke dalam pekerjaan nya.Setelah jam makan siang, Arthur di temani oleh Anna untuk mengadakan pertemuan dengan kliennya, yaitu Balqis dari perusahaan Patterson.Di sisi Balqis,dia nampak antusias, berulang kali dia berkaca dan membenahi dandanannya.sesuai tujuan utamanya adalah merebut hati Arthur dengan cara elegan jadi dia sudah mempersiapkan diri untuk bersikap profesional dengan pekerjaan nya, namun tetap tebar pesona di depan Arthur.Balqis berdandan ala wanita karir pada umumnya, dengan polesan make up yang tak terlalu mencolok,namun sudah bisa memberikan kesan anggun dan cantik.Dia datang 15 menit lebih awal dari Arthur, dia tau betul bahwa pimpinan perusahaan Hernandez itu tidak pernah telat dalam membuat janji.
"Apa semuanya sudah siap Fida?" tanya Balqis pada asistennya.
"Sudah Nona, dan ini saya sedang memeriksa nya kembali!" jawab Fida.
"Setelah nya jelaskan padaku! aku ingin menyampaikan secara langsung pada Tuan Arthur!" kata Balqis.
"Baiklah Nona!"
Fida memeriksa berkas itu dengan sangat teliti, kemudian menerangkan beberapa poin penting dalam kerja sama yang diajukan oleh perusahaan Patterson kepada perusahaan Hernandez, dan Fida juga menjelaskan beberapa proyek yang akan dijalankan oleh kedua perusahaan, serta keuntungan dan kerugian apa saja yang akan mereka dapatkan saat menjalin hubungan kerjasama tersebut. Balqis nampak mengangguk-angguk tanda paham dengan apa yang diterangkan oleh Fida, dalam hal pekerjaan Balqis memang sangat profesional, otaknya tak bisa diremehkan begitu saja. Dia pun senang dengan proyek yang akan dia jalani bersama dengan Arthur, Balqis bahkan sudah membayangkan mereka akan sering pergi keluar kota bersama untuk menangani proyek tersebut.
Balqis tengah melihat Arthur yang berjalan dengan gagahnya menuju ke arah dirinya,senyum tipis tersinggung di bibir manisnya, Balqis begitu sangat senang melihat Arthur, karena baru kali ini dia melihat Arthur dari dekat setelah sekian lama,terlihat jelas binar kebahagiaan di wajah Balqis, namun dengan tenang dia menutupinya agar Arthur tak curiga bahwa dia begitu menginginkan sosok Arthur untuk menjadi pendamping hidupnya,Dan dengan wajah datarnya Arthur duduk di depan Balqis disusul dengan Anna dan juga Fida dan Balqis yang tadinya berdiri menyambut kedatangan Arthur.
"Selamat datang Tuan Arthur" sapa Balqis dengan sopan dan terlihat anggun.
"Terima kasih Nona Patterson" jawab Arthur dengan datar.
__ADS_1
"Balqis...... panggil saja saya Balqis Tuan Arthur" kata Balqis dengan sejuta Watt senyum di wajahnya.
"Tapi saya lebih nyaman dengan panggilan Nona Patterson" saut Arthur.
"Oohh begitu ya Tuan, saya pikir akan lebih mengakrabkan kita jika anda memanggil saya dengan nama Balqis,karena sepertinya kedepannya kita akan sering bertemu untuk proyek ini Tuan Arthur" kata Balqis yang sengaja tetap memaksa untuk di panggil dengan nama depan nya yaitu Balqis.
"Saya pikir kita akan meeting Nona Patterson!! bukan membahas tentang panggilan nama Anda bukan?" kata Arthur yang mulai tak nyaman dengan keadaan ini, sekilas dia melirik Anna, dan Anna yang tau betul arti lirikan dari Arthur.Balqis nampak tercengang dengan kata-kata Arthur, tangannya sudah mengepal kuat menahan malu di depan asistennya dan sekretaris Arthur.
"Silahkan Nona Patterson, kita akan mulai dari sini" kata Anna menyerahkan berkas yang dia ajukan beberapa hari yang lalu ke perusahaan Hernandez. Balqis harus menelan kekecewaan nya karena gagal untuk berusaha dekat dengan Arthur, dia akhirnya menerangkan bagaimana proyek yang akan mereka kerjakan bersama Arthur, Arthur nampak beberapa kali menanyakan sesuatu hal yang berkaitan dengan proyek tersebut, tentang keuntungan, tentang resiko dan tentang segala hal dan dengan lancarnya Balqis bisa menerangkan itu semuanya, Arthur nampak mengangguk paham dengan apa yang mereka bahas saat ini.
"Baiklah Nona Patterson, kita sudah sepakati bersama, dan selamat atas kerja sama ini" kata Arthur sambil berdiri dan mengangkat tangan nya untuk bersalaman dengan Balqis.
dengan senang hati Balqis membalas uluran tangan Arthur, dan mereka bersalaman beberapa saat,akhirnya karena tawaran makan siang dari Balqis ditolak oleh Arthur, Balqis pun ikut keluar dari restoran tersebut untuk kembali ke perusahaan. Namun siapa yang menyangka saat keluar dari restoran, Balqis bersenggolan dengan seorang wanita dan karena tidak fokus dengan jalanan,Karena sibuk memperhatikan Arthur, tubuh Balqis nampak oleng dan jatuh menimpa Arthur, dengan gesit Arthur menahan tubuh Balqis agar tidak terjatuh,hingga nampak terlihat Arthur sedang memeluk Balqis dari belakang.
"Bee...," Sapa Nayla..
Arthur yang merasa di panggil tiba-tiba mendongakkan wajahnya, dan Balqis melihat siapa wanita yang ada di hadapannya,tak lain adalah Nay, istri Arthur. Balqis merasa sedikit puas dan beruntung karena di tabrakan perempuan tadi.
"Bagus!!!" batin Balqis.
__ADS_1
Arthur segera melepaskan tubuh Balqis dari pegangannya.dan segera menghampiri Nay, istri nya yang tak bergeming dari hadapan nya.
bersambung