
Pernikahan megah telah berlangsung beberapa waktu lalu, dan kini sepasang pengantin baru itu tengah berada di kamar pengantin yang sudah di desain sebagus dan seromantis mungkin. Syahnaz berjalan pelan mengelilingi kamar tersebut, dia yang begitu menyukai bunga, terpukau dengan hiasan kamar tersebut, semerbak dari harum nya bunga asli yang tertata rapi di sana, membuat Syahnaz senang sekaligus merasa tenang.
"Kamu menyukai nya?" tanya Max sambil memeluk Syahnaz dari belakang.
Entah sejak kapan, Lelaki sedingin 300 kulkas itu, tiba-tiba menjadi romantis. Syahnaz mulai melihat sisi lain dari Max yang terkenal dingin dan datar tersebut. Syahnaz nampak tersenyum menanggapi perkataan Max, dan Max bisa melihat senyuman itu dari kaca di depan mereka yang memperlihatkan keindahan kota. Untung saja, gaun pesta terakhir yang di pakai Syahnaz tak begitu ribet, karena memang Syahnaz harus berganti baju sebanyak tiga kali sewaktu perayaan pernikahan mereka.
"Kamu yang menata nya?" tanya Syahnaz.
"Hemmmm....aku yang merancang nya, dan seseorang mengerjakan nya" ucap Max.
Syahnaz tersenyum kecil, bukan karena hanya senang dengan desain kamar tersebut beserta dekorasi nya, melainkan dengan perkataan Max, Syahnaz membayangkan,pasti Max banyak berlatih kosa kata baru, Karena Max terlalu banyak kata untuk menjawab pertanyaan nya.
"Kenapa?" tanya Max heran.
Syahnaz berbalik, dan kini dia berada di dekapan Max, dengan sedikit memberi jarak pada bagian tubuh atasnya.Syahnaz membelai wajah Max, dia tak menyangka, bertahun-tahun mencintai Max dalam diam, pada akhirnya dia mendapatkan lelaki pujaan hati nya juga.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Max lagi.
"Belajar dari mana semua kosa kata bahasa mu?" tanya Syahnaz sambil tersenyum manis.
"Maksud nya?" tanya Max yang masih belum paham.
"Kau terlalu banyak bicara Max! ....Tapi aku suka" saut Syahnaz.
"Ckc......dasar!" ucap Max sambil mengangkat tubuh sang istri.
"Aaarghhh!!! Max!!" teriak Syahnaz karena kaget, tiba-tiba saja, Max mengangkat tubuh sang istri dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Melihat wajah panik Syahnaz, diam-diam Max tersenyum seringai, entah apa yang di pikirkan oleh Max saat ini, yang pasti, Syahnaz menangkap sesuatu yang tak enak di pikiran nya.
"Apa Max akan memperkosaku di kamar mandi??....tidak!! tidak! tidak!!....aku belum siap!!!" teriak Syahnaz dalam hati, dan tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya, Max semakin berniat menjahili istri baru nya itu, yang pasti Max sangat yakin bila Syahnaz sedang ketakutan saat ini.Dan sialnya, Max menikmati ekspresi wajah sang istri dengan hati gembira.
__ADS_1
"Max!!! aku bisa mandi sendiri!! jadi ke-keluar lah dulu!!" ucap Syahnaz gugup ketika sampai di kamar mandi dan Max menurunkan nya.
Bukannya menjauh, Max malah mencoba membantu melepaskan gaun pesta Syahnaz, dan dengan panik Syahnaz mundur beberapa langkah, sayangnya, punggung nya terbentur dinding kamar mandi,dan berakhir di dalam Kungkungan sang suami.
"Mu-mundur Max!" pekiknya, ketika melihat lengan kokoh Max berada di sisi kanan dan kiri kepalanya.
"Kamu bilang aku terlalu banyak kosa kata bukan?" kata Max sambil memiringkan wajahnya, kini hidung mereka hampir saja bersentuhan. Mata Syahnaz nampak berkedip beberapa kali, dia benar-benar di buat salah tingkah dengan sikap Max malam ini, ya... Max berbeda, dia terlihat lebih romantis.
"Aku hanya akan mendesah malam ini!....jadi ini kosa kata terakhir ku malam ini!" bisik Max di telinga Syahnaz, dan entah mengapa tubuh Syahnaz meremang seketika. Syahnaz yang sibuk dengan pemikiran nya sendiri, tak sadar bila Max sudah berhasil melucuti gaun yang di pakai nya, Hingga beberapa saat kemudian, Syahnaz merasa hawa dingin menerpa kulit nya, dan hal itu membuatnya sadar dengan lamunannya.
"Max!!!"
"Sssttttt....sudah saatnya diam!!"
bersambung
__ADS_1
SAMBUNG BESOK YA..... OTHOR MAU UP YANG LAIN DULU
"SANG ASISTEN CEO JILID 2"