
Nayla keluar dari kamar hotel bersama dengan Arthur, Setelah Arthur mengoleskan krim untuk mengatasi rasa nyeri dan perih di bagian bawah milik Nayla, kini keadaan Nayla lebih baik dan bisa berjalan seperti biasa, Nayla hanya tidur sekitar 3 jam dan dia memilih untuk keluar dari hotel tersebut.
"Kita akan ke rumah utama nanti malam" kata Arthur sambil mengampit pinggang istri nya saat keluar dari lift.
"Apa kita akan tinggal di sana?" tanya Nayla, wajahnya terlihat sangat cemas, seketika dia menghentikan langkah nya.
Bukan apa-apa,dia belum punya cukup nyali untuk berkumpul dengan banyak keluarga Hernandez, Nay pikir dia tak akan sanggup jika harus seatap dengan keluarga besar suaminya itu.
"Tidak...kita akan tinggal di apartemen ku, Oh ya.. bukannya Bunda mu akan segera menikah? kau boleh ke rumah nya ketika aku sedang di kantor" kata Arthur
"Benarkah? aku boleh ke rumah Bunda?" kata Nay dengan semangat.
"Boleh...." jawab Arthur
"Asal aku mendapatkan apa yang aku inginkan malam ini!" bisik Arthur hingga membuat Nay tau kemana arah pembicaraan suaminya.
Beberapa kali melangkah seorang wanita dengan dandanan tomboinya nampak menunduk ke arah mereka berdua.
"Kenalkan ini Ariel...dia akan menjadi asisten pribadi mu selama tidak ada aku di samping mu!" kata Arthur memperkenalkan Ariel.
Ariel adalah adik dari Sam, dan Sam adalah salah satu anak buahnya yang di percaya memegang kendali perusahaan pribadi Arthur yang berada di luar negri.
"Salam kenal Nyonya muda......Sedang bisa melayani Anda" ucap Ariel
"Salam kenal juga, aku Nayla" kata Nay sambil menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda hormat.
"Tapi ini tidak perlu Arthur....aku tidak membutuhkan nya" saut Nay namun dengan sopan agar tak menyinggung Ariel.
__ADS_1
Rasanya akan sangat canggung bila harus di antar dan di kawal kemanapun.
"Biasakan dirimu dengan itu Nyonya muda Hernandez....!" saut Arthur kemudian mengecup singkat bibir Nayla.
Nayla ingin protes atas kelakuan suaminya yang dengan seenaknya saja menciumi dirinya di depan umum, apalagi tepat di hadapan wanita yang bernama Ariel itu. Namun pandangan matanya tertuju pada seorang gadis yang berjalan sedikit tertatih sendirian.
"Echa?..... Echa"
panggil Nayla, walaupun lebih tua 5 tahun dari Nay namun Echa dan Nay sepakat tak memanggil nya kakak, karena mereka ingin terlihat seperti sahabat saja.
"Kamu sudah mau cek out Nay?" tanya Echa sambil berjalan ke depan Nayla.
"Kakimu kenapa?" alih-alih menjawab pertanyaan Echa, Nay malah mengawatirkan keadaan kaki Echa yang sedikit tertatih.
"Ah...biasa....aku kurang hati-hati,...... Tuan Arthur, bolehkah aku membawa Nay pulang ke rumah Bunda?" tanya Echa dengan sedikit hati-hati, bagaimana pun juga dia sedikit takut melihat ekspresi wajah datar Arthur.
"Max akan menjemput mu petang nanti, kita akan ada acara makan malam bersama" ucap Arthur memyisatkan bahwa dia menyetujui permintaan Echa, senyum merekah nampak di perlihatkan dua gadis tersebut.
"Jangan khawatir.....aku akan menunggu di rumah Bunda, Atau kita berangkat dari rumah Bunda saja, aku akan meminta Echa mendandani ku" ucap Nay dengan senang.
"Banyak bicara......tapi ingat.. Ariel akan selalu di dekat mu, tidak boleh lebih dari dua meter!"
Ucap Arthur sambil menarik pinggang Nayla dan tanpa malu *****@* bibir sang istri di depan Echa.
"Oh God!! kalian gila!" ucap Echa sambil memalingkan wajahnya.
"Arthur!!!...." bentak Nay ketika Arthur melepaskan pangutan nya.
__ADS_1
"Ini usahaku untuk membuatmu jatuh cinta padaku" kata Arthur sambil memakai kacamata hitamnya.
"Riel.....jaga istri ku!! ingat jika dia terluka, nyawamu yang jadi bayaran nya" lanjut Arthur
"Baiklah Tuan" jawab Ariel sambil menundukkan kepalanya,.
kemudian Arthur meninggalkan tempat tersebut bersama Max, sedangkan Nayla menggunakan mobil yang lain dengan Ariel sebagai pengemudinya.Nayla dan Echa berdampingan masuk ke dalam mobil, nampak jelas di raut wajah mereka, bahwa mereka sangat senang sekali Arthur bisa melepaskan Nayla hari ini untuk bertemu Bunda dan juga di berkumpul bersama, Echa dan Nayla akan memanfaatkan seharian untuk bisa bersama, sebelum pada akhirnya Nay akan terkekang di apartemen milik Arthur,Nayla yang baru saja menghadapi acara wisuda nya beberapa waktu yang lalu belum memikirkan untuk bekerja, dia masih ingin menyesuaikan diri menjadi istri seorang Arthur Hernandez.
Di sisi lain, Alice yang semalam akhirnya diantar oleh Bobby pulang ke apartemennya, ternyata apartemennya dan Bobby berada di satu lokasi, Bobby baru saja membelinya beberapa minggu yang lalu sedangkan Alice sudah menempati apartemen miliknya hampir 1 tahun lebih, Bobby memang tak pernah tertarik dengan kehidupan Alice, Alice sudah benar-benar dianggap sebagai mantan teman, Bobby tak ingin lagi berurusan dengan Alice, Dia pikir Alice adalah gadis yang baik namun nyatanya dia juga mengikuti permainan yang sama dengan Mama nya untuk bisa masuk ke dalam keluarga Hernandez, salah satunya adalah dengan menuruti segala perintah sang Mama bahkan perintah untuk mendekatinya dan bisa menikah dengan nya.
Alice tak menyangka bila Bobby berada di satu lantai bersamanya, bahkan tepat di depan unit apartemen miliknya,apartemen itu terdapat 3 kamar di setiap lantainya dan ternyata mereka berada di satu lantai yang sama.setelah mengantarkan Alice pulang ke apartemennya, Bobby juga masuk kedalam apartemen miliknya namun itu hanya sebentar kemudian dia keluar lagi kembali ke hotel karena ada sesuatu yang mendesak dan dia ingin mengetahuinya sendiri.Sebuah panggilan masuk tertera di pensil Alice pagi ini, nama Nayla yang terpampang jelas di sana entah mengapa bibir Alice tiba-tiba tersenyum melihat orang yang baru saja berkomitmen menjadi temannya menghubunginya.
"hallo Alice!" seru Nay
"Ya?....bisakah kau berkunjung ke rumah Bundaku? kita akan melakukan sesuatu yang seru sebagai tanda persahabatan baru kita! aku akan mengenalkan mu dengan anak Ayah ku" kata Nay dengan semangat.
"Baiklah aku meluncur sekarang" kata Alice dengan senang, kemudian dia segera bersiap, dia senang bisa berteman dengan Nay walaupun jarang umur mereka cukup jauh, namun Alice yang sedari dulu banyak menaati peraturan sang Mama terlalu kesulitan untuk mempunyai sahabat wanita, dia hidup dan bergaul sesuai dengan aturan sang Mama. Nayla adalah teman pertama nya yang terlalu banyak bicara dan apa adanya, tapi Alice begitu nyaman padahal dia baru beberapa kali bertemu Nayla.
Beberapa saat kemudian dia sudah berada di depan pintu rumah Nayla. Setelah beberapa kali memecet bel rumah, akhirnya seseorang membukakan pintu nya.
ceklek.........
"Hallo Nay...." sapa Alice,namun akhirnya dia berhenti menyapa ketika tau siapa yang membukakan pintu, sedikit kekagetan melanda hatinya, bagaimana bisa? pikir Alice.
"Alice.....?"
"Marisca....?
__ADS_1
bersambung