Arthur (Sang Penguasa)

Arthur (Sang Penguasa)
Ini tak seperti yang di rencanakan!


__ADS_3

Arthur memerintahkan Max untuk kembali ke perusahaan, padahal, harusnya siang ini dia ada meeting dengan dua kliennya dari dua perusahaan yang memang bekerja sama secara bersamaan dengan perusahaan Hernandez.Max yang belum tau sepenuhnya rencana Arthur,hanya mengikuti saja mau dari atasannya itu.


"Kau sudah menyiapkan semuanya kan Max?" tanya Arthur pada asisten nya itu.


"Sesuai dengan permintaan Anda Tuan!" saut Max balik kemudiannya.


"Baiklah!...setelah ini panggil Ariel, aku membutuhkan anak itu!" kata Arthur.


''Baiklah Tuan!" jawab Max singkat.


Arthur dan Max yang baru saja meninjau salah satu proyek nya, dan sesampainya di perusahaan, Arthur di kejutkan dengan kedatangan Bara di kantor nya, yang entah siapa yang berani mengijinkan Bara masuk ke dalam kantor nya,dan duduk manis di sofa yang ada di ruangan Arthur. Arthur nampak mengerutkan keningnya,ketika Anna sekertaris nya mengatakan bahwa Bara memaksa masuk ke dalam ruangan nya dan Anna tak berani menghalangi.


"Maafkan saya Tuan!" kata Anna dengan tangan gemetaran karena takut amukan dari Arthur.


Dan nyatanya,bukan Arthur yang marah, melainkan Max yang menatap tajam ke arah Anna, Arthur segera berlalu masuk ke dalam ruangan nya, dan Max? Dia berjalan pelan ke arah Anna, Anna sudah benar-benar ketakutan,dia tau betul siapa Max, atasannya itu.


"Katakan ke bagian keuangan! untuk memotong gaji mu 30% bulan ini!" kata Max dengan tegas dan tentu saja dengan muka menakutkan.


"Ba-baik Tuan Max!" saut Anna dengan gugup, dia segera membungkuk sedikit dan berlalu dari sana, di perjalanan menuju ruang bagian keuangan, Anna nampak menangis.


"Hiks.....hiks.....kenapa ada orang semenakutkan itu!!" gumamnya.


"Hiks..... Mama......aku harus kuat!" lanjut Anna.

__ADS_1


Wanita yang sudah bekerja selama 5 tahun ini, memang baru beberapa waktu lalu menjadi sekertaris Arthur dan Max, Karena sebelumnya dia adalah sekertaris Mama-mama mereka, Celia dan Fila.Dan sudah bisa di pastikan mereka berdua tak semenyeramkan kedua anaknya.Sedangkan di ruangan Arthur, dia masuk dengan gaya santainya, dia nampak melirik sebentar ke arah Bara, sebelum duduk di kursi kebesaran nya.


"Ada angin apa anda ke sini Tuan Bara?" tanya Arthur dengan tenang nya.


"Jangan sok tidak tau kamu Arthur!...... Kenapa proyek yang seharusnya di tangani Morgan,beralih padamu?" tanya Bara dengan menahan segala amarahnya.


"Bukankah itu sudah dengan persetujuan bersama?...bahkan perusahaan itu yang menginginkan nya!" kata Arthur, Arthur tau betul apa yang di maksud dengan Bara.


Beberapa waktu lalu, perusahaan Patterson dengan tiba-tiba meminta bertemu langsung dengan Ceo dari perusahaan Hernandez, dan tanpa meminta pendapat Bara, Morgan yang memang enggan berhadapan dengan Balqis, mengiyakan saja permintaan dari perusahaan tersebut.


"Seharusnya kau menolaknya Arthur!! bukankah kau tau sendiri, bahwa mereka berdua sedang dalam masa perjodohan? harus nya dengan kerja sama ini, mereka bisa semakin dekat!" kata Bara.


"Aku selalu profesional dalam bekerja!" kata Arthur.


"Kenapa bukan Bobby?" tanya Arthur, dia ingin melihat bagaimana ekspresi wajah Bara.


Karena semua orang tau, bahwa Bara adalah ayah dari Bobby,dan Morgan hanya sebatas keponakan nya.Namun dapat di lihat juga, dengan sekuat tenaga, Bara mengedepankan Morgan sebagai seseorang yang paling dia bangga kan.Bahkan Arthur juga tau bagaimana usaha Bara untuk bisa menaikkan derajat Morgan, bukan Bobby.


Bara nampak diam, dia tak tau harus menjawab apa, namun dia juga tak mau Arthur curiga,kalau dia lebih mengandalkan Morgan.


"Simple!!..... Bobby tak bisa sehebat Morgan, dia masih suka bermain-main!" kata Bara menutupi rasa bingung nya.


"Hahahahah..... Om Bara yang terhormat! Bobby juga tak bisa di remehkan!! dia nampak bermain-main, tapi semua pekerjaan yang dia kerjakan, selalu beres dan tak pernah gagal! apa kau tidak akan mengakui kehebatan anakmu Om Bara?" tanya Arthur.

__ADS_1


"Aku tak mau tau Arthur!!! walaupun kamu Ceo di sini! Tapi kau tidak bisa seenaknya mengambil pekerjaan pimpinan lain!" kata Bara mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.Bara berdiri dan hendak keluar dari ruangan tersebut, namun suara Arthur menghentikan sejenak langkah kaki lelaki paruh baya tersebut.


"Hati-hatilah Om Bara yang terhormat!! Tak selamanya, kucing peliharaan mu akan bersikap manis dan penurut!!" kata Arthur penuh makna.Bara yang mendengar nya hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat, dan tanpe menoleh kembali, dia berlalu dari ruangan Arthur.


Arthur segera menelpon Max,dan meminta Max untuk melaksanakan rencana yang tertunda, setelah mendapatkan penjelasan dari Arthur,Max segera bersiap-siap untuk melancarkan aksinya sesuai perintah dari Arthur. Arthur berfikir seharusnya dia bertindak lebih cepat sekarang, karena Bara sudah berani terang-terangan menentang dan memperlihatkan sisi gelapnya,selama ini Bara tak pernah berani secara terang-terangan protes kepada Arthur ataupun Celia sebagai CEO lama sebelum digantikan oleh Arthur, Namun sepertinya Bara sekarang sudah tak sabaran lagi, dia bukan lelaki ambisius yang dengan tenang menjalankan setiap rencananya seperti dulu, bukan hanya Bara yang mempunyai rencana-rencana untuk perusahaan dan juga keluarga Hernandez, ada orang lain lagi yang lebih kejam dari pada Bara, namun saat ini sepertinya orang tersebut hanya diam saja tanpa bertindak apa-apa, entah apa yang ditunggunya, Arthur hanya bisa mengawasi dari kejauhan.


Di sisi lain, dua gadis dengan dandanan cantik dan anggun nya, sedang duduk santai di sebuah restoran di dalam private room yang di pesan oleh asisten Arthur.Balqis datang 10 menit lebih awal daripada gadis yang satunya yaitu Zelin. dua orang gadis yang hebat dalam perusahaan itu memang benar-benar sama cantiknya,mereka nampak anggun dan juga berpendidikan tinggi, namun siapa yang menyangka Di balik semua itu ada ambisi yang begitu sangat besar untuk bisa berdampingan dengan Arthur, Bahkan mereka tak punya hati dengan tetap melaksanakan rencananya walaupun mereka sudah tahu Arthur sudah menikah.


Ceklek.....


suara pintu private room itu terbuka dan menampilkan dua orang sosok laki-laki yang gagah,seketika Balqis dan juga Zelin yang sedang duduk,berdiri dan merapikan rambut serta pakaian mereka, mereka sungguh-sungguh berharap Arthur yang datang akan terpesona dengan penampilan mereka berdua, wajah dengan senyuman manis nampak terpampang nyata dikedua gadis tersebut


"Selamat siang Nona-nona" sapa Max.


"Selamat siang tuan Max!" jawab mereka serempak.


"Silahkan duduk Nona-nona! perkenalkan.... beliau yang akan menangani kerja sama kita!" kata Max.


Seketika mereka berdua menoleh ke arah lelaki tersebut,dan hilanglah senyuman manis yang tadi ingin mereka perlihatkan pada Arthur.


"Senang bertemu kalian Nona-nona!! kenalkan......aku.. Bobby Hernandez!!"


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2