
Morgan masih berusaha untuk memperjuangkan Echa, sudah cukup baginya menjadi seorang lelaki pengecut.Kali ini dia akan memperjuangkan cintanya. Rasanya pembelaan nya pada nama baik sang Mama juga sudah cukup, dia tak mau lagi mempertaruhkan hidup dan masa depan nya untuk melindungi sang Mama dan nama baik keluarga Hernandez.Sebenarnya sama dengan Arthur yang tak mau mengungkapkan siapa saja orang yang bersalah dalam keluarga Hernandez, karena alasan nama baik yang di jaga mereka dengan baik tapi juga tak mau menyakiti orang-orang yang di sayangi nya, Arthur lebih berani bertindak daripada Morgan, dan sepertinya kesabaran Morgan sudah sampai pada ujungnya.
Echa berjalan cepat meninggalkan Morgan dan masuk ke dalam ruangannya, dia benar-benar ingin menyendiri saat ini.Morgan berjuang untuk mendapatkan cintanya lagi walaupun Echa sama sekali tidak menghiraukannya, namun Morgan tak mau kalah, dia mengejar aja masuk ke dalam ruang kerja Echa. Dengan gerakan cepat Morgan menghalangi pintu ruangan tersebut agar tidak tertutup dan di kunci oleh Echa.
"Minggir!!" sentak Echa.
"Tidak! .....tidak akan sebelum kita bicara!" kata Morgan tak mau kalah.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan!! pergilah!" sentak Echa.
Morgan memaksakan diri masuk ke dalam ruang kerja Echa, dan segera menutup pintu ruangan tersebut dan menguncinya, dia tak ingin Echa lari keluar ruangan tersebut
Echa melangkah dan duduk di kursi kebesaran nya, dia nampak sangat tidak nyaman dengan keberadaan Morgan.Morgan nampak memandang ke arah gadis yang sangat di cintai nya itu, bertahun-tahun lamanya,bahkan rasa cinta itu tak pernah pergi dari hatinya.
__ADS_1
Echa sengaja tak memandang wajah Morgan, entah mengapa wajah lelaki itu bisa meluluhkan hatinya begitu saja, Echa harus tetap pada mode tak ingin kedekatan lagi dengan Morgan karena beberapa waktu yang lalu, seorang datang menyerangnya hanya karena dia pernah ketemu dengan Morgan, Echa yakin sekali pasti Morgan saat ini sedang diawasi orang tersebut, Echa bukannya tidak merindukan Morgan, namun bagaimana pun juga Echa tak mau Morgan celaka, Echa juga tahu siapa Morgan yang sebenarnya, bagaimana Morgan diperalat oleh seseorang untuk mendapatkan kekuasaan dan juga kehormatan di masyarakat, Echa sangat tahu bahwa Morgan adalah alat seseorang untuk mencapai keinginan orang tersebut.namun sekali lagi, ia tak bisa berbuat apapun, yang dia mau sekarang ini adalah keselamatan Morgan walaupun dia dan Morgan harus sama-sama tersakiti.
Morgan menarik Echa dan memeluk pinggang gadisnya itu, Morgan sangat yakin bahwa Echa tak pernah sepenuh nya melupakan kisah cinta mereka.Seketika Echa memberontak, dia mencoba melepaskan tangan Morgan dari pinggangnya, dia benar-benar tak mau luluh hatinya, beberapa saat yang lalu dia sudah mencoba untuk menghindar dari Morgan dan itu berhasil, namun saat ini sepertinya usahanya akan sia-sia, Morgan lebih nekat daripada sebelumnya.
"Lepaskan aku" ucap Echa lirih sambil menunduk kepalanya.
Morgan bergeming, dia menatap wajah gadis yang terlalu di rindukan nya.Air matanya tiba-tiba menetes, sungguh dia merasa bersalah pada Echa, bertahun-tahun dia menjadi lelaki pengecut yang membiarkan wanita nya menderita sendirian, bahkan beberapa waktu lalu, Morgan juga mendapat informasi bahwa Echa mendapatkan penyerangan dari seseorang.Merasa ada air yang jatuh di tangan nya yang berada di dada Morgan, Echa mendongak kan kepalanya, Melihat lelaki yang sekarang sedang mendekapnya meneteskan air mata nya.
"Morgan....." panggil Echa lirih, namun Morgan hanya diam, dia menjatuhkan wajahnya di sela-sela leher dan bahu Echa.Echa mengalihkan tangan nya dari dada Morgan, mencoba membalas dekapan erat lelaki tersebut.Menepuk perlahan punggung Morgan yang sudah terisak di bahunya. Saat ini pun Echa tak bisa lagi membendung air matanya yang terus menetes, dia menangis tanpa menimbulkan suara sama sekali.
"Atur pertemuan ku dengan tuan Arthur, aku ingin bertemu dengan nya secara langsung!"
kata Balqis Patterson, dia memang berperan penting dalam kerjasama antara perusahaan Hernandez dan perusahaan Patterson. sebagai anak satu-satunya dari keluarga Patterson, Balqis secara otomatis akan menggantikan sang Papa untuk menduduki kursi kepemimpinan perusahaan Patterson, namun untuk saat ini Balqis belum mau menduduki kursi kepemimpinan itu,karena masih ada hal yang ingin dia kejar dan untuk kerjasamanya dengan perusahaan Hernandez dia lebih memilih Arthur untuk melakukannya karena dia merasa Arthur lebih berpengalaman dan lebih di anggap lebih hebat daripada Morgan.
__ADS_1
"Baik Nona Balqis" kata asisten nya Fida.
Fida akhirnya meninggalkan ruangan tersebut,dia mengurus apa yang di perintahkan oleh atasan nya.
"Arthur........kau benar-benar lupa pernah berteman dengan ku?" gumam Balqis sambil memandang foto lama di ponselnya.
Foto yang menunjukkan sebuah gambar bersama beberapa orang, nampak di situ Balqis dan juga Arthur masih terlalu muda sekitar umur 17 atau 18 tahun, ya....Balqis dulu memang tak secantik sekarang,setelah lulus dari Sekolah menengah atas dia mengalami kecelakaan dan harus berakhir dengan operasi di beberapa bagian wajahnya, memang Arthur tak pernah menganggap Balqis istimewa,dan bisa di pastikan juga, Arthur lupa akan siapa dirinya,karena seperti cerita sebelumnya, Arthur tak pernah tersentuh wanita sedikitpun, namun Balqis mencintai Arthur dalam diam,dia berjanji pada dirinya sendiri setelah menuntaskan pendidikannya yang sempat berhenti karena kecelakaan yang di alami nya, dan juga memperbaiki beberapa bagian wajahnya yang rusak dengan sempurna,dia akan kembali dan mulai mengejar Arthur. Namun siapa yang menyangka,di saat dia kembali Arthur yang terkenal tak tersentuh wanita itu tiba-tiba saja menikah,betapa hancurnya hati Balqis kala itu saat mendengar dari Papanya sendiri bahwa Arthur telah menikah dengan wanita yang dijodohkan untuknya, dan ketika Bara datang membawakan penawaran perjodohan pada Balqis, dengan menyodorkan Morgan, maka otak Balqis berpikir dengan cepat, dia ingin memanfaatkan Morgan untuk dapat mendekati Arthur kembali, itulah rencana Balqis kenapa dia menerima perjodohan nya dengan Morgan.
"Aku akan merebut mu dengan cara yang cukup elegan Arthur!"
kata Balqis dengan penuh percaya diri, Sepertinya anak buah Balqis tak cukup pintar untuk mencari informasi tentang siapa gadis yang di nikahi Arthur. Rasanya Balqis akan sedikit kesusahan untuk memisahkan mereka berdua yang di anggap menikah tanpa cinta sama sekali.
"Kau semakin gagah dan keren Arthur Hernandez! dan aku suka itu" ucap lagi Balqis sambil memandang wajah Arthur di sebuah majalah bisnis yang ada di ada di hadapannya.Hingga sebuah kabar dari asisten nya membuat senyum melebar di wajah cantik nya.
__ADS_1
"Sampai berjumpa lagi tuan Arthur Hernandez...... sungguh aku tak sabar untuk berjumpa dengan mu"
bersambung.......