
Ariel nampak duduk di samping ranjang rawat Praz, lelaki yang sangat di cintai nya itu sedang terbaring tak berdaya, sudah hampir satu minggu lamanya, Praz mengalami koma, Ariel meminta ijin pada Arthur untuk menjaga Praz dan juga mencari informasi tentang apa motif dari perbuatan orang tersebut,Dan beberapa waktu lalu, Ariel bersama Max, akhirnya mengetahui apa motif dari kecelakaan yang melibatkan Praz, sasaran utamanya adalah Morgan, dan tentu saja sudah bisa dipastikan bahwa itu bukan perbuatan anak buat Bara, karena Bara tak mungkin membunuh Boneka nya sendiri, setidaknya begitulah pemikiran Max dan Ariel.
"Bangun lah! aku mohon! kau bilang kita akan menikah! kalau kau tertidur seperti ini, bagaimana bisa kita menikah?" kata Ariel dengan sendu. Ariel memang tak bisa terlihat tegar lagi seperti biasanya, gadis tomboy itu Terlihat sangat terpuruk, dia tak pernah menyangka bahwa Praz, yang sangat terampil bisa dengan muda di kalahkan mereka. Sam sang kakak, Bahkan hampir setiap hari menelpon dan memberikan semangat pada adiknya, karena Sam pun tak bisa meninggalkan perusahaan yang di amanah kan Arthur padanya.
Drt....drt....drt.....ponsel Ariel berbunyi.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Sam, sang Kakak yang menelpon.
"Sam....hiks....!" jawab Ariel, dia tak bisa lagi berpura-pura di depan Sam.
"Kamu harus kuat! dokter bilang, dia bisa mendengar apa yang kau ucapkan bukan?" kata Sam menguatkan sang adik, Sam mendapatkan kabar tersebut dari Max, tentang keadaan Praz.
"Jadi....jangan menangis di hadapannya!! di mana adikku yang keras kepala dan kejam itu! hemmmm?" lanjut Sam.
"Iya......aku tidak akan menangis lagi! ini yang terakhir!" kata Ariel sambil menghapus air mata nya.
"Bagus!....kau sudah makan?" tanya Sam.
"Aku menunggu Dokter Echa dan Tuan Morgan datang menggantikan aku menjaga Praz" saut Ariel. Dan bersamaan dengan itu, Echa dan Morgan datang, Ariel segera berpamitan pada sang kakak untuk menutup panggilan teleponnya.
"Pergilah makan, aku akan memeriksa dia...dan kami akan menjaganya" kata Echa.
"Terima kasih Nona, Tuan..... tolong jaga dia sebentar saja" kata Ariel dengan hormat pada kedua nya.
"Tenanglah! dia juga tanggung jawab ku" saut Morgan.
"Terima kasih tuan, nona......saya pamit dulu" kata Ariel, kemudian berlalu dari kamar rawat Praz.
Sementara itu, Arthur sedang membicarakan tentang beberapa hal di apartemen miliknya, Arthur mendapatkan laporan dari Max,siapa dalang di balik ini semua, namun Max hanya memberitahu Arthur, bahkan dia berbohong pada Ariel tentang informasi yang dia dapatkan.
"Dendam masa lalu?" tanya Arthur yang terlihat mengerutkan keningnya.
"Sepertinya ada kaitannya juga Tuan!" jawab Max.
__ADS_1
"Tidak ada motif lain?" tanya Arthur.
"Saya takutnya, dia hanya Boneka yang di pakai seseorang untuk menghancurkan keluarga Hernandez Tuan, karena selama penyelidikan,saya tidak menemukan hal lain selain dendam lama, bahkan dia tidak mengincar harta kekayaan Hernandez" Max menjelaskan semuanya pada Arthur.
"Cih....entah dosa apa keluarga ini! hingga di kutuk dengan banyak musuh dan tidak adanya kedamaian di dalam nya!! semuanya sibuk dengan topengnya masing-masing!" ucap Arthur dengan kesal.
"Lalu, apa rencana mu Max?" tanya Arthur.
"Begini Tuan....." kata Max, kemudian dia mulai menceritakan semuanya, semua rencana yang telah dia susun dengan sangat baik.
"Ingat Max! seperti sebelumnya, hanya kamu dan aku yang tau!! dan yang bergerak sendiri!" kata Arthur.
"Baiklah Tuan!" saut Max.
"Bee........bisa buatkan Coklat hangat untuk ku?" teriak Nayla dari kamar nya, dia bahkan hanya mengeluarkan kepalanya saja.
"ya....." saut Arthur dengan berteriak sedikit.
"Aku tidak akan menikah!" saut Max.
"Mana bisa seperti itu!! aku sendiri yang akan mencarikan mu jodoh dan menikah kan mu!" saut Arthur, dan Max hanya bisa pasrah dengan perkataan Arthur, daripada menjawab perkataan Arthur, bisa-bisa Max benar-benar akan di nikahkan oleh Arthur.Max akhirnya memilih undur diri dari apartemen Arthur, dia sudah tau bahwa jam malam untuk Arthur sudah berlaku, entah sejak kapan Nayla mengatur jam malam untuk suaminya, dan anehnya Arthur menuruti semua perkataan istri nya.
"Aku tidak mau gila seperti mu setelah menikah Ar!" kata Max sebelum menutup pintu apartemen Arthur, panggilan yang Max sematkan bila dalam mode persahabatan dengan Arthur.
"Kau bilang apa Max?? berani kamu!!!" teriak Arthur,namun tak diindahkan oleh Max, karena Max berlalu begitu saja seakan tak mendengar apa yang di katakan oleh Max.
Arthur akhirnya hanya menghela nafas nya pelan, Sebenarnya apa yang dikatakan Max itu benar, Arthur merasa dia banyak berubah setelah menikah dengan Nayla, kadangkala dia benar-benar tidak bisa menolak keinginan sang istri,padahal lelaki yang sering disebut Sang Penguasa itu tak pernah tunduk kepada siapapun, bahkan dengan sang Mama sekali pun, kadang kala sang Mama harus mengancam terlebih dahulu untuk bisa menundukkan Arthur, namun saat ini Arthur merasa dirinya begitu diatur oleh Nayla,dan anehnya dia selalu menerima apa yang dikatakan Nayla, walaupun pada akhirnya dia akan membalasnya dengan hal yang lain juga.
"Ini coklat hangat mu Nona kecil!" ucap Arthur dengan meletakkan segelas coklat hangat permintaan sang istri.
"Terima kasih Bee" kata Nay kemudian meminum coklat nya.
"Aku juga mau Baby" kata Arthur.
__ADS_1
"Yach.....aku sudah menghabiskan nya" sesal Nay, dia tak tau kalau Arthur juga menginginkan nya.
"Aku mau sisa dari mulut mu Baby!"
"Hah??"
Belum sempat Nay menjawab perkataan Arthur, Arthur sudah terlebih dahulu menyambar bibir ranum sang istri, perlahan tanpa melepaskan pangutan bibir nya, Arthur menggiring Nayla ke atas ring empuk mereka, tak lupa Arthur melucuti pakaiannya sendiri dan setelah nya di susul dengan tangan nya yang bergerak melepaskan pakaian tidur sang istri.
"Bee..... aku....."
"Hemmppt......" belum sempat Nay mengeluarkan suara nya, Arthur kembali menutup mulut Nay dengan ciuman nya.Bahkan dengan sedikit terburu-buru, Arthur sudah menghisap ujung dada sang istri, Nay yang berada di dalam kungkungan Arthur,hanya bisa mengeliat dan mende sah merasakan permainan sang suami,yang selalu bisa membuat nya melayang ke angkasa.
"Bee...... Oh God!!" pekik Nayla,ketika kakinya sudah terbuka lebar, dan dengan ganasnya Arthur sudah bermain di tengah paha sang istri dengan lidah nya.Nayla mencoba mencari pegangan di kedua tangannya,karena merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.
"Please Bee......aku sudah tidak tahan!!" ucap Nay di sela-sela kegiatan panas mereka.
Jleebbb.......
Sesuai permintaan sang istri, Rudal tempur milik nya,sudah tenggelam masuk ke dalam bagian intim sang istri, Nay nampak memekik,ketika merasakan sesuatu yang keras dan sesak di bawah sana,Belum juga Arthur memacunya, dia sudah membalikkan tubuh Nayla.
"Puaskan aku Baby" bisik Arthur yang meminta Nayla, bergoyang diatas tubuh sang suami.
Posisi ini membuat Nay semakin menggila, apalagi ternyata Arthur tak mau diam, dia malah menghujam dan memacu miliknya dari bawah, membuat Nayla pasrah akan kenikmatan yang di ciptakan suaminya. Melihat Nay yang mendapatkan pelepasan pertama nya, Arthur membalikkan tubuh kecil istrinya dan memaju mundurkan pinggulnya dengan seirama, hingga akhirnya semakin cepat dan semakin menuntut dan akhirnya,malam panas mereka di akhiri dengan lenguhan panjang Arthur di atas tubuh sang istri.
" Cepat tumbuh lah Arthur Junior!" bisik Arthur sambil mengelus perut rata sang istri,dan Nay hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Arthur.
"Satu ronde lagi!" kata Arthur
"Beeeee" rengek Nayla.
Dan seperti biasa, pertempuran selalu di menangkannya.
bersambung...
__ADS_1