
DATANG DAN PERGI ITU SUDAH BIASA, hanya mereka yang benar-benar tulus yang mampu bertahan hingga akhir cerita. Cinta tak bisa dipaksakan. Aku, kamu, dan mereka punya pilihan lain untuk bahagia
Selamat Membaca ....
Memiliki seorang balita yang super aktif membuat Zahra sedikit kelelahan setelah seharian menjaganya. Jika saat itu dia tidak bisa tidur malam dengan nyenyak, kini terbalik. Saat ini Zahra tak bisa beristirahat di siang hari karena Kala yang sangat aktif.
Pagi ini Kanna mengajak anak dan istrinya untuk menghadiri acara pernikahan salah satu teman semasa sekolahnya yang akan digelar di hotel Halu. ( baca novelnya : KAU KHIANATI AKU, KU NIKAHI KAKAKMU )
"Sayang, cepatlah sedikit! Nanti kita terlambat!" teriak Kanna lantai bawah.
Zahra yang masih memoleskan bedak di pipinya mendengus pelan. Setelah memiliki baby Kala dirinya tak punya banyak waktu untuk mengurus diri. Bahkan mandi pun hanya sekedar mengguyur tubuhnya agar basah jika tidak ada Kanna di rumah.
"Iya, bentar!" balas Zahra dengan teriakannya.
Di lantai bawah, Deena dan Kala sudah rapi. Keduanya terlihat cantik dan tampan sangat menggemaskan.
"Deena nanti jagain dedeknya, ya!" pesan Uti saat melihat bocah lima tahun mengajak adiknya untuk bermain.
"Siap, Uti."
Kanna sudah gelisah ketika Zahra tak juga selesai dalam berdandan. Padahal 30 menit lagi acara akan dimulai. Sebagai seorang teman, Kanna tak ingin melewatkan proses ijab kabul temannya.
"Lama banget sih?" todong Kanna saat Zahra sudah siap.
"Ya ampun, Mas! Mandi gak nyampe satu menit kamu bilang lama? Yang cepat itu seperti apa?"
Kanna tak ingin memulai drama karena akan berlanjut dan tak tahu kapan akan berakhirnya. Detik kemudian Kanna langsung mengajak mereka untuk naik ke mobil.
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan antara suami-istri meskipun celotehan Kala begitu nyaring. Zahra masih kesal karena dikatakan lama, sementara Kanna memilih fokus untuk segera sampai di tempat tujuan. Deena yang berada di kursi belakang juga ikut diam. Dia tahu jika saat ini papa dan mamanya sedang marahan.
Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Kanna telah sampai hotel Halu di mana acara itu berada. Setelah turun dari mobil, Kanna segera membukakan pintu untuk sang istri terlebih dahulu kemudian berpindah pada tuan putri yang duduk di belakang.
"Sudah siap?" tanya Kanna.
"Sudah, Pa," jawab Deena.
__ADS_1
Sadar tak ada jawaban dari Zahra, Kanna berinisiatif untuk mengambil alih Kala dari gendongan Zahra.
"Biar aku yang gendong, kamu yang gandeng Deena saja," kata Kanna yang sudah menggendong jagoan kecilnya.
Zahra membuang kasar napasnya dan berkata, "Baiklah, setidaknya aku bisa sedikit untuk bisa bernapas."
Sebelum masuk kedalam, setiap tamu wajib untuk menunjukkan kartu undangan. Mereka tidak ingin ada penyelundup untuk mengacaukan acara pernikahan anak dari Tuan Wijaya.
Setelah berhasil masuk keduanya langsung menuju ke aula di mana tempat pelaminan itu berada. Deena yang baru pertama kalinya datang ke acara pernikahan merasa sangat takjub dengan tempat yang dia datangi.
Beruntung saja kedatangan Kanna tepat saat Keanu ingin mengucapkan ijabnya. Yang membuat Kanna sedikit terkejut ternyata calon istri Keanu adalah salah satu mahasiswanya sendiri.
"Ada yang salah?" tanya Zahra saat melihat wajah suami tak berkedip saat melihat Mouza.
"Tidak ada," ucap Kanna seraya menetralkan diri.
Proses ijab berjalan dengan khidmat dan lancar. Semua bersorak tamu bersorak Sah ketika Keanu berhasil mengucapkan ijab kabulnya. Kini status mereka sudah sah menjadi seorang suami-istri. Banyak teman yang turut hadir dalam acara pernikahan mereka salah satunya adalah Kanna.
"Selamat, akhirnya sold juga," kata Kanna saat menyalami Keanu.
"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menyaksikan proses pelepasan masa lajang ku. By the way, anak kamu lucu-lucu ya," kata Keanu saat melihat Deena dan juga Kala yang duduk di samping Zahra.
Keanu tersenyum tipis saat mendengar ucapan Kanna. Mana mungkin dia akan mempermainkan Mouza yang datang menyerahkan dirinya sendiri untuk dinikahi. Meskipun bukan orang yang baik, tetapi Keanu akan setia pada satu cinta saja.
"Satu lagi, saat ini kamu adalah seorang suami yang harus bisa menjadi panutan untuk istrimu. Jadi aku harap buang semua kebiasaan buruk mu, terutama memakai barang sekali pakai. Meskipun barang di luar lebih menggoda, tetapi lebih enak barang di rumah. Bisa dipakai kapan saja dan sepuasnya," pungkas Kanna.
Kanna tak bisa berada di acara itu terlalu lama karena baby Kala yang sudah mulai meronta-ronta. Akhirnya Kanna memutuskan untuk pulang lebih awal. Keanu paham akan keadaan temannya tak memaksakan untuk menunggu hingga acara usai. Bisa hadir saja sudah membuat Keanu bahagia.
"Kayaknya aku pernah melihat mempelai perempuannya, deh?" celoteh Zahra di tengah perjalanan pulang.
"Iya. Dia adalah salah satu mahasiswa yang. Mungkin kamu pernah bertemu dengannya saat itu," ujar Kanna.
Zahra hanya pelan. Namun tiba-tiba secara berteriak. "Awas Mas!"
BRUUKKK
__ADS_1
Mata Zahra dan Kanna salah menatap ketika melihat ada sebuah motor yang tertabrak oleh mobil Kanna. Zahra menelan kasar selesai dengan tubuh yang bergetar. Sementara itu di belakang terlihat Deena yang juga sedang ketakutan. Ingatan pada kecelakaan setahun yang lalu membuat tubuh Deena menggigil. Sementara itu baby Kala juga terus menangis, membuat Zahra semakin panik. Belum lagi bagaimana keadaan korban yang ditabrak oleh Kanna.
"Mas, bagaimana ini?" Sungguh saat ini Zahra benar-benar sangat panik.
"Tenang dulu. Kamu tenangkan Deena aku akan turun sebentar untuk melihat bagaimana keadaanmu orang itu," kata Kanna yang segera turun dari mobilnya.
Saat melihat siapa sosok yang hendak berusaha untuk bangkit, Kanna menautkan kedua alisnya. "Kamu lagi," kata Kanna dengan heran, pasalnya beberapa hari yang lalu Kanna juga menabraknya.
"Jangan-jangan kamu memang sengaja agar aku memberikan ganti rugi yang lebih padamu."
Orang yang tak lain adalah Melani mengernyit heran, mengapa dia bisa dua kali ditabrak dengan orang yang sama. Apakah ini adalah pertanda jodohnya telah datang, pikirnya.
"Mas Kanna," lirih Melani sambil menahan rasa sakitnya.
"Jawab dengan jujur apakah kamu memang sengaja menabrakkan diri agar mendapatkan ganti rugi?" Kanna mengulangi pertanyaannya lagi.
Melani menghilangkan kepala. "Gak, mas! Sumpah aku nggak ada pikiran seperti itu. Aku lagi buru-buru karena sedang dikejar oleh seseorang," jelas Melani.
Kanna mendengus pelan. Dengan senyum tipis dia berkata, "Sekarang katakan berapa uang yang kamu minta? Aku tidak bisa membuang waktuku lebih lama lagi!
"Mas Kanna bukan seperti itu! Aku benar-benar sedang dikejar oleh seseorang tolong percayalah padaku," kata Melani dengan mengiba.
Zahra yang berada di dalam mobil tak sabar dengan Kanna yang sedang menyelesaikan masalah. Sedangkan baby Kala terus meronta. Detik itu juga Zahra turun untuk memastikan keadaan.
"Gimana, Mas?" tanya Zahra sambil menenangkan baby Kala. Namun, matanya menangkap wanita yang ada di depan Kanna. Dadanya bergetar kuat saat menyadari siapa wanita itu.
"Mela," lirih Zahra dengan tubuh yang bergemetar.
Melani yang mendengar namanya disebut segera menatap wajah Zahra.
"Kamu siapa?" tanya Melani.
.
.
__ADS_1
.
...BERSAMBUNG...