Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
94 | Luluh


__ADS_3

Zahra tak peduli bagaimana dengan Kanna yang melewati malamnya diluar bersama dengan nyamuk nakal. Pasti sangat tidak nyaman. Kecemburuan Zahra mampu membuatnya tak peduli dengan sang suami.


"Itu belum seberapa, Mas! Jika kamu memang mempunyai wanita lain, siap-siap selamanya kamu akan tidur di luar. Aku sudah lelah menjadi orang baik," ujar Zahra saat mengingat sang suami di luar sana. Semua itu salah Kanna, yang mencoba untuk membohonginya.


Sepanjang malam, mata Kanna tak bisa memejam. Dia terus menatap pintu kamar berharap Zahra segera membuka pintu kamar dan menyuruhnya untuk masuk kedalam kamar. Namun, sepertinya harapan Kanna sia-sia karena Zahra tam kunjung keluar.


Malam ini terasa sangat panjang. Kanna tak bisa tidur dengan lelap, terlebih posisi tidurnya sangat tidak nyaman. "Baru tau Zahra bisa cemburu juga," kekeh Kanna saat mengingat wajah Zahra tadi.


Baru saja ingin terlelap, sayup-sayup Kanna mendengar suara tangisan anaknya. Memang sudah menjadi kebiasaan baby Zakala jika malam akan terbangun dan mengajaknya untuk bergadang. Seketika Kanna langsung bangkit dari sofanya dan mengetuk pintu agar Zahra membukakannya.


Tok .. tok .. tokk


"Ra, buka pintunya!" pinta Kanna dengan mengetuk pintunya.


Tak lama pintu itu terbuka dan memperlihatkan Zahra sedang menggendong baby Zakala yang tengah menangis. Suara tangisannya mampu memecahkan keheningan malam.


"Astaga, Sayang. Baby Kala kenapa?" tanya Kanna dengan panik.


"Gak tahu, Mas. Padahal dia juga sudah kenyang.


Tak tega melihat anaknya terus menangis, Kanna segera mengambil alih Kala dari gendongan Zahra.

__ADS_1


"Cup ... cup anak papa mana boleh cengeng." Kanna menepuk-nepuk bahu Kala dengan pelan agar dia tertidur kembali.


Perlahan suara tangisannya sudah tak terdengar lagi. Hanya dalam hitungan detik bayi itu terlelap kembali. Kanna pun segera meletakkan baby Kala diatas tempat tidur.


Setelah memastikan sudah aman, Kanna pun memutuskan hendak keluar. Namun, dengan cepat Zahra mencegahnya.


"Mas Kanna disini aja. Sepertinya Kala butuh Mas Kanna untuk disampingnya," ujar Zahra dengan sedikit ragu. Dia ragu jika Kanna akan marah karena sudah menyuruhnya tidur diluar dan sekarang membutuhkan bantuannya untuk menenangkan Kala.


"Yakin, boleh tidur disini?" tanya Kanna memastikan.


Kepala Zahra mengangguk pelan tanpa kata. Melihat jawaban dari istrinya Kanna merasa girang. Dia langsung bergegas keluar untuk mengambil bantal dan selimutnya.


"Untung Kala memihak sama ayahnya, jadi gak ada alasan untuk tidur dengan nyamuk nakal," ucap Kanna saat mengambil bantalnya.


Entah salah apa sehingga dirinya ditendang keluar, padahal sebelumnya mereka baik-baik saja. Hanya ditinggal mengangkat telepon tiba-tiba suasana hati Zahra telah berubah.


"Sayang," panggil Kanna. Entah sejak kapan Kanna mulai memanggil Zahra dengan sebutan sayang.


"Ada apa?" tanya Zahra dengan malas.


"Sebenarnya aku salah apa, sih?" tanya Kanna untuk ingin tahu apa alasannya sehingga dia disuruh untuk tidak diluar.

__ADS_1


"Aku capek Mas, mau tidur."


"Gak boleh tidur kalau belum jelasin apa salahku. Kalau gak mau jawab aku akan memaksamu untuk mengatakan apa salahku," ucap Kanna yang sudah menatap Zahra dengan lekat.


Zahra menatap Kanna dengan malas. Seharusnya sebagai seorang pria itu peka dengan letak kesalahannya.


"Bukankah kita tadi baik-baik saja? Lalu apa yang membuatmu tiba-tiba berubah menjadi seperti itu? Sekarang katakan apa salahku agar aku tahu di mana letak kesalahanku. Aku minta maaf atas salahku," ujar Kanna dengan kesungguhan.


Mendengar ucapan Kanna, hati Zahra terasa nyeri. Apakah dia sudah keterlaluan? Cemburu yang tidak pasti. Toh belum tentu juga Kanna terbukti selingkuh darinya.


"Masih marah tentang bu Maya?" tanya Kanna lagi. "sini aku jelaskan!"


Kanna turun mengitari ranjang untuk bisa pindah ke sebelah Zahra. Meskipun terasa sempit tetapi itulah yang diinginkan oleh Kanna.


"Aku senang jika kamu merasakan rasa cemburu, itu artinya kamu sangat mencintaiku. Makasih ya, Sayang. Aku juga sangat mencintaimu. Asal kamu tahu, tak akan ada wanita lain di hati ini selain kamu. Meskipun banyak wanita di luar sana yang mengagumi ku, tapi hati ini telah terkunci olehmu. Aku tidak akan pernah berpaling darimu, selama sisa hidupku. Itu adalah janjiku padamu," ucap Kanna dengan menge.cup kepala Zahra.


Zahra terharu saat mendengarkan penjelasan dari Kanna. Cinta Kanna yang tulus tak akan mungkin untuk berpaling darinya. Jika pun Kanna tak setia, mungkin Kanna sudah bisa melakukannya sejak dulu sewaktu Zahra belum bisa menerima Kanna sepenuhnya.


"Mas, maafkan aku yang sudah berlebihan. Aku yang salah telah mencurigai mu berlebihan," sesal Zahra


Tak ada yang tidak mungkin jika Kanna telah menghembuskan mantra sayang pada Zahra. Hanya sebuah sanjungan mampu membuat hati Zahra luluh. Kanna yang sudah mendapatkan celah tak mungkin untuk menyia-nyiakan begitu saja. Malam ini Kanna harus membuat Zahra mende.sah berkali-kali dibawahnya.

__ADS_1


( Kabur dulu ah malam JumatπŸ’ƒπŸ’ƒ )


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


__ADS_2