Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
155 | Penyesalan Arya


__ADS_3

Setelah kepergian Naura tanpa jejak membuat Arya merasakan sebuah penyesalan yang amat mendalam. Diusianya yang sudah tidak muda lagi dan tuduhan dari beberapa pihak membuatnya dilanda frustasi. Terlebih saat ini kedua orang tuanya juga menginginkan seorang pewaris keluarga. Dengan kabar yang menyudutkan Arya membaut kedua orang tuanya mengubur dalam keinginan untuk memiliki cucu.


"Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan seorang cucu, ketika anakku man.dul," ujar ibu Arya pada suaminya.


"Pantas saja selama ini anak itu tak peduli dengan statusnya, ternyata dia tak bisa mempunyai anak. Lalu apa yang harus kita lakukan agar bisa mendapatkan calon penerus keluarga kita?" Ayah Arya bertanya pada istrinya.


Arya yang mendengar perbincangan kedua orang tuanya langsung menghampiri dan berkata, "Arya bukan pria man.dul, Pa!"


"Lalu apa jika tidak mad.dul? Selama 5 tahun kamu menikah dengan Tiara kamu tak bisa membuatnya hamil dan lihatlah saat ini Tiara sudah menikah dengan pria lain, bahkan dia juga sudah memiliki anak. Lalu apa lagi jika kamu tidak man.dul, Ar!"


"Terserah kalian saja!" Arya yang merasa tak terima memilih untuk berlalu.


🥕🥕


Waktu terus berjalan dengan cepat. Musim telah silih berganti. Dalam sekejap saja 7 tahun telah berlalu.


Seorang gadis remaja dengan pakaian putih-biru baru saja pulang dari sekolah. Dilihatnya dua bocah yang sudah menunggu kedatangan. Mereka tak lain adalah Kala dan juga Khanza. Dua adik yang akan selalu minta jajan saat Deena telah sampai di rumah.


Dengan bertambahnya usia, Deena sudah bisa berpikir dengan lebih dewasa dan tak pernah merasa iri lagi jika kedua orang tuanya lebih fokus pada Khanza. Sebagai anak sulung ia harus memiliki hati baja dan bahu yang kokoh, agar kelak bisa memikul beban yang tiba-tiba datang.


Saat Deena baru saja mengeluarkan sebuah coklat dari dalam tasnya, terdengar suara menggema dari dalam. Siapa lagi jika bukan suara mamanya.


"Harus berapa kali Mama bilang kamu nggak boleh belikan coklat untuk adik kamu! Kamu mau jadi adik kamu rusak? sekarang simpan coklat itu atau Mama tidak akan pernah memberikan kamu uang jajan lagi!"

__ADS_1


Mama yang dulunya lemah lembut kini berubah seperti seorang singa di mana akan selalu mengaum apabila mereka melakukan kesalahan yang sama.


"Tapi Khanza mau coklat, Ma," rengek bocah yang sudah berusia 6 tahun itu.


"Tapi kamu gak boleh kebanyakan makan coklat, Za! Gigi kamu bisa busuk semua."


"Mana coklatnya!"


Dengan pasrah Deena menyerahkan coklat yang hendak ia berikan kepada adiknya ke tangan sang mama. Meskipun sudah sering kena marah, tetapi Deena tak kunjung jera. bahkan hampir setiap hari Deena pasti akan membawakan coklat untuk kedua adiknya.


"Maknanya kalau Kak Dee pulang kamu jangan heboh!" ujar Kala pada adiknya.


"Anza gak heboh, cuma bahagia aja, Kak," sanggah Khanza dengan polos.


"Sama aja!"


"Serius, Kak?" tanya dua adiknya secara bersamaan.


"Sstt! Jangan kencang -kencang, nanti mama dengar," lirih Deena yang segera mengirim kedua adiknya untuk masuk ke dalam kamar.


Jangan ditanya lagi bagaimana ekspresi Kala dan juga Khanza setelah bisa menikmati coklat tanpa harus ketahuan oleh ibunya.


"Tapi jangan lupa, abis ini langsung gosok gigi biar gak ketahuan sama sama!" pesan Deena.

__ADS_1


"Siap, Kak," jawab bocah itu dengan serentak.


Sementara itu di ruang tamu, Zahra mendengus kesal. Lagi-lagi Deena tak pernah mendengarkan ucapan untuk tidak membelikan coklat untuk adiknya. Meskipun Zahra adalah ibu yang melahirkan Deena, tetapi bocah itu tidak akan pernah mau untuk mendengarkan semua larangannya. Deena hanya akan patuh dengan ucapan Kanna saja.


"Apakah aku terlalu galak sehingga mereka lebih memilih untuk patuh pada mas Kanna?" tanya Zahra pada dirinya sendiri.


Baru saja Zahra ingin naik, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sejenak ia mengernyit saat melihat nomor asing tanpa nama. Meskipun ragu, ia tetap mengangkat panggilan tersebut.


"Halo .... "


Mata Zahra terbelalak untuk beberapa saat ketika ia mendengar suara dari balik ponselnya.


.


.


...🥕🥕...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo, jangan protes karena upnya pendek. Up panjang pun tetap kalian katakan pendek 😔


Sambil menunggu novel favorite kalian update mampir dulu ke novel temen aku ya

__ADS_1


MENJADI MADU SAHABATKU



__ADS_2