Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
32 | Tidur Bersama


__ADS_3

Sudah menjadi kebiasaan Deena jika Kanna pulang dia akan tidur bersama dengannya. Tak peduli meskipun dia harus menjadi guling pemisah antara mama dan papanya.


"Deena gak mau bobok sendiri. Nanti kalau ada hantu gimana?" protes Deena saat diantar ke kamarnya.


"Disini gak ada hantu, Sayang," sahut mamanya.


"Mama tahu dari mana? Kan kita baru mau bobok disini malam ini," balas Deena.


"Ya karena hantu itu gak ada di dunia kita, Sayang," jelas Zahra.


"Siapa bilang gak ada di dunia kita? Buktinya di rumah lama banyak hantu yang ngajak Deena main."


Zahra terdiam. Susah payah dia menelan kasar ludahnya. Tak dipungkiri jika Deena memang terlahir dengan sebuah kelebihan. Dia bisa melihat makhluk astral di sekitarnya. Namun, Zahra selalu berpesan kepada Deena untuk mengabaikan makhluk astral yang dia lihat.


"Ini sudah malam. Sekarang Deena bobok ya!" Zahra memilih mengalihkan arah pembicaraan mereka, tetapi Deena tetap menolak untuk tidur sendiri.


"Deena gak mau bobok sendiri! Deena mau bobok sama papa," ujar Deena dengan bibir yang mengerucut.


Karena tak ingin tidur sendirian, Deena memilih berlari keluar untuk mencari Kanna.


"Papa ... Papa," teriak Deena mencari keberadaan Kanna.


Kanna yang masih berbincang dengan kedua orangtuanya sangat terkejut saat melihat Deena berlari untuk menghampirinya.


"Papa ... Mama jahat," adu Deena.


"Deena kenapa, Sayang?" tanya ibu Kanna.

__ADS_1


"Uti ... mama jahat."


Saat Kanna ingin mengambil tubuh Deena. Ternyata gerakan kalah cepat dari ibunya. Deena langsung dinaikan diatas pengakuannya. Deena pun langsung memeluk erat tubuh Uti-nya.


"Uti, bilang sama Mama kalau malam ini Deena belum mau bobok sendiri. Deena mau bobok sama ayah," bisik Deena tepat di telinga Uti-nya.


Ibu Kanna mengernyit, ternyata Deena sedang membuat drama. "Baiklah, Uti akan bilang sama mama kamu, tapi kamu harus janji mau diajak bobok tempat Uti?"


Ibu Kanna tak membiarkan kesempatan itu sia-sia. Sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan untuk mereka berdua.


"Beres, Uti."


"Kamu kenapa, Ra?" tanya ibu Kanna pura-pura.


Zahra kemudian duduk di sofa yang tersisa, karena tidak sopan jika berbicara kepada orang tua sambil berdiri.


Zahra yang mendengar langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak, Bu. Maksud Zahra itu .... "


"Sudahlah, biarkan saja Deena menjadi guling diantara kalian berdua," potong ibu Kanna.


"Kamu gak keberatan kan Na, kalau Deena tidur bersama kalian? Deena gak bakalan ganggu kok, iya kan Dee?" tanya ibu Kanna yang ingin memastikan jawaban Deena.


"Iya. Deena boboknya anteng kok," timpal Deena.


Kanna hanya bisa membuang napas beratnya. Meskipun terasa berat, tetapi dia tidak bisa menolak saat Deena menginginkan tidur bersama dengannya.


"Kamu gak cemburu kan, Ra?" tanya Kanna pada Zahra.

__ADS_1


Saat ini Zahra seperti sedang terpojokkan. Bisa-bisa Kanna menanyakan hal itu si depan orang tuanya, "Pertanyaan memalukan. Darimana dasarnya aku cemburu dengan Deena," batin Zahra yang sedang menahan unek-uneknya pada Kanna.


Drama yang luar biasa, akhirnya Deena bisa tidur bersama dengan papanya. Sebenarnya Deena menginginkan tidur di kamarnya. Namun, Kanna menolak dengan alasan kasihan jika mamanya harus bobok sendirian.


"Ya udah kita bobok bertiga. Tapi kalau Deena udah bobok, papa gak boleh pindah tempat," tawar Deena.


"Ya ampun, Dee. Kan cuma dikit aja pindahnya. Papa kan juga kangen sama mama. Pengen peluk mama."


"Jadi sekarang papa lebih sayang mama atau Deena? Karena pilihan ada dua, jadi papa harus pilih salah satu!"


Kanna memijat pelipisnya. Tanpa memberikan jawaban kepada Deena, dia langsung menggendongnya menuju ke kamar. Kanna tidak akan pernah sanggup untuk melawan Deena yang akan selalu memiliki banyak pertanyaan.


"Malam ini kamu menang Dee," ucap Kanna saat meletakkan tubuh Deena disamping Zahra.


"Yee ... akhirnya bisa bobok berdua bertiga lagi," tawa Deena dengan penuh rasa bahagia.


Setelah satu minggu Deena tak tidur bersama dengan papanya, membuatnya merindukan pelukan nyaman dari Kanna. Bahkan Deena sampai rela membuat drama agar bisa tidur bersama.


"Benar kata Uti, kalau mama itu adalah wanita polos yang mudah ditipu," batin Deena sambil melirik kearah mamanya yang sudah memiringkan tubuhnya kesamping.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2