Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
139 | Menjenguk Alzam


__ADS_3

Saat raga ini tak mampu untuk menjagamu maka izinkanlah doaku yang menyertaimu. Doa yang selalu ku panjatkan doa dalam setiap sujudku agar kita selalu bersama hingga until Jannah. Kita tak tahu kapan waktu itu akan datang, cepat atau lambat, itu pasti


...


Zahra tak pernah menyangka jika hidupnya akan dilimpahkan kebahagiaan seperti saat ini. Diberikan suami yang baik hati luar dalam, diberikan ibu mertua yang menyayanginya serta anak-anak lucu yang menggemaskan. Selama ini tak pernah terbayangkan jika hidupnya akan jauh lebih bahagia, karena sebelumnya ia merasakan bagaimana sakitnya dalam pernikahan. Awalnya Zahra mereka sangat trauma saat baru menikah dengan Kanna. Bahkan butuh waktu 4 tahun Kanna harus menahan diri untuk tidak menyentuh Zahra. Namun, saat ini wanita itu telah menyerahkan diri dan lebih agresif dibandingkan dengan Kanna.


Meskipun saat ini Zahra kakak untuk memberikan kejutan kepada Kanna setidaknya dia tidak mahal dalam urusan ranjang, karena nyatanya malam ini Zahra mampu melumpuhkan Kanna diatas ranjang.


Malam yang semakin sunyi menjadi saksi saat dua insan saling berbagi peluh dalam satu dekapan. Meskipun bukan pengantin baru lagi tetapi keduanya mampu menjaga hubungan suami-istri layaknya pasangan pengantin baru.


"Ra, terima kasih telah hadir dalam hidupku dan melengkapi kekuranganku dengan kelebihanmu. Aku sangat bersyukur bisa memilikimu hingga sampai saat ini. Aku berharap bisa menemanimu sampai titik nafas terakhirku. Aku sangat mencintaimu, Ra." Kanna menge.cup kening Zahra ketika mereka sudah saling mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu Mas, sudah mau menerimaku apa adanya dengan segala kekuranganku, terlebih menerima Deena sebagai anak kamu. Aku sangat bersyukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk bersama mengarungi bahtera rumah tangga baik suka maupun duka. Aku berharap disisa umur kita, kita bisa membahagiakan anak-anak kita dengan cinta dan kasih sayang. Aku juga sangat mencintaimu, Mas,"ujar Zahra dengan rasa haru.


"Berjanjilah untuk selalu menjaga cinta kita, Ra."


Zahra mengangguk pelan dan kemudian mengeratkan pelukannya kepada Kanna. "Iya, aku janji."


🥕🥕🥕


Karena merasa sangat kelelahan Zahra tak sadar jika mentari telah menyingsing tinggi. Ia terbangun saat matanya terasa silau dan sebuah tangan kecil yang menepuk pipinya. siapa lagi jika bukan baby Kala. Celotehan bocah itu juga menggema di seluruh ruangan.


"Morning Mama." Sapa Kanna yang langsung mencium kening Zahra. Kemudian tak lama diikuti oleh Kala yang juga mencium wajah Zahra.


Sebuah senyuman terukir indah menghias dibibir Zahra. "Morning to Papa, Sayang."


Tak berapa lama Deena juga datang ke kamar Zahra dengan pakaian yang sudah rapi. Bocah itu mengingatkan jika hari ini mereka akan menjenguk papa Alzam yang sudah siuman. Seketika Zahra menepuk jidatnya karena melupakan sesuatu yang sangat penting untuk Deena.


"Ah, maafkan Mama sayang, Mama lupa jika saat ini kita akan menjenguk papa Alzam. Sepertinya Mama kurang enak badan, tubuh Mama terasa sangat lemas," ucap Zahra dengan rasa menyesal karena telah melupakan janjinya pada Deena.


"Deena gak usah khawatir, karena papa yang akan mengantar denah untuk menjenguk papa Alzam. Untuk saat ini biarkan Mama beristirahat ya. Kasihan kalau mama juga ikutan sakit," bujuk Kanna.


Deena yang tak ingin melihat mamanya jatuh sakit pun akhirnya pasrah saat iya harus menjenguk dengan papa Kanna. Baginya tidak penting dengan siapa ia menjenguk papa Alzam z karena yang ia butuhkan melihat kondisi papa kandungnya yang sudah siuman.

__ADS_1


"Baiklah, Mama beristirahat saja di rumah semoga Mama tidak jatuh sakit. Kalau Mama sakit, kasihan dedek Kala." Untuk kali ini Deena berbicara lebih dewasa dari biasanya.


"Terima kasih, Sayang karena kamu sudah mengertikan Mama. Mama sayang Deena banyak-banyak." Saat itu Zahra pun memberikan sebuah kecu.pan di kepala Deena.


Karena telah sepakat akan pergi bersama dengan papa Kanna, akhirnya Deena memutuskan untuk menunggunya di lantai bawah. Karena saat ini Kanna belum mandi, maka Deena diminta bersabar untuk menunggu papanya untuk mandi terlebih. Dengan senang hati Deena akan bersedia untuk menunggu papanya.


"Ra, kamu beneran sakit?" tanya Kanna saat melihat wajah Zahra sedikit pucat.


"Gak tahu, Mas. Tapi badan aku tuh rasanya pegel dan lemes. Kayak gak ada tenaganya," ujar Zahra yang mencoba untuk bangkit.


Dengan cepat Kanna langsung mengecek kening Zahra apakah terasa panas atau tidak.


"Tapi gak panas, kok." katanya saat suhu tubuh Zahra terasa normal.


"Mungkin aku hanya kelelahan aja, Mas. Soalnya kemarin dari pagi sampai malam hampir gak ada istirahatnya. Tau gitu aku gak mau capek-capek nyiapin surprise untuk kamu."


"Ya udah aku minta maaf. Nanti sepulang dari rumah sakit aku pijitin deh. Sekarang kamu istirahat aja, ya." Setelah mengucapkan kata itu Kanna langsung menuju ke kamar mandi untuk menyiram tubuhnya agar terlihat lebih segar. Padahal ia baru saja mandi satu jam yang lalu


🥕🥕🥕


"Mas Alzam jangan seperti anak kecil dong? Masa kalah sama Deena," ujar Melanie untuk membujuk Alzam.


"Tapi bubur itu gak ada rasanya, Ra. Coba kamu rasain, pasti hambar."


Melani kehabisan cara untuk membujuk Alzam sarapan. Namun, detik kemudian pintu ruangan dibuka dan menampilkan sosok bocah kecil yang penuh semangat. Dia Alzam. Saat melihat sang Papa yang membuka mulut Deena langsung menoleh ke arah Melani yang sedang memegang sebuah mangkok.


"Apakah Papa Alzam menolak untuk makan?" tanya bocah itu dengan polos.


"Iya, Dee. Papa kamu gak mau sarapan. Gimana mau sembuh coba?" adu Melanie pada Deena.


"Baiklah, serahkan pada Deena, karena Deena yang akan mengatasi papa," kata Deena penuh percaya diri.


Melanie pun mengangkat tubuh Deena agar duduk di sebuah kursi yang telah disediakan. Melanie yakin jika Deena yang turun tangan pasti Alzam akan tunduk.

__ADS_1


Saat Deena berusaha untuk menyuapi Alzam, Kanna meminta untuk berbicara sebentar dengan Melani. Ini semua menyangkut dengan pengobatan Alzam yang ada di luar negeri. Berhubung saat ini Alzam sudah sadar, Kanna meminta Melani untuk membujuk Alzam memberitahu dimana tempat pengobatannya saat itu.


"Aku pasti akan membujuknya, tapi tidak sekarang, karena dia baru aja sadar," ucap Melani.


"Terserah kamu saja kapan kamu akan membujuknya, tetapi saran aku lebih cepat lebih baik karena penyakit yang diderita oleh Alzam bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan oleh dokter biasa. Hanya dokter spesialis yang bisa menangani penyakit Azlam," jelas Kanna.


"Iya, Mas, aku ngerti. Oh iya bagaimana dengan ok Arya? Apakah dia mau bertanggung jawab?"


"Aku belum bisa memastikan apakah dia mau bertanggung jawab atau tidak, karena dia telah memberikan sejumlah uang kepada Naura untuk menggugurkan kandungan."


"Jadi, mbak Na menerima uang pemberian om Arya? Apakah itu tandanya mbak Na bersedia untuk menggugurkan kandungannya? Ini tidak bisa dibiarkan mbak Na tidak boleh untuk menggugurkan bayi itu."


Setelah mendengar penjelasan dari Kanna, Melani segera menghubungi Naura dan memintanya untuk datang ke rumah sakit. Namun, Naura menolak. Melani bisa mendengar jika saat ini kakaknya tidak sedang baik-baik saja Saat ditanya Dia sedang berada di mana Naura tidak menjawab dan malah menutup teleponnya saat ini benar-benar sangat khawatir ia takut jika kakaknya akan nekat untuk menggugurkan kandungan.


Melani tidak tahu apa yang harus ia lakukan, karena saat ini ia sedang menunggu Alzam yang baru saja tersadar dari komanya. Ia tak mungkin untuk bmeninggalkan Alzam begitu saja.


Pikiran Melani saat ini sangat kalut. Tidak mungkin juga ia meminta tolong kepada Zahra untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh Naura sementara saat ini Zahra sedang tidak enak badan.


"Mas, aku harus bagaimana? Aku takut jika saat ini mbak Na benar-benar akan menggugurkan kandungannya. Aku tidak mau itu terjadi. Mas minta tolong sebentar ya untuk menjaga Mas Alzam. Sebentar aja kok nggak lama," kata Melani dengan mengiba.


"Iya. Aku akan menunggu Alzam. Jika memang terjadi sesuatu kepada Naura cepat hubungi aku!" pesan Kanna.


"Iya, aku tahu."


Dari ranjang tempat Alzam terbaring, ia terus memperhatikan kedua orang yang sedang berbicara sangat serius. Ia tak tahu apa yang sedang di bahas antara Kanna dan juga Melani, tetapi ia bisa menangkap jika sedang ada sesuatu yang sangat urgent.


.


.


...🥕🥕🥕...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


HALO HALO SELAGI MENUNGGU NOVEL INI UPDATE KEMBALI MAMPIR DULU YUK KE NOVEL TEMAN AKU JUDULNYA GADIS KESAYANGAN TUAN ARGA, mampir ya.



__ADS_2