Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
115 | Hilang


__ADS_3

Karena Deena yang belum mau pulang, akhirnya Melani harus menunggunya lagi di sekolahan. Dengan senang hati Melani menunggu anak suaminya sambil memainkan ponselnya. Semenjak menikah dengan Alzam seperti hidupnya berubah drastis. Jika biasanya setiap hari dia harus mengejar waktu untuk bekerja di cafe dan di kejar-kejar rentenir, makan saat ini hidupnya sangat santai tanpa beban lagi. Namun, mendadak dia mengingat Naura, sang kakak.


"Aku harus memastikan jika mbak Na baik-baik saja." Akhirnya Melani segera menghubungi Naura, karena dia teringat akan ancaman bapaknya.


Sudah lebih dari lima kali, panggilan Melani tak mendapatkan jawaban. Apakah saat ini bapaknya sudah melakukan sesuatu kepada kakaknya. Pikiran Melani pun semakin tidak tenang.


"Kamu kenapa, Mel?"


Melani tersentak dengan seseorang yang mengagetkan dirinya. Siapa lagi juga bukan Adam.


"Itu ... aku hanya sedang kepikiran dengan mbak Na. Aku takut bapak berbuat macam-macam kepadanya, Dam."


Adam yang sudah tahu bagaimana keadaan Melani merasa iba pada gadis yang malang itu. Disaaat usianya yang masih mengenyam dunia pendidikan, dia sudah harus dipaksa untuk mencari kehidupan sendiri. Yang lebih parahnya lagi Dia harus menanggung semua beban yang diperbuat oleh ayahnya.


"Kamu tenang aja. Nanti sepulang sekolah kita cari tahu bagaimana keadaan mbak Na, ya," saran Adam untuk menenangkan hati Melani.


"Aku gak bisa tinggal diam, Dam. Aku harus segera memastikan jika keadaan Mbak nah baik-baik saja. Please bantu aku ya, tolong tungguin Deena sebentar disini. Nanti bilang aja aku lagi pulang ke rumah sebentar," pintanya pada Adam.


"Tapi Mel ... ponakan Kamu tuh nggak suka sama aku. Nanti kalau dia nggak mau dengerin aku gimana?"


"Kamu kasih pengertian dikit, dia anaknya baik kok. Aku tinggal bentar ya."


Melani yang sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya segera berlalu meninggalkan sekolah Deena. Dia yakin jika Adam bisa menjinakkan Deena karena sebenarnya Deena adalah anak yang menurut.


Tidak butuh waktu lama, Melani sudah sampai di rumahnya. Namun, kali ini rumahnya kosong. Dia tidak menemukan keberadaan kakak dan bapaknya.


"Duh, perasaanku kok gak enak ya. Apakah mbak Na beneran udah di jual ke pria hidung belang, ya?" kata Melani dengan kepanikannya.


Karena merasa sangat penasaran Melani segera menghubungi bapaknya untuk menanyakan dimana keberadaan kakaknya. Dadanya berdebar kuat ketika dia mendengar suara tangisan kakaknya yang mau minta tolong.

__ADS_1


"Halo Pak, Bapak dimana? Apa yang sudah Bapak dilakukan kepada mbak Na?" tanya Melani dengan dada yang semakin berdebar.


"Sebelumnya sudah aku katakan kepadamu. Kamu pikir bapak akan main-main dengan ucapan Bapak? Saat ini Naura sudah Bapak jual. Kamu bisa menyelamatkannya jika kamu bisa memberikan 20 juta kepada bapak," kata bapaknya dari seberang telepon.


"Bapak gila! Kemarin hanya 10 juta kenapa sekarang bertambah menjadi 20 juta? Sadar Pak, mbak Na itu anak kandung Bapak!"


"Persetan dengan status anak kandung jika tidak bisa menghasilkan uang!"


Melani tak bisa berkata apa-apa lagi saat panggilan panggilan telepon sudah terputus. Padahal rencananya hari ini dia akan menemukan bapaknya dengan Alzam untuk menyelesaikan masalah kemarin. Namun, nyatanya sama bapak sudah bertindak lebih cepat membawa Naura pergi.


Baru saja Melani ingin memesan sebuah taksi online, tiba-tiba pensilnya berbunyi. Sebuah nomer tidak dikenal mengambang di layar ponselnya, dengan cepat Melani langsung mengangkatnya.


"Halo," kata Melani.


Seketika matanya terbelalak ketika mendengar apa yang disampaikan dari seberang telepon. Seketika Melani menutup panggilan dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak mungkin," ucapnya dengan tidak percaya.


"Ada apa, Ra?" tanya ibu mertuanya.


"Deena, Bu. Deena hilang."


"Apa?!" Ibu Kanna tak kalah terkejut dengan berita yang dikatakan oleh Zahra. "Kok bisa Ra?"


"Ara juga gak tahu, Bu. Kita harus bagaimana?" tanya Zahra dengan panik.


Tak ada pilihan lain untuk tidak menghubungi Kanna. Karena Zahra sendiri tidak tahu harus berbuat apa untuk bisa menemukan Deena.


Kanna yang sedang ada kelas memilih untuk memberhentikan kelasnya dan segera meluncur untuk mencari Deena. Pikirannya sudah tidak tenang. Selama ini mereka sudah hidup tentram dan damai, tetapi mengapa tiba-tiba ada orang yang ingin menyelakai Deena lagi.

__ADS_1


"Ya Allah, cobaan apalagi ini?" kata Kanna dengan pikiran yang sudah tak menentu. Kejadian satu tahun lalu belum terhapuskan dari ingatannya, kini harus terulang kembali.


Mobil Kanna melesat sangat cepat untuk menuju ke sekolahan Deena. Dia sengaja tidak pulang terlebih dahulu agar bisa segera, mencari tahu keberadaan Deena.


Sesampainya di sekolah sudah ada Alzam dan Melani yang berada disana. Kanna langsung turun dari mobil untuk mengetahui bagaimana Deena bisa hilang.


"Bagaimana ceritanya Deena bisa hilang?" tanya Kanna tanpa basa-basi.


Alzam yang melihat raut Kekhawatiran Kanna hanya bisa menepuk bahu ayah sambungnya Deena. "Kamu sabar. Aku juga sudah menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan Deena," ujarnya.


"Mas Kanna maafkan aku. Semua ini salahku. Kalau aku nggak pergi, pasti Deena gak hilang, Mas." Dengan mata yang berkaca-kaca Melani meminta maaf atas hilangnya Deena.


"Kamu gak salah, Mel! Seharusnya pihak sekolah bisa menjamin keamanan anak didiknya. Bisa-bisanya ada anak hilang di lingkungan sekolah," kata Alzam yang sudah merasa kesal dengan pihak sekolah karena tak CCTV yang tidak berfungsi.


"Sekali lagi kami minta maaf atas kecerobohan kami, Pak. Untuk kedepannya kami akan memperbaikinya," sesal kepala sekolah.


"Terlambat! Jika dalam waktu 24 jam Deena tidak bisa ditemukan, aku akan menuntut sekolah ini!" ancam Alzam sebelum meninggalkan tempat itu.


Kanna tidak tahu harus berbuat apa karena tidak ada memiliki bukti untuk menemukan siapa yang sudah menculik Deena.


.


.


.


...BERSAMBUNG...


Halo-halo, aku punya rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca. Sambil menunggu novel ini Up lagi mampir dulu ya ke novel My Love My Obsession, dijamin seru ceritanya.

__ADS_1



__ADS_2