Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
142 | Positif


__ADS_3

Karena Alzam sudah sepakat untuk melakukan pengobatan di luar negeri, Melani segera memberitahu kabar baik itu kepada Zahra. Dan Kemungkinan jadwal penerbangannya akan dilakukan secepatnya. Namun, sebelum Alzam terbang ke luar negeri ia ingin memastikan apakah saat ini istrinya sedang hamil. Maka dari itu ia meminta Naura untuk mengecek menggunakan sebuah alat yang sudah saya pesan.


"Ini apa, Mas?" tanya Melani heran saat Alzam memberikan sebuah alat kepada Melani.


"Ini adalah alat untuk mengecek kehamilan. Aku ingin kamu mengeceknya terlebih dahulu!"


"Apakah aku hamil?" tanya Melani heran. pasalnya ia tidak merasakan tanda-tanda kehamilan.


"Makanya cek dulu biar tahu!"


Melani pun akhirnya menuruti ucapan Alzam dan mengetesnya di kamar mandi. Karena ini adalah kali pertama untuk Melani, ia sedikit bingung saat ingin menggunakannya. Tanpa rasa malu ia memilih untuk memanggil Alzam.


"Mas Alzam sini dulu!" panggil Melani dari kamar mandi.


Alzam yang masih bermalas-malasan di bawah selimut akhir bergegas untuk kamar mandi. Ia takut terjadi sesuatu kepada Melani.


"Ada apa?" tanya Alzam penasaran.


"Ini gimana cara menggunakannya, Mas? Sampai batas mana?" tanya Melani yang menunjukkan benda yang ada di tangannya.


"Kok malah tanya sama aku sih, Mel. Aku mana tahu," ucap Alzam.

__ADS_1


"Terus gimana dong, Mas?" tanya Melani bingung.


"Udah kamu baca petunjuknya?"


Melani menggelengkan kepalanya pelan. "Belum."


Alzam pun segera mengambil pembungkusnya untuk membaca petunjuk pemakaiannya. Alzam membaca dengan cermat agar tidak salah. Setelah dirasa sudah paham ia langsung memberitahu kepada Melani cara menggunakan tespek tersebut.


"Kamu ini gimana sih, Mel? Perempuan kok nggak tahu cara makainya?" protes Alzam


"Ya, namanya juga nggak pernah makai kayak ginian, gimana tahu bisa tahu. Ya udah sini biar aku tes dulu," ujar Melani sambil meminta alat tes yang berada di tangan Alzam.


Alzam yang menunggu Melani di dalam kamar mandi merasa dag dig dug dengan hasilnya nanti. Apakah akan positif atau negatif. Tetapi jika melihat Melani yang sering merasa mual, Alzam yakin jika saat ini Melani sedang hamil.


Melanie yang menunduk akhirnya mendengar untuk menatap wajah suaminya. " Maaf, Mas," ujar Melani dengan lesu sambil menyerahkan tes itu kepada Alzam.


Mata Alzam terbelalak tak percaya saat melihat dua garis merah yang ada di tas tersebut. Itu berarti saat ini Melani benar-benar sedang hamil, tetapi mengapa Melani malah menunjukkan raut wajah sedihnya? Seharusnya ia bahagia dengan kenyataan jika dirinya sedang hamil.


"Kamu hamil, Mel!" ujar Alzam dengan raut wajah yang bersinar. "Selamat ya." Detiki itu juga Alzam langsung memberikan sebuah pelukan kepada Melani.


perempuan itu menyunggingkan senyum di bibirnya. Rasa bahagia bercampur haru. Akhirnya apa yang ia inginkan terkabulkan. Saat ini dirinya tengah berbadan dua.

__ADS_1


Alzam merasa jika Melani tidak merasa bahagia atas kabar tentang kehamilan. "Kamu kenapa? Apakah kamu menyesal telah mengadung anakku?" tanya Alzam dengan alis yang menaut.


Dengan cepat Melani menggeleng. Gak Mas, bukan seperti itu. Aku senang dan bahagia jika saat ini aku telah hamil. Atu artinya semua doa-doaku telah dikabulkan oleh Allah. aku merasa sangat terharu," ujar Melani.


Alzam bersyukur dengan kabar pagi ini jika Melani benar-benar hamil. Untuk memastikan lebih jelas ia mengajak Melani untuk periksa ke dokter.


Berita tentang kehamilan melanipun juga telah disampaikan kepada Zahra. Sebagai seorang kakak, Zahra merasa bahagia atas kabar yang mengatakan jika saat ini Melani sedang hamil.


"Alhamdulillah, akhirnya Allah mengabulkan doa-doaku. Dan saat ini aku masih terus berdoa untuk untuk kesembuhanmu, Mas. Jadi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Maka saat ini tugas kamu adalah berusaha untuk bisa sembuh dengan cara kita berobat ke luar negeri."


Alzam menarik kedua garis bibirnya. Saat ini ia baru menyadari semua kebodohannya yang telah ia lakukan kepada Melani.


"Mel, maafkan yang pernah menaklukan di hatimu. Tapi percayalah aku akan segera membantu kamu."


.


.


...BERSAMBUNG...


Selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel teman Author yang berjudul ISTRI SIRI TUAN BRYANT

__ADS_1



__ADS_2